Cara melestarikan lingkungan tidak harus selalu kamu mulai dari tindakan besar. Kebiasaan sederhana yang kamu lakukan secara konsisten, seperti mengurangi sampah, menghemat air dan energi, hingga memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan, juga bisa memberikan dampak positif.
Langkah melestarikan lingkungan bisa kita wujudkan bersama dengan melakukan beberapa kegiatan mulai dari hal-hal kecil dari diri sendiri. Di tengah tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, polusi sampah, dan berkurangnya ruang hijau, kebiasaan sehari-hari menjadi bagian penting dari upaya menjaga bumi.
Lantas, bagaimana cara melestarikan lingkungan yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari? Simak beberapa langkah praktis berikut ini!
Cara Melestarikan Lingkungan dalam Keseharian

Berikut beberapa cara melestarikan lingkungan yang bisa kamu terapkan mulai dari rumah. Tidak perlu langsung melakukan semuanya sekaligus, pilih kebiasaan yang paling mudah dilakukan lalu biasakan secara konsisten.
1. Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah sesederhana menghindari membuang sampah sembarangan. Tak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tidak membuang sampah sembarangan juga berkontribusi terhadap pola hidup yang sehat juga dapat menghindari kita dari bencana banjir. Sampah merupakan salah satu sumber masalah lingkungan yang tidak ditangani dengan benar.
Sampah yang dibuang sembarangan juga dapat mencemari sungai, laut, dan tanah. Sampah plastik bahkan dapat terurai menjadi mikroplastik yang berpotensi masuk ke dalam rantai makanan dan mengancam ekosistem.
Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja dan botol minum sendiri, serta selalu menyimpan sampah sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai.
2. Kelompokkan Sampah Sesuai Jenisnya
Hindari buang sampah sembarangan dan bijaklah dalam mengelola sampah. Kamu bisa mulai kebiasaan mengelompokkan sampah di rumah menjadi beberapa kategori. Jenis sampah yang bisa kamu kelompokkan bisa sesuai dengan kategori yang dapat didaur ulang, tidak dapat di daur ulang, sampah basah, sampah kering, dan masih banyak lagi. Untuk memudahkan pengelompokan sampah ini kamu bisa coba melabeli atau memberi warna berbeda pada setiap tempat sampah.
Agar lebih mudah dikelola, kamu bisa memisahkan sampah menjadi beberapa kelompok, seperti sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, logam, dan kaca juga dapat dipisahkan agar lebih mudah disalurkan ke fasilitas daur ulang.
Untuk sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, kamu bisa menyetorkannya ke bank sampah. Jika tersedia di kotamu, manfaatkan juga layanan atau platform digital yang membantu proses pengumpulan dan pengelolaan sampah.
3. Ikut Menanam dan Merawat Pohon
Solusi dari berkurangnya ruang terbuka hijau, penggundulan hutan, dan pemanasan global tidak hanya bisa dilakukan melalui reboisasi dalam skala besar. Sebagai individu, kamu juga dapat berkontribusi dengan ikut program penanaman atau adopsi pohon.
Jika memiliki lahan terbatas, kamu bisa menanam tanaman di rumah, balkon, atau apartemen menggunakan konsep vertical garden. Tanaman juga dapat membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih hijau dan nyaman.
Yang terpenting, pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan jangan lupa merawatnya secara rutin. Dengan begitu, aktivitas menanam pohon tidak berhenti pada kegiatan menanam saja, tetapi dilanjutkan dengan menjaga tanaman agar tetap tumbuh.
4. Hemat Penggunaan Energi
Hemat energi yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan perhitungan juga mengusahakan penggunaan listrik sesuai kebutuhan. Penggunaan listrik secara berlebihan dapat merusak lingkungan hidup sehingga penting bagi kita untuk memilih berbagai alat elektronik dengan penggunaan listrik yang minim. Saat siang hari kamu bisa coba mematikan berbagai perangkat elektronik yang tidak digunakan kembali.
Selain mematikan perangkat yang tidak digunakan, kamu bisa memilih peralatan elektronik dengan label hemat energi. Manfaatkan pula cahaya dan sirkulasi udara alami pada siang hari agar penggunaan lampu dan pendingin ruangan dapat dikurangi.
Jika memungkinkan, kamu juga dapat mempertimbangkan penggunaan sumber energi terbarukan, misalnya memasang panel surya di rumah. Langkah ini memang membutuhkan pertimbangan biaya dan kondisi tempat tinggal, tetapi dapat menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis bahan bakar fosil.
5. Hemat Penggunaan Air
Air adalah elemen dasar yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup di bumi untuk bertahan. Perubahan iklim, kekeringan, dan pencemaran sumber air dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air bersih di berbagai wilayah. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mulai menghemat penggunaan air.
Kamu bisa memulainya dengan memperbaiki keran atau pipa yang bocor, menggunakan shower hemat air, serta tidak membiarkan air terus mengalir ketika sedang menyikat gigi. Air bekas mencuci pakaian atau aktivitas rumah tangga tertentu juga dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, selama kualitas airnya sesuai untuk penggunaan tersebut.
6. Pilih Transportasi yang Lebih Ramah Lingkungan
Saat ini terdapat pilihan alat transportasi ramah lingkungan yang digunakan untuk mengurangi polusi udara dan menghemat bahan bakar. Sebagi salah satu solusi atas masalah ini adalah dengan menggunakan alat transportasi publik sehingga penggunaan bahan bakar dapat menjadi lebih efektif dan efisien.
Selain transportasi publik, kamu bisa memilih berjalan kaki atau bersepeda untuk perjalanan jarak dekat. Kendaraan listrik juga menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan, terutama jika infrastruktur pengisian daya sudah memadai di wilayah tempat tinggalmu.
Dengan mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, kamu dapat membantu menekan emisi dan jejak karbon dari aktivitas perjalanan.
7. Kurangi Penggunaan Kertas
Cara melestarikan lingkungan berikutnya, yaitu dengan menekan penggunaan kertas. Pasalnya, kertas merupakan salah satu komponen penting di berbagai lini kehidupan baik itu industri perkantoran maupun pendidikan.
Meskipun bermanfaat bagi manusia, penggunaan kertas dengan jumlah yang besar di dunia ini kemudian menghasilkan masalah baru. Hal ini dapat terjadi karena akan dibutuhkan lebih banyak penebangan pohon sebagai bahan baku produksi kertas. Kita bisa coba untuk segera beralih dari kertas dengan mulai menerapkan teknologi tepat guna.
Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah menerapkan kebiasaan paperless. Gunakan dokumen digital, catatan elektronik, dan tanda tangan digital jika memungkinkan.
Jika harus mencetak dokumen, gunakan kertas pada kedua sisinya dan cetak hanya bagian yang benar-benar diperlukan. Kamu juga bisa memilih kertas yang memiliki kandungan bahan daur ulang untuk mengurangi penggunaan bahan baku baru.
8. Kurangi Penggunaan Bahan Kimia Berlebihan
Banyak hal di masa ini jadi serba cepat dan praktis karena bantuan bahan kimia. Faktanya bahan kimia ini bisa juga memberi dampak buruk bagi lingkungan. Dengan upaya pengurangan penggunaan bahan kimia maka kita bisa berkontribusi terhadap kualitas ekosistem hewan dan tumbuhan.
Saat penggunaan pestisida dilakukan secara berlebihan maka hal ini hanya akan membuat ekosistem di sekitarnya perlahan kian rusak, tanah semakin tak subur. Oleh karena itu untuk menyikapinya kamu bisa coba untuk mengusahakan menggunakan cara alami saat melakukan kegiatan yang senantiasa berhubungan dengan ekosistem.
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa memilih produk pembersih rumah tangga yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan bahan kimia sesuai takaran yang dianjurkan. Untuk merawat tanaman, kurangi penggunaan pestisida secara berlebihan dan pertimbangkan metode pengendalian hama yang lebih alami jika memungkinkan.
Kamu juga dapat lebih selektif memilih produk personal care dengan memperhatikan kandungan serta cara penggunaannya agar tidak menambah beban pencemaran lingkungan.
9. Dukung Perlindungan Hewan dan Habitatnya
Kita hidup di dunia ini bukan hanya berdampingan dengan sesama manusia lainnya tapi juga dengan beraneka ragam hewan. Penting juga bagi kita untuk menjaga dan merawat kelangsungan hidup hewan. Sebagai dampak dari kerusakan lingkungan, ada banyak hewan yang mendekati kepunahan. Untuk menghindari kepunahan hewan ini terjadi di masa depan kita bisa mendukung kelestarian satwa dengan tidak merusak ekosistem dan habitat alaminya.
Kamu juga bisa berkontribusi dengan mendukung program konservasi yang kredibel, tidak membeli produk yang berasal dari satwa dilindungi, serta tidak memelihara satwa liar secara sembarangan.
Kurangi pula penggunaan plastik sekali pakai karena sampah yang berakhir di sungai dan laut dapat membahayakan berbagai jenis satwa. Ketika berwisata di alam, hormati habitat hewan dengan tidak memberi makan satwa liar, tidak menyentuhnya, dan tidak membawa pulang bagian dari habitatnya.
10. Jangan Membakar Sampah
Langkah melestarikan lingkungan yang terakhir bisa kamu lakukan adalah menghindari pembakaran sampah. Sampah memang menjadi masalah bukan hanya tentang sampah yang tercecer sembarangan tapi juga soal pemusnahannya. Faktanya membakar sampah dapat mempengaruhi udara hingga menyebabkan polusi.
Salah satu jenis sampah yang berbahaya saat dibakar adalah limbah plastik. Hal ini dikarenakan pembakaran sampah plastik dapat memicu munculnya dioksin. Dioksin ini adalah salah satu zat berbahaya yang mampu mengancam kelestarian makhluk hidup. Partikel dioksin yang kecil ini akan sangat berbahaya jika terhirup lalu masuk ke dalam tubuh.
Karena itu, hindari membakar sampah rumah tangga, terutama plastik dan material lain yang dapat menghasilkan asap serta zat berbahaya. Sebagai gantinya, pilah sampah sesuai jenisnya dan salurkan sampah yang masih dapat dimanfaatkan ke bank sampah atau fasilitas pengelolaan sampah.
Untuk sampah yang tidak dapat didaur ulang, ikuti sistem pengelolaan sampah yang berlaku di wilayah tempat tinggalmu. Jika tersedia, kamu juga dapat memanfaatkan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) untuk membantu pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab.
Cobain Pengalaman Seru Menginap di Bobobox!

Cara melestarikan lingkungan bisa kita awali dari kebiasaan sehari-hari, tapi sesekali mengambil waktu untuk beristirahat dan menikmati suasana baru juga penting, lho. Jika kamu sedang membutuhkan suasana berbeda dari rutinitas, staycation bisa menjadi salah satu pilihan.
Ingin menyegarkan pikiran sambil tetap peduli lingkungan? Coba staycation di Bobocabin yang menawarkan cabin nyaman di tengah alam. Ada Smart Window yang bisa kamu atur transparansinya dan tersedia fasilitas tambahan lain seperti area api unggun, penyewaan mini proyektor, hingga layanan BBQ.
Baca Juga:
- Murah dan Ramah Lingkungan, Coba 7 Inspirasi DIY Dekorasi Imlek Ini untuk Mempercantik Rumahmu!
- Simak Destinasi Wisata Ramah Lingkungan di Dunia Berikut Ini, Ada Bali Loh!
- Mengenal Teknologi Ramah Lingkungan dan Contohnya
- Jadi Wisatawan Ramah Lingkungan dengan Terapkan Hal Ini!
Yuk, download aplikasi Bobobox dan temukan lokasi Bobocabin favoritmu! Spesial buat kamu, ada promo diskon 15% kalau langsung booking 2 cabin sekaligus, lho.
Promo ini berlaku untuk lokasi Baturaden, Dieng, Gunung Rinjani, Bunaken Hills, Sumba, Ijen, Kintamani, hingga Ubud. Tunggu apa lagi? Cus amankan kabinmu sekarang!
Header image by: Daria Trofimova via Unsplash




