Mau Liburan ke Vietnam? Ini Panduan Lengkap & Tipsnya

07 Jun 2026

Mau Liburan ke Vietnam? Ini Panduan Lengkap & Tipsnya

Penulis

Bobobox

Vietnam makin populer sebagai destinasi liburan favorit wisatawan Indonesia, terutama karena menawarkan pengalaman wisata yang eksotis dengan biaya wisata ke Vietnam yang relatif terjangkau. Salah satu alasannya adalah nilai tukar dong Vietnam (VND) yang ramah di kantong dibandingkan dengan rupiah sehingga kamu bisa menikmati kuliner lokal yang lezat, akomodasi estetik, hingga berbagai aktivitas seru tanpa takut dompet jebol.

 

Bagi yang mencari alternatif wisata murah ke Vietnam, negara ini menyajikan perpaduan sempurna antara keindahan alam, sejarah yang kaya, dan budaya yang ramah bagi pelancong pemula maupun backpacker.

 

Melalui panduan ini, kita akan mengupas tuntas seluruh persiapan perjalanan wisata ke Vietnam, rekomendasi tempat seru, hingga trik rahasia agar liburan kamu aman dan nyaman. Yuk, simak selengkapnya!

 

Mengapa Vietnam Menjadi Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia?

 

Hanoi-Vietnam
Photo: Minh Luu (Minhluu.com & AA+Photography) Via Unsplash

 

Ada alasan kuat mengapa banyak traveler asal Indonesia berbondong-bondong terbang ke negara ini. Selain faktor jarak yang tidak terlalu jauh (hanya sekitar 3–4 jam penerbangan), Vietnam menyajikan kultur yang sangat kontras namun terasa akrab. Kamu bisa menikmati megahnya arsitektur kolonial Prancis di tengah hiruk-pikuk kendaraan bermotor yang padat, lalu dalam beberapa jam sudah bisa bersantai di tepi teluk yang tenang.

 

Faktor keamanan juga sering menjadi pertanyaan: wisata ke Vietnam apakah aman? Jawabannya: iya. Secara umum, Vietnam sangat aman bagi turis, termasuk solo traveler.

 

Kejahatan dengan kekerasan sangat jarang terjadi. Meski demikian, kamu tetap harus waspada terhadap copet kecil (pickpocket) atau taksi ilegal. Selama kamu menerapkan kewaspadaan standar, liburanmu dipastikan akan berjalan lancar dan menyenangkan.

 

Liburan ke Vietnam, ke Mana Aja Ya?

 

Kalau kamu bingung merencanakan rute wisata ke Vietnam kemana saja, cara termudah adalah membaginya menjadi dua wilayah utama: Utara dan Selatan. Kedua wilayah ini memiliki karakter, iklim, dan daya tarik yang sangat berbeda.

 

1. Vietnam Utara

 

Vietnam Utara adalah pusat sejarah, budaya, dan pemandangan alam yang dramatis. Suasananya cenderung lebih tradisional, puitis, serta memiliki empat musim yang jelas.

 

  • Hanoi: Ibu kota Vietnam yang dipenuhi danau-danau cantik seperti Hoan Kiem Lake, kafe-kafe estetik di kawasan Old Quarter, serta arsitektur kuno. Hanoi menjadi titik awal yang ideal untuk menjelajahi wilayah utara.

 

Hanoi, Vietnam-Cafe
Photo: Ryan Le Via Unsplash

 

  • Ha Long Bay: Berjarak sekitar 2,5–3 jam dari Hanoi, tempat ini menyajikan pemandangan ribuan pulau batu kapur yang menjulang tinggi di atas laut hijau zamrud. Kamu bisa naik kapal pesiar sehari (cruise) atau menginap semalam di atas kapal.

 

Halong Bay, Thành phố Hạ Long, Quảng Ninh-Vietnam
Photo: Anmol Bindra Via Unsplash

 

  • Sapa: Kota pegunungan yang terkenal dengan terasering sawah yang diselimuti kabut tebal. Jika kamu suka trekking, berinteraksi dengan suku lokal, dan menikmati udara dingin, Sapa wajib masuk ke itinerary-mu.

 

Sapa, Sa Pa, Lao Cai-Vietnam
Photo: Krisztian Tabori Via Unsplash

 

2. Vietnam Selatan

 

Jika wilayah utara kental dengan nuansa tradisional, wilayah selatan jauh lebih modern, dinamis, dan berenergi tinggi. Cuaca di sini cenderung tropis dan hangat sepanjang tahun.

 

  • Ho Chi Minh City (Saigon): Kota metropolitan terbesar di Vietnam. Di sini kamu bisa mengunjungi situs sejarah perang seperti Cu Chi Tunnels dan War Remnants Museum, atau berfoto di depan Notre-Dame Cathedral Basilica dan Saigon Central Post Office yang bergaya Prancis.

 

Saigon-Ho Chi Minh City-Vietnam
Photo: Tron Le Via Unsplash

 

  • Mekong Delta: Terletak tidak jauh dari Saigon, tempat ini menawarkan pengalaman menyusuri sungai dengan perahu dayung tradisional, melihat pasar terapung, dan mengunjungi perkebunan buah lokal.

 

Mekong River Delta-Vietnam
Photo: Tomáš Malík Via Unsplash

 

  • Da Lat & Mui Ne: Da Lat adalah kota dataran tinggi yang sejuk, dengan nuansa romantis bergaya Eropa. Sementara Mui Ne terkenal dengan bukit pasirnya (sand dunes) yang luas, membuatmu merasa seperti sedang berada di tengah gurun pasir.

 

Da Lat Railway Station-Vietnam
Photo: Polina Rytova Via Unsplash

 

Waktu Terbaik Liburan ke Vietnam

 

Karena Vietnam memiliki bentang alam yang panjang, waktu terbaik untuk berkunjung sangat bergantung pada kota yang ingin kamu tuju.

 

  • Maret hingga Mei (Musim Semi): Ini adalah waktu yang paling ideal secara keseluruhan. Cuaca di wilayah utara maupun selatan tergolong hangat, tidak terlalu panas, dan curah hujan masih rendah.

 

  • September hingga November (Musim Gugur): Waktu terbaik jika kamu ingin mengunjungi Hanoi dan Sapa. Pada bulan-bulan ini, sawah di Sapa akan menguning indah, siap panen, dan udara di Hanoi terasa sangat sejuk dan romantis.

 

School Holiday Packages 2026

 

Festival Seru yang Wajib Disaksikan

 

Jika ingin merasakan pengalaman budaya yang mendalam, cobalah mencocokkan jadwal liburanmu dengan festival lokal:

 

  • Tet Festival (Tahun Baru Imlek Vietnam): Biasanya jatuh pada bulan Januari atau Februari. Seluruh kota akan dihiasi bunga-bunga cantik, meskipun kamu harus mengantisipasi banyaknya toko dan restoran yang tutup selama perayaan.

 

  • Hoi An Lantern Festival: Diadakan setiap bulan pada malam bulan purnama (hari ke-14 kalender lunar). Seluruh lampu listrik di Kota Tua Hoi An akan dimatikan dan digantikan oleh ribuan lampion kertas yang mengapung di sungai.

 

Persiapan Liburan ke Vietnam

 

koper
Photo: Timur Weber via Pexels

 

Agar perjalanan perdana kamu berjalan lancar tanpa hambatan, ada beberapa poin krusial yang wajib kamu persiapkan dengan matang:

 

1. Dokumen dan Administrasi

 

  • Paspor: Pastikan masa berlaku paspor kamu masih minimal 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Berita baiknya, Warga Negara Indonesia (WNI) tidak memerlukan visa untuk masuk ke Vietnam untuk kunjungan wisata selama kurang dari 30 hari.

 

  • Antrean Imigrasi yang Panjang: Ini adalah poin yang sering luput dari perhatian turis. Counter imigrasi di bandara-bandara besar Vietnam (terutama Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City) terkenal memiliki antrean yang sangat panjang.

 

  • Tips penting: Saat hendak pulang ke Indonesia, pastikan kamu sudah tiba di bandara minimal 4 jam sebelum jadwal penerbangan agar tidak ketinggalan pesawat karena tertahan di antrean imigrasi.

 

2. Itinerary

 

Sebelum berangkat, susun itinerary yang realistis sesuai dengan durasi liburanmu. Kamu mungkin tertarik mengunjungi terlalu banyak kota dalam satu perjalanan, padahal jarak antardaerah di Vietnam cukup jauh.

 

Untuk perjalanan wisata ke Vietnam selama 4–5 hari, fokuslah pada satu wilayah, misalnya Hanoi dan sekitarnya atau Ho Chi Minh City dan sekitarnya. Jika kamu punya waktu 7–10 hari, kamu bisa menggabungkan beberapa destinasi, seperti Hanoi, Ha Long Bay, dan Sapa, atau Ho Chi Minh City, Da Lat, dan Mui Ne.

 

3. Navigasi dan Komunikasi

 

  • Google Maps (Gmaps): Aplikasi ini sangat akurat di Vietnam untuk mencari rute jalan kaki maupun lokasi kafe tersembunyi. Unduh peta luring (offline maps) untuk berjaga-jaga jika sinyal internetmu mendadak tidak stabil.

 

  • Bahasa Dasar Vietnam: Mayoritas warga lokal di luar industri pariwisata tidak fasih berbahasa Inggris. Pelajari beberapa kata dasar seperti "Xin chào" (Halo), "Cảm ơn" (Terima kasih), dan "Bao nhiêu?" (Berapa harganya?).

 

4. Logistik dan Keuangan

 

  • Tukar Uang dengan Bijak: Jangan menukarkan seluruh uangmu di bandara karena rate-nya cenderung merugikan. Lebih baik tukarkan sedikit saja untuk ongkos transportasi awal, lalu tukarkan sisanya di pusat kota atau toko emas lokal yang terkenal menawarkan rate terbaik dan jujur. Waspadalah terhadap skema penipuan (scam) saat menghitung lembaran uang Dong yang nominal nolnya sangat banyak.

 

  • Transportasi Umum & Aplikasi Ride-Hailing: Transportasi umum massal seperti bus atau kereta di dalam kota di Vietnam dinilai kurang andal dan membingungkan bagi para turis. Solusi terbaiknya adalah menggunakan aplikasi ride-hailing seperti Grab. Tarif Grab Bike di Vietnam sangat murah dan praktis untuk menembus kemacetan di kota.

 

  • Seni Menyeberang Jalan: Lalu lintas di Vietnam, terutama di Hanoi dan Saigon, terkenal sangat padat dengan jutaan sepeda motor. Kunci utama saat menyeberang jalan adalah: berjalanlah dengan kecepatan konstan, jangan ragu-ragu, dan jangan mendadak berlari atau berhenti. Para pengendara motor di sana sudah lihai membaca pergerakan pejalan kaki dan akan meliuk-liuk secara alami untuk menghindari kamu.

 

5. Kuliner dan Panduan Halal

 

Mencicipi Pho (sup mi sapi), Banh Mi (roti lapis Vietnam), dan Egg Coffee adalah agenda wajib. Namun, jika kamu memiliki kekhawatiran terkait makanan halal, kamu perlu melakukan riset lebih lanjut.

 

Di luar kota besar seperti Ho Chi Minh City (yang memiliki kawasan Melayu di dekat Ben Thanh), makanan bersertifikat halal cukup sulit ditemukan. Pasalnya, penggunaan daging babi dan minyak babi sangat umum dalam kuliner lokal. Jadi, usahakan selalu mencari restoran dengan logo halal resmi atau pilih menu vegetarian (Chay).

 

Bingung Susun Itinerary? Yuk, Ikut Kuis Seru Ini!

 

Merencanakan liburan ke luar negeri terkadang bikin pusing sendiri, mulai dari menentukan kota, memilih tempat wisata, sampai mencocokkannya dengan gaya liburan kita. Nah, daripada bingung dan stres menyusun jadwal perjalanan dari nol, kamu bisa mencoba cara yang jauh lebih seru!

 

Yuk, ikutan Kuis DMDU. Ini adalah personality test singkat yang dirancang khusus untuk mencari tahu apa sebenarnya persona liburan kamu. Apakah kamu tipe petualang yang suka tantangan, anak estetik yang hobi berburu kafe visual, atau santai yang cuma pengen healing tanpa beban?

 

Nggak cuma tahu persona kamu, setelah menyelesaikan kuis ini, kamu juga akan langsung mendapatkan rekomendasi itinerary yang sudah dikurasi dan disesuaikan dengan kepribadianmu. Menarik banget, kan? Langsung aja klik tautan berikut untuk mencoba Kuis Personality & Itinerary DMDU.

 

Solusi Transit Nyaman Sebelum Terbang ke Luar Negeri

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Perjalanan internasional sering kali menuntut kita untuk mengambil penerbangan pagi buta, atau sebaliknya, kita harus transit cukup lama di bandara-bandara di sekitar Jakarta. Menunggu belasan jam di kursi bandara yang keras tentu akan menguras energi sebelum liburanmu yang sesungguhnya dimulai di Vietnam.

 

Untuk menyiasatinya, kamu bisa menginap dengan nyaman tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam di Bobopod Airport CBC, Tangerang. Terletak sangat strategis dan dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bobopod menawarkan konsep hotel kapsul modern yang dilengkapi dengan teknologi canggih.

 

Baca Juga

 

 

Di dalam pod yang privat dan bersih, kamu bisa mengatur pencahayaan lampu LED sesuai suasana hatimu dan beristirahat dengan tenang berkat suasana yang kondusif. Ini adalah pilihan transit paling cerdas agar tubuhmu tetap bugar dan siap menjelajahi keindahan Vietnam keesokan harinya.

 

Agar rencana liburanmu makin matang dan mudah dikelola, jangan lupa unduh aplikasinya terlebih dahulu. Kamu bisa memesan pod dengan cepat, mendapatkan promo menarik, hingga mengatur akses masuk ke kamar hanya dengan satu genggaman. Langsung saja download aplikasi Bobobox sekarang juga dan siapkan petualangan seru-mu ke Vietnam!

 

Header image by: Vivu Vietnam Via Unsplash