3 Lokasi Tergelap untuk Melihat Milky Way di Indonesia

11 Feb 2026

3 Lokasi Tergelap untuk Melihat Milky Way di Indonesia

Penulis

Bobobox

Kapan terakhir kali kamu melihat gugusan bintang pada gelapnya langit malam? Mungkin jarang banget ya, kalau selama ini tinggal di daerah perkotaan. Wajar, karena jangankan beberapa bintang kecil; Milky Way sulit terlihat di kota karena polusi cahaya yang kelewat terang.

 

Gimana, penasaran ingin melihat pemandangan langka tersebut? Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri, kok! 

 

Soalnya, ada berbagai tempat yang cukup gelap untuk mengamati Milky Way di Indonesia dengan jelas. Yuk, kita simak di sini!

 

Apa Itu Milky Way?

 

milkyway
Photo: Spoach The Dog via Pexels

 

Milky Way adalah istilah lain dari Galaksi Bimasakti, yaitu galaksi yang terdiri dari kumpulan planet, bintang, debu, dan gas. Kumpulan tersebut terikat oleh gravitasi hingga membentuk spiral.

 

Bimasakti hanyalah salah satu dari 100–200 miliar galaksi yang ada di alam semesta. Kalau dari foto Milky Way, bisa terlihat tampilannya yang seperti bercak susu berwarna putih keabu-abuan. Itulah kenapa disebut “Jalan Susu” atau “Milky Way”.

 

Tapi, Milky Way di Indonesia nggak bisa dilihat dalam sembarang kondisi. Buat bisa melihatnya, langit harus benar-benar gelap dan bebas dari polusi cahaya.

 

Kita bisa mengukurnya pakai skala Bortle yang terdiri dari tingkat 1–9. Makin besar angkanya, artinya makin tinggi pula paparan polusi cahaya di suatu langit. Nah, Milky Way biasanya cuma terlihat di langit dengan skala Bortle 1–3. 

 

Sayangnya, nggak semua lokasi di Indonesia ideal buat menyaksikan Milky Way di langit. Skala Bortle kota-kota besar di Indonesia biasanya berada di kisaran 4–9. Terus, kamu harus ke mana kalau mau berburu foto Milky Way?

 

Promo Bobocabin Banner

 

Lokasi Gelap Terbaik untuk Lihat Milky Way di Indonesia

 

1. Pronojiwo, Jawa Timur

 

milkyway 2
Photo: James Wheeler via Pexels

 

Berada di kaki Gunung Semeru, Pronojiwo sering banget disebut sebagai Teras Semeru. Lokasinya juga dekat dengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, salah satu wilayah dataran tinggi ternama di Jawa Timur.

 

Skala Bortle Pronojiwo mencapai tingkat 3 atau sekitar 20 kali lebih gelap daripada Jakarta. Ideal banget buat melihat Milky Way sambil ditemenin suasana sejuk khas pegunungan. Jangan lupa bawa jaket biar nggak kedinginan, ya!

 

Kamu bisa berburu Milky Way di dataran tinggi berbukit yang ada di sepanjang Pronojiwo. Sambil menunggu Milky Way muncul, nggak ada salahnya buat sekalian camping. Mau lebih praktis? Kamu bisa ikut tur astrofotografi lokal.

 

2. Ijen Geopark, Jawa Timur

 

milkyway di indonesia
Photo: Philippe Donn via Pexels

 

Berada di area lereng gunung dan puncak kawah, Ijen Geopark jauh dari paparan lampu kota sehingga langitnya sangat gelap. Skala Bortle-nya ada di tingkat 2 atau 30 kali lebih gelap dari Jakarta. Nggak heran kalau tempat ini ideal buat melihat Milky Way Ijen.

 

Kerennya lagi, kamu juga bisa menyaksikan fenomena blue fire di Kawah Ijen. Biasanya, pengunjung datang sekitar pukul 00.00–01.00 WIB di area Paltuding, lalu lanjut hiking selama 1,5–2 jam ke area kawah. Pemandangan Milky Way Kawah Ijen sekaligus blue fire sering kali muncul sekitar pukul 02.00–03.00 WIB.

 

Jangan buru-buru pulang, kamu bisa stay sampai sunrise dan lanjut ke Gunung Bromo yang lokasinya nggak terlalu jauh. Buat kamu yang nggak mau ribet, sekarang udah ada banyak penyedia jasa tur Mount Bromo Milky Way Ijen Crater.

 

3. Lombok, Nusa Tenggara Barat 

 

milkyway
Photo: Pixabay via Pexels

 

Kamu juga bisa hunting Milky Way di Rinjani, lho! Ada dua lokasi ideal yang bisa kamu datangi, yaitu Bukit Pergasingan atau area jalanan menuju Desa Sembalun Bumbung. Kedua lokasi ini berada di Kecamatan Sembalun, yang memiliki skala Bortle 2.

 

Berada di kaki Gunung Rinjani, Bukit Pergasingan dan Desa Sembalun Bumbung menawarkan view perbukitan dan lembah yang menakjubkan banget, terutama saat sunrise

 

Makanya, setelah berhasil melihat Milky Way Gunung Rinjani, jangan buru-buru pulang dulu, ya! Tenang aja, kamu nggak bakal camping sendirian, kok. Kedua spot tersebut juga sering dipakai pendaki sebagai basecamp malam sebelum lanjut hiking ke puncak.  

 

Wujudkan Pengalaman Melihat Milky Way bersama Bobobox

 

Bobocabin Kawah Ijen
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Melihat Milky Way secara langsung adalah pengalaman langka yang bakal sulit dilupakan. Kira-kira, kamu paling tertarik melihat Milky Way di mana, nih

 

Kalau penasaran sama pesona Mount Bromo Milky Way Ijen Crater di Ijen Geopark, kamu bisa menginap di Bobocabin Kawah Ijen, Banyuwangi. Tersedia paket tur Kawah Ijen, lho, jadi kamu bisa berburu Milky Way saat malam hari sekaligus menikmati fenomena alam ikonik Ijen saat dini hari.

 

Terus, buat kamu yang punya wishlist melihat Milky Way di Rinjani dan Sembalun, Bobobox juga punya Bobocabin Gunung Rinjani, Lombok. Ada paket wisata ke Bukit Pergasingan plus area sekitar Sembalun. Cocok banget, nih, buat kamu yang pengin ngerasain pengalaman hiking ringan, camping vibe, serta stargazing di langit Lombok yang terkenal bersih dan gelap.

 

Bobocabin Rinjani - Lombok
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Setelah puas berpetualang, kamu nggak perlu melakukan perjalanan jauh buat istirahat. Langsung aja tidur di dalam Cabin nyaman yang dilengkapi kasur empuk dengan view alam terbuka. Setiap Cabin juga dirancang dengan Smart Window, Mood Lamp, dan Bluetooth speaker yang bisa kamu atur melalui B-Pad multifungsi.

 

Masih pengin menikmati langit malam Ijen atau Lombok? Kamu bisa bersantai di area outdoor Bobocabin sambil stargazing sepuasnya. Nggak perlu khawatir kedinginan, ada area Fire Pit atau api unggun yang dikelilingi deretan kursi. Biar makin seru, kamu dapat menyewa games UNO Stacko, UNO Cards, hammock, atau mini projector buat nonton film.

 

Yuk, rencanakan liburan stargazing mulai sekarang! Langsung aja download aplikasi Bobobox buat reservasi Cabin dan cek promo terbaru. Malam penuh bintang sudah siap menyambutmu di Bobocabin Kawah Ijen dan Bobocabin Gunung Rinjani!

 

 

Featured Photo: Riyanthi Sianturi via Unsplash