7 Kota Terbengkalai di Dunia yang Menyimpan Sejarah Kelam

10 Aug 2026

7 Kota Terbengkalai di Dunia yang Menyimpan Sejarah Kelam

Penulis

Bobobox

Kota terbengkalai di dunia selalu menghadirkan rasa penasaran. Bangunan yang kosong, jalanan yang sunyi, hingga fasilitas yang terbengkalai selama bertahun-tahun, membuat tempat-tempat ini justru makin memiliki daya tarik. 

 

Sebagian berubah menjadi destinasi wisata sejarah, sementara lainnya masih tetap tutup demi alasan keselamatan maupun konservasi. Di balik suasananya yang menyerupai latar film, setiap kota memiliki kisah yang berbeda. 

 

Ada yang jadi ghost town karena alasan perang, bencana lingkungan, krisis ekonomi, hingga habisnya sumber daya alam. Artikel ini akan membahas beberapa kota terbengkalai di dunia yang menyimpan cerita menarik sekaligus menjadi pengingat akan berbagai peristiwa penting dalam sejarah.

 

7 Kota Terbengkalai di Dunia yang Menarik dan Misterius

 

Meski sudah tidak berpenghuni, beberapa kota terbengkalai di dunia ini masih dapat orang kunjungi sebagai destinasi wisata sejarah atau objek wisata dengan akses tertentu. 

 

 Hashima Island, Nagasaki, Japan-Kota terbengkalai
Photo: Jason Rost via Unsplash

 

1. Ordos Kangbashi, Tiongkok

 

Ordos Kangbashi di Mongolia Dalam, Tiongkok, sempat menyita perhatian dunia sebagai salah satu ghost city terbesar. Pemerintah setempat membangun kawasan ini pada awal 2000-an sebagai kota modern yang menawarkan apartemen, museum, taman, hingga gedung pemerintahan yang megah. 

 

Pesatnya industri batu bara kala itu berhasil mendorong para investor untuk menanamkan modal besar-besaran dalam proyek ini. Akan tetapi, tingginya harga properti dan laju pembangunan yang melampaui pertumbuhan jumlah penduduk membuat banyak hunian tidak segera terisi. 

 

Akibatnya, Kangbashi sempat menyandang reputasi sebagai kota modern yang sepi penduduk, meskipun para pengembang telah menyediakan infrastruktur yang sangat lengkap.

 

Berbeda dengan anggapan beberapa tahun lalu, kondisi Ordos Kangbashi kini mulai berubah. Pemerintah Tiongkok terus mendorong relokasi penduduk, pembangunan fasilitas pendidikan, serta pusat layanan publik. 

 

Jumlah penduduk pun meningkat secara bertahap sehingga kawasan ini tidak lagi sepenuhnya dapat disebut sebagai kota hantu. 

 

2. Wittenoom, Australia

 

Wittenoom di Australia Barat memiliki sejarah yang jauh berbeda. Kota ini berkembang pesat setelah menjadi pusat penambangan asbes biru (crocidolite) pada pertengahan abad ke-20. Aktivitas tambang sempat menjadi sumber ekonomi utama sekaligus menarik banyak pekerja beserta keluarganya untuk menetap.

 

Seiring waktu, berbagai penelitian membuktikan bahwa paparan serat asbes dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk kanker paru-paru dan mesothelioma. Risiko kesehatan tersebut membuat pemerintah Australia mulai menutup tambang, memindahkan penduduk, dan menghentikan berbagai layanan publik di kawasan tersebut.

 

Saat ini, pemerintah Australia Barat telah menghapus Wittenoom dari peta resmi mereka, dan juga melarang siapa pun untuk mengakses kawasan tersebut. Pasalnya, kontaminasi serat asbes yang parah dapat mengancam kesehatan dan nyawa siapa saja yang mendekat. 

 

Untuk meminimalkan bahayanya, pihak berwenang juga telah meratakan sebagian besar bangunan di sana. Tujuannya adalah untuk mencegah masyarakat atau penjelajah nekat memasuki area bekas permukiman ini.

 

Kisah Wittenoom menjadi pengingat bahwa perkembangan sebuah kota tidak hanya bergantung pada kekuatan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat yang tinggal di dalamnya.

 

3. Oradour-sur-Glane, Prancis

 

Berbeda dengan kota-kota lain dalam daftar ini, Oradour-sur-Glane tidak berpenghuni karena bencana alam, krisis ekonomi, atau habisnya sumber daya. Desa di wilayah Nouvelle-Aquitaine, Prancis, ini menjadi kosong akibat salah satu tragedi paling kelam pada masa Perang Dunia II.

 

Pada 10 Juni 1944, pasukan SS Nazi menyerang desa tersebut dan membantai 642 penduduk, termasuk perempuan dan anak-anak. Setelah peristiwa itu, bangunan, kendaraan, hingga berbagai barang milik warga bahkan tetap berada di tempatnya sebagai pengingat atas tragedi kemanusiaan tersebut.

 

Hingga kini, pemerintah Prancis sengaja mempertahankan reruntuhan Oradour-sur-Glane sebagai situs memorial nasional. Pemerintah juga telah membangun permukiman baru di dekat desa lama, serta memfungsikan kawasan bersejarahnya sebagai tempat edukasi agar generasi berikutnya dapat memahami dampak perang dan pentingnya menjaga perdamaian.

 

4. Varosha, Siprus

 

Sebelum menjadi kota kosong, Varosha merupakan kawasan resor paling bergengsi di Siprus. Pada dekade 1960–1970-an, wilayah ini terkenal dengan deretan hotel mewah, pantai berpasir, dan pusat hiburan yang menarik wisatawan dari berbagai negara. Sejumlah tokoh dunia, termasuk Elizabeth Taylor dan Brigitte Bardot, juga pernah berlibur di sini.

 

Situasi berubah drastis pada 1974 ketika konflik di Siprus memicu invasi militer Turki. Ribuan penduduk meninggalkan rumah mereka dalam waktu singkat dan militer kemudian menutup kawasan Varosha selama puluhan tahun.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mulai membuka kembali sebagian area Varosha untuk pejalan kaki dan wisatawan di bawah pengawasan ketat. Meski begitu, banyak bangunan hotel, apartemen, dan pertokoan masih terlihat kosong dan menjadi saksi bisu atas konflik yang belum terselesaikan ini.  

 

5. Pulau Hashima, Jepang

 

Pulau Hashima atau Gunkanjima (Pulau Kapal Perang) merupakan salah satu kota terbengkalai di dunia yang paling terkenal. Julukan tersebut berasal dari bentuk pulaunya yang menyerupai kapal perang kalau kita lihat dari kejauhan.

 

Pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, Hashima menjadi pusat penambangan batu bara bawah laut milik Mitsubishi. Luas pulaunya yang kecil pernah berpenghuni lebih dari 5.000 orang, menjadikannya salah satu kawasan dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia pada masanya.

 

Namun, ketika Jepang beralih dari batu bara ke minyak sebagai sumber energi utama pada 1970-an, aktivitas tambang mulai berhenti. Mitsubishi resmi menutup tambang pada 1974 dan seluruh penduduk meninggalkan pulau tersebut.

 

Kini, Hashima menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Prefektur Nagasaki. Wisatawan pun bisa mengunjungi beberapa jalur observasi yang pihak berwenang pastikan aman. Meski begitu, pengelola tetap menutup sebagian besar bangunan karena angin laut terus menerpa dan merapuhkan kondisinya selama puluhan tahun. 

 

Sejak 2015, UNESCO juga memasukkan Hashima ke dalam daftar Situs Warisan Dunia yang mengangkat sejarah industrialisasi Jepang pada era Meiji.

 

6. Seseña, Spanyol

 

Kota terbengkalai di dunia yang tak kalah populer adalah Seseña. Berada sekitar 35 kilometer di selatan Madrid, kota ini tersohor sebagai simbol perkembangan sektor properti Spanyol. Pada awal 2000-an, desain awal kawasan ini adalah kota satelit dengan ribuan unit apartemen, ruang terbuka, dan berbagai fasilitas penunjang.

 

Sayangnya, rencana ambisius tersebut terganggu oleh krisis properti yang melanda Spanyol pada 2008. Permintaan hunian anjlok, sementara banyak proyek belum terselesaikan. Akibatnya, ribuan apartemen kosong dan kawasan ini pun sempat mendapatkan julukan sebagai salah satu ghost town modern di Eropa.

 

Meski citra tersebut masih melekat, kondisi Seseña kini perlahan berubah. Sebagian apartemen telah berpenghuni dan sejumlah fasilitas umum juga kembali beroperasi. Namun, beberapa area masih menyisakan bangunan kosong yang menjadi pengingat akan dampak gelembung properti terhadap perkembangan sebuah kota.

 

7. Sanzhi Pod City, Taiwan

 

Sanzhi Pod City merupakan proyek resor futuristis yang berada di pesisir utara Taiwan pada akhir 1970-an. Kompleks ini terkenal berkat desain rumah berbentuk kapsul menyerupai piring terbang yang berbeda dari bangunan pada umumnya.

 

Tujuan awal proyek tersebut adalah kawasan vila liburan mewah. Namun, berbagai kendala finansial dan perubahan kondisi ekonomi membuat pembangunannya terhenti sebelum benar-benar selesai.

 

Beragam cerita mistis kemudian berkembang di masyarakat. Meskipun kisah tersebut membuat Sanzhi Pod City semakin populer, tidak ada bukti yang membenarkan berbagai rumor supranatural yang beredar.

 

Sebagian besar bangunan Sanzhi Pod City telah dibongkar pada 2010 sebagai bagian dari rencana penataan kawasan pesisir. Kini, lokasi tersebut telah berubah dan tidak lagi menampilkan deretan rumah kapsul yang dahulu menjadi ikon. Meski begitu, dokumentasi serta foto-foto lamanya masih sering muncul dalam pembahasan mengenai kota atau kawasan terbengkalai di dunia.

 

Jelajahi Destinasi Bersejarah dengan Menginap Nyaman di Bobopod

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Mengunjungi destinasi bersejarah atau kawasan unik tentu akan terasa lebih menyenangkan jika kamu menginap di tempat yang nyaman dan strategis. Apabila perjalananmu membawamu ke kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, atau Malang, Bobopod bisa menjadi pilihan untuk beristirahat setelah seharian berkeliling.

 

Baca Juga

 

Ingin menjelajahi destinasi unik dengan cerita menarik lainnya? Jangan lewatkan artikel berikut:

 

 

Bobopod menawarkan pengalaman menginap modern dengan desain pod yang nyaman, fasilitas smart room, WiFi gratis, serta lokasi yang dekat dengan berbagai destinasi wisata dan pusat transportasi. Cocok untuk solo traveler maupun teman perjalanan yang ingin mengeksplorasi kota tanpa repot.

 

Agar perjalananmu lebih hemat, manfaatkan promo BOOKEARLY dari Bobobox. Dengan melakukan pemesanan lebih awal, kamu berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga 20% untuk menginap di Bobopod pada periode tertentu sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

 

Yuk, rencanakan perjalananmu dari sekarang dan pesan pod favoritmu dengan  sekarang!

 

Header image by: Claudio Schwarz via Unsplash