Rekomendasi Kuliner Nonhalal di Semarang Buat Foodies!

26 Feb 2026

Rekomendasi Kuliner Nonhalal di Semarang Buat Foodies!

Penulis

Bobobox

Semarang dikenal sebagai Kota Pelabuhan yang sejak ratusan tahun lalu menjadi titik temu berbagai budaya. Tak heran jika kuliner nonhalal di Semarang berkembang begitu kuat, terutama karena pengaruh budaya Tionghoa yang berpadu dengan cita rasa Jawa. 

 

Dari hidangan peranakan legendaris hingga masakan babi dengan bumbu khas Nusantara, kota ini menawarkan pengalaman makan yang kaya rasa dan sejarah. Bagi pencinta makanan autentik, menjelajahi kuliner nonhalal di Semarang bukan sekadar urusan perut, tetapi juga cara mengenal sisi lain kota ini secara lebih mendalam.

 

Rekomendasi Kuliner Nonhalal Semarang

 

Sebagian besar kuliner nonhalal di Semarang tersebar di kawasan Pecinan, Kota Lama, hingga pusat kota. Setiap tempat punya karakter unik, mulai dari restoran kolonial legendaris hingga warung sederhana yang selalu ramai. Berikut rekomendasinya untuk kamu!

 

Toko Oen

 

View this post on Instagram

 

Toko Oen sering disebut sebagai salah satu restoran tertua dan paling ikonis di Kota Semarang. Toko Oen adalah ikon kuliner Semarang yang sudah berdiri sejak 1936. Menu nonhalalnya hadir dalam balutan nuansa kolonial, seperti sate babi, bestik lidah, hingga ragam es krim klasik. 

 

Harga makanan berkisar Rp35.000–Rp110.000 per porsi. Berlokasi di Jalan Pemuda dekat Kota Lama, tempat ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati vibe tempo dulu sambil mencicipi sajian legendaris yang rasanya relatif konsisten dari generasi ke generasi.

 

Nasi Campur Kencana

 

View this post on Instagram

 

Jika kamu mencari kuliner nonhalal di Semarang dengan cita rasa peranakan yang kuat, Nasi Campur Kencana layak masuk daftar. Sepiring nasi disajikan dengan samcan, lapchiong, daging babi panggang, dan telur. 

 

Rasa gurih-manisnya khas dan konsisten sejak puluhan tahun. Harga per porsi berada di kisaran Rp50.000–Rp75.000, dengan lokasi utama di kawasan Brumbungan. Tak heran jika tempat ini kerap dipadati pelanggan setia, terutama saat jam makan siang.

 

Asem-Asem Koh Liem

 

Sajian nonhalal berikutnya yang wajib kamu coba saat ke Semarang adalah Asem-Asem Koh Liem. Asem-asem Koh Liem terkenal dengan kuah asam segar yang ringan dan menyegarkan. Cabang nonhalalnya menyajikan asem-asem daging, sate babi, hingga sayur asin babi. Harga menu relatif terjangkau, mulai dari Rp25.000–Rp50.000 per porsi. 

 

Tempat ini sering direkomendasikan dalam berbagai kuliner non halal di Semarang review karena rasanya yang konsisten dan porsinya pas. Sajian ini cocok dinikmati sebagai menu makan siang yang ringan tanpa mengorbankan kelezatan.

 

Bakmi Hap Kie

 

View this post on Instagram

 

Beralih ke menu mie legendaris, Bakmi Hap Kie adalah pilihan tepat untuk pencinta mie klasik. Bakmi disajikan dengan topping kekian, bakso goreng, dan ayam, menghasilkan rasa gurih yang hangat. Harga per porsi berkisar Rp35.000–Rp63.000. 

 

Lokasinya berada di area Kranggan dan selalu ramai, terutama saat jam makan malam. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati hidangan sederhana dengan cita rasa comfort food khas peranakan.

 

Mie Titee Grajen

 

Berbeda dari mie kebanyakan, mie titee hadir dengan kuah manis gurih dan aroma bawang yang khas. Dilengkapi udang dan potongan daging babi, menu ini menjadi contoh Chinese food Semarang nonhalal yang unik. 

 

Harga seporsi mie titee berada di kisaran Rp43.000–Rp50.000, dengan lokasi utama di dekat Klenteng Grajen. Cita rasanya yang khas membuat mie titee sering dicari oleh wisatawan yang ingin mencoba kuliner peranakan autentik di Semarang.

 

Promo Bobopod Banner

 

Kedai Beringin

 

Kedai Beringin menawarkan menu chinese food yang lebih ringan dan cocok untuk sarapan atau makan siang. Nasi hainan, ayam saus mentega, hingga sapi lada hitam menjadi andalan. Harga makanan mulai dari Rp35.000–Rp53.000 per porsi. Karena menyajikan menu campuran, pastikan kamu mengonfirmasi pilihan nonhalal sebelum memesan.

 

Lapo Siagian

 

Bagi pencinta masakan Batak, Lapo Siagian menghadirkan babi goreng kriuk dan babi rica-rica dengan sambal khas. Rasa pedas dan gurihnya kuat, cocok disantap dengan nasi hangat. Harga menu berkisar Rp29.000–Rp46.000 per porsi, dengan lokasi di area Semarang Barat.

 

Mie Babah Liem

 

View this post on Instagram

 

Mie Babah Liem menawarkan pengalaman makan nonhalal dalam suasana modern. Menu seperti mie babi hong dan nasi campur babi disajikan dengan tampilan rapi dan rasa seimbang. Harga berkisar Rp45.000–Rp99.000 per porsi. Lokasinya di pusat perbelanjaan membuat tempat ini cocok untuk makan bersama keluarga.

 

Babi Rica Warung Toraja

 

Warung ini dikenal dengan babi rica bercita rasa Toraja yang pedas dan kaya rempah. Selain babi rica, tersedia juga sup babi dan lauk pendamping sederhana. Harga per porsi relatif ramah, mulai Rp25.000–Rp39.500. Meski tersembunyi di area ruko, tempat ini sering jadi tujuan utama pencinta rasa pedas.

 

Sebagai catatan, selain menu-menu di atas, Semarang juga dikenal dengan variasi hidangan seperti lumpia Semarang nonhalal, serta beberapa tempat yang menyajikan olahan babi khas daerah, meski babi guling Semarang tidak sepopuler di Bali. 

 

Ragam pilihan ini makin menegaskan posisi kuliner nonhalal di Semarang sebagai salah satu yang paling beragam di Jawa.

 

Bobopod Kota Lama, Tempat Istirahat Nyaman setelah Kulineran di Semarang

 

Berkunjung ke Kota Lama Semarang, Wisata Keluarga Sekaligus Nostalgia

 

Setelah seharian menjelajahi kuliner nonhalal di Semarang, memilih tempat menginap yang praktis dan strategis menjadi hal penting. Bobopod Kota Lama hadir sebagai akomodasi kapsul modern yang berlokasi dekat kawasan Pecinan dan Kota Lama, sehingga memudahkan kamu berpindah dari satu tempat makan ke tempat lainnya.

 

Bobopod menawarkan pengalaman menginap di pod futuristik dengan sistem akses QR code, pencahayaan nyaman, AC, serta WiFi gratis. Setiap pod dirancang untuk memberikan privasi maksimal, sementara fasilitas kamar mandi bersama dijaga kebersihannya secara rutin. Area komunalnya cocok untuk bersantai, merencanakan rute kuliner esok hari, atau sekadar beristirahat setelah perjalanan panjang.

 

Dengan lokasi yang dekat dengan banyak destinasi kuliner, Bobopod Kota Lama menjadi pilihan ideal bagi foodies yang ingin fokus menjelajah rasa tanpa harus memikirkan transportasi jauh. Untuk reservasi yang lebih praktis, kamu bisa memesan pod langsung melalui aplikasi Bobobox. 

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC

 

Baca Juga: 

 

 

Dari satu aplikasi, kamu dapat memilih tipe pod, melihat ketersediaan kamar, hingga memanfaatkan promo yang sedang berlangsung. Ini akan membuat pengalaman wisata kuliner di Semarang terasa lebih efisien dan nyaman.

 

Menjelajahi kuliner nonhalal di Semarang akan terasa makin lengkap jika dipadukan dengan tempat istirahat yang simpel, bersih, dan strategis. Dengan begitu, kamu bisa menikmati setiap sudut rasa kota ini tanpa terburu-buru, dan pulang dengan pengalaman kuliner yang benar-benar berkesan. Mulai rencanakan liburanmu dengan mengunduh aplikasi Bobobox di sini!

 

 

Featured photo: Instagram Toko Oen Semarang