Bayangkan sebuah kota besar dengan bangunan, jalan, serta berbagai fasilitas dan aktivitas setiap harinya justru kini berubah sunyi? Kota besar kosong di dunia seperti ini mungkin terdengar seperti latar film. Namun, beberapa di antaranya benar-benar ada dan menyimpan cerita menarik di balik kesunyiannya.
Untuk alasannya sendiri, ada berbagai hal yang dapat membuat penduduk meninggalkan sebuah kota. Mulai dari konflik, bencana alam, perubahan kondisi ekonomi, hingga biaya hidup yang semakin tinggi. Semua faktor ini sangat bisa mengubah kota yang sebelumnya ramai menjadi kawasan yang sepi.
Kendati demikian, beberapa kota yang kehilangan banyak penduduk ada kalanya justru menarik perhatian wisatawan. Sebab, kota-kota tersebut biasanya menawarkan pemandangan dan kisah yang berbeda dari destinasi pada umumnya.
Nah, penasaran kota mana saja yang pernah ramai, tetapi kini jauh lebih sunyi? Yuk, sini Bob ajak menjelajahi kota-kota besar kosong di dunia, sekaligus cari tahu cerita di balik ditinggalkannya kota-kota tersebut!
10 Kota Besar Kosong di Dunia yang Menyimpan Cerita Unik

1. Wittenoom, Australia
Kota besar pertama yang harus menelan pil pahit ditinggal oleh penduduknya adalah Wittenoom, Australia. Kota ini pada awalnya merupakan kota tambang di Australia Barat yang selama tahun 1950-an dan awal 1960-an menjadi satu-satunya pemasok asbes biru di Negeri Kanguru.
Wittenoom sempat berkembang pesat seiring tingginya permintaan asbes, tetapi aktivitas penambangan akhirnya berhenti pada 1966 karena alasan ekonomi. Setelah itu, pemerintah Australia Barat mulai mengurangi aktivitas di kota tersebut pada akhir 1970-an karena risiko kesehatan akibat kontaminasi asbes.
Jadi, selain karena permintaan asbes yang menurun, paparan asbes beracun juga menjadi alasan lainnya kenapa kota besar ini ditinggalkan. Dengan ditutupnya kota tersebut secara resmi pada tahun 2007 silam, para penduduknya pun mulai mencari pekerjaan ke kota-kota besar lainnya.
2. Ordos Kangbashi, Tiongkok
Investasi tinggi terhadap sebuah kota besar tentunya diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik untuk memikat banyak orang agar tertarik memiliki hunian atau tempat tinggal di kota tersebut.
Namun, hal itu nyatanya tidak dialami oleh Ordos Kangbashi di Tiongkok. Pada awal tahun 2000-an, kawasan ini mulai berkembang menjadi kota baru dengan dukungan pesatnya industri batu bara di Ordos. Pembangunan properti dan berbagai fasilitas pun dilakukan dalam skala besar.
Hanya saja, sekitar tahun 2010, pajak properti di Ordos Kangbashi menjadi semakin tinggi sehingga membuat banyak keluarga mengurungkan niat untuk bermukim di sini dan lebih memilih pindah ke kota besar yang lain. Ordos Kangbashi pun akhirnya kosong hingga saat ini.
3. Varosha, Siprus
Kota besar berikutnya ini ditinggalkan oleh penduduknya bukan karena mahalnya pajak properti seperti halnya Ordos, melainkan terjadi akibat invasi yang dilakukan oleh Turki ke Siprus.
Pada tahun 1970-an, Varosha merupakan salah satu tempat wisata populer yang dimiliki oleh Siprus. Namun, pada tahun 1974, pasukan Turki mengambil alih kawasan tersebut sehingga penduduknya mengungsi dan Varosha pun ditutup serta dipagari.
Hal tersebut membuat kawasan ini lama tidak berpenghuni dan akses ke area berpagar juga sangat terbatas. Dalam artian, hanya kalangan tertentu yang diperbolehkan untuk masuk. Kendati demikian, sebenarnya sudah pernah ada upaya untuk merevitalisasi kota ini, tetapi akhirnya berujung sia-sia.
4. Bodie, California, Amerika Serikat
Bodie di California, Amerika Serikat, menjadi kota besar lainnya yang ditinggal oleh penduduknya. Kota besar satu ini terkenal akan keindahan lokasinya dan adanya tambang emas pada tahun 1850-an.
Namun, hal tersebut tidak bertahan lama. Pasalnya, produksi emas terus menurun sejak akhir abad ke-19, ditambah dengan kebakaran hebat pada tahun 1932 membuat Bodie mulai ditinggalkan.
Tak heran, Bodie yang kini kosong kerap kali dijuluki sebagai kota hantu. Kendati demikian, salah satu kota besar kosong di dunia ini berhasil menarik puluhan ribu wisatawan setiap tahunnya.
5. Centralia, Amerika Serikat
Kota besar selanjutnya ini termasuk salah satu kota yang akhirnya kosong akibat sebuah bencana yang terjadi pada tahun 1962. Pada tahun tersebut, kebakaran di tempat pembuangan sampah kota merambat ke tambang batu bara bawah tanah di Centralia, Pennsylvania.
Akibatnya pun tidak tanggung-tanggung. Kebakaran tersebut berlangsung selama lebih dari 60 tahun dan masih menyala hingga kini. Mengerikannya lagi adalah perkiraan bahwa api di bawah tanahnya masih akan terus menyala sampai ratusan tahun ke depan.
Dengan kondisi yang semakin tidak terkendali akibat munculnya gas berbahaya, termasuk karbon monoksida, penduduk di Centralia pun secara bertahap meninggalkan kota hingga kini hanya tersisa segelintir penduduk.
6. Nagoro, Jepang
Sebenarnya, Nagoro sendiri tidak bisa dikategorikan sebagai kota besar. Pasalnya, Nagoro ‘hanya’ sebuah desa terpencil di Jepang dengan penduduk yang jumlahnya terus menyusut hingga hanya tersisa beberapa orang.
Seiring bertambahnya usia penduduk dan banyaknya generasi muda yang pindah ke kota untuk bekerja, desa ini pun secara perlahan ditinggalkan.
Walaupun begitu, daya tarik dari Nagoro terletak pada ratusan boneka yang ‘menghuni’nya. Boneka-boneka tersebut menyerupai warga desa yang telah meninggal atau pindah, yang merupakan hasil karya dari Ayano Tsukimi, satu dari segelintir penduduk yang masih tinggal di Nagoro.
7. Pripyat, Ukraina
Jika kamu tidak mengetahui kota besar satu ini, maka mungkin serial televisi Chernobyl yang dirilis pada tahun 2019 bisa membantu. Dari bencana tersebut, kota yang terkena dampak hebatnya adalah Pripyat, Ukraina.
Bencana Chernobyl terjadi akibat kecelakaan dan ledakan di Reaktor 4 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl pada 26 April 1986. Kecelakaan tersebut menyebabkan pelepasan material radioaktif dalam jumlah besar dan menimbulkan dampak kesehatan serta lingkungan dalam jangka panjang.
Peristiwa tersebut membuat sekitar 49.000 penduduk Pripyat terpaksa harus ‘angkat kaki’, dan hingga kini, baik Chernobyl maupun Pripyat masih tetap kosong tidak terurus.
8. Craco, Italia
Craco menjadi kota besar berikutnya yang akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya. Seringnya bencana alam yang melanda kota di daerah Basilicata, Italia ini menjadi penyebabnya.
Mulai dari tanah longsor, banjir bandang, hingga gempa bumi sering melanda Craco. Tidak heran jika akhirnya penduduknya memilih untuk hijrah ke kota lain.
Kemudian, pada sekitar tahun 1960-an, bencana alam besar kembali menerjang Craco, sehingga setelah saat itu, kota tersebut pun akhirnya benar-benar ditinggalkan oleh penduduknya.
9. Houtouwan, Tiongkok
Sama seperti halnya Nagoro, Houtouwan pun sebenarnya tidak bisa dikategorikan sebagai kota besar. Walaupun begitu, Houtouwan termasuk salah satu dari banyak tempat yang akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya.
Dijuluki sebagai Desa Nelayan, Houtouwan sendiri berada di Pulau Shengshan, Tiongkok. Dulunya, desa ini dihuni oleh kurang lebih 2.000 orang. Namun, hal tersebut tidak bertahan lama, karena pada tahun 1990-an, penduduk Houtouwan perlahan meninggalkan desa tersebut.
Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, antara lain kondisi ekonomi yang semakin sulit, buruknya fasilitas pendidikan, dan kawasannya yang sulit dijangkau.
10. Oradour-sur-Glane, Prancis
Kota besar terakhir yang akhirnya kosong adalah Oradour-sur-Glane di Prancis. Sebenarnya, kota ini bukan kosong karena ditinggalkan penduduknya, melainkan kosong lantaran tragedi yang terjadi pada masa Perang Dunia II.
Pada tanggal 10 Juni 1944, pembantaian massal terjadi dan merenggut sekitar 643 nyawa penduduk. Sekarang, kota tak berpenghuni ini menjadi saksi bisu Perang Dunia II. Pemerintah Prancis memutuskan untuk mempertahankan reruntuhan Oradour-sur-Glane sebagai memorial, sehingga tidak membangunnya kembali seperti semula.
Baca Juga
- Villa Soekarno Puncak, Jejak Sejarah dan Misteri di Riung Gunung Bogor
- 7 Spot Wisata Bekas Syuting Film Horor Paling Seram
- 11 Rumah Paling Angker di Indonesia, Cocok Buat Uji Nyali!
- Desa Trunyan: Tempat di Bali dengan Tradisi Pemakaman Unik
Dari Kota Sunyi ke Pod Nyaman, Saatnya Istirahat di Bobopod!

Menjelajahi kota-kota besar kosong di dunia yang menyimpan kisah unik tentu bisa menjadi pengalaman yang seru. Nah, berbicara mengenai penjelajahan, tentunya kamu membutuhkan tempat nyaman untuk melepas penat setelah berwisata ke sana-sini.
Jika tujuan wisatamu masih di Indonesia, misalnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Solo, atau Semarang, maka Bobopod bisa menjadi pilihan terbaik.
Meski mengusung konsep hotel kapsul futuristik, menginap di sini tidak mahal, kok. Jadi, sangat cocok untuk kamu yang ingin beristirahat dengan nyaman tanpa membuat bujet liburan membengkak.
Bobopod menawarkan pengalaman menginap di dalam pod modern dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti AC, Wi-Fi, Mood Lamp yang bisa diatur sesuka hati, dan Bluetooth speaker. Kamu juga bisa mengakses pod secara praktis menggunakan QR key melalui aplikasi Bobobox, sehingga kamu tidak perlu repot-repot membawa room card.
Bagaimana? Sudah menemukan kota yang ingin kamu jelajahi? Nah, sekarang tinggal siapkan tempat rehatnya, yaitu di Bobopod oleh Bobobox! Kamu bisa melakukan reservasi pod dengan mudah melalui aplikasi Bobobox yang tersedia gratis untuk Android dan iOS.
Maka dari itu, yuk, jangan ditunda-tunda lagi, download aplikasi Bobobox dan pilih pod favorit untuk melengkapi keseruan petualanganmu!
Header image by: Bryan Dijkhuizen via Unsplash




