Investasi dan Perencanaan Keuangan, Karyawan Wajib Tahu!

23 Aug 2026

Investasi dan Perencanaan Keuangan, Karyawan Wajib Tahu!

Penulis

Bobobox

Menjadi karyawan dengan penghasilan tetap bukan berarti urusan keuangan bisa berjalan mulus begitu saja. Setiap bulan, ada berbagai kebutuhan yang perlu kamu penuhi. Jadi, investasi dan perencanaan keuangan penting dilakukan agar penghasilan dapat dikelola dengan bijak. 

 

Tanpa pengelolaan yang baik, penghasilan yang diterima bisa-bisa habis sebelum waktunya. Dengan mengatur pemasukan dan pengeluaran secara bijak, kamu bisa lebih siap menghadapi kebutuhan di masa depan sekaligus memiliki kesempatan untuk mengembangkan aset. 

 

Sayangnya, kesadaran mengenai perencanaan keuangan belum sepenuhnya merata. Berdasarkan data survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya 12,6 persen masyarakat Indonesia yang memiliki perencanaan keuangan. Itu pun merupakan data umum untuk keseluruhan masyarakat, belum mengerucut pada karyawan.

 

Lantas, bagaimana cara karyawan mengatur keuangan dengan baik sekaligus mulai berinvestasi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

 

Tips Investasi dan Perencanaan Keuangan untuk Karyawan

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkum empat langkah yang bisa kamu terapkan untuk mulai menyusun soal investasi dan perencanaan keuangan milikmu. Berikut tipsnya:

 

Membuat Tujuan Keuangan yang Ingin Dicapai

 

Solo Traveling Tips: How to Enjoy Trip Better by Yourself
Photo: Pixabay

 

Hal pertama yang perlu kamu lakukan saat hendak merencanakan investasi dan keuangan adalah membuat tujuan. Tentukan dalam beberapa tahun ke depan apa yang ingin kamu capai. Bisa dalam jangka waktu panjang maupun pendek.

 

Misalnya, lima tahun dari sekarang kamu harus memiliki tabungan sebesar Rp30.000.000. Atau misalnya, dalam 10 tahun ke depan kamu harus sudah bisa membeli rumah sendiri.

 

Dengan membuat tujuan, kamu jadi tahu apa yang perlu kamu lakukan dalam jangka waktu yang telah kamu rencanakan. Namun, perlu kamu ingat bahwa tujuan tersebut haruslah bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan memiliki jangka waktu yang jelas.

 

Memeriksa Kondisi Keuangan saat Ini

 

Setelah membuat tujuan keuangan, hal yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah melihat kondisi keuanganmu saat ini. Buat pendataan keadaan keuangan kamu agar kamu bisa melihat perbedaan antara tujuan dan keadaan sekarang. Perbedaan ini bisa kamu cek dengan melakukan pencatatan alur uang masuk dan keluar.

 

Selain itu, perhatikan juga keadaan-keadaan lain, seperti status perkawinan, jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, dan lain-lain.

 

Buat Rincian Alokasi Dana untuk Investasi dan Tabungan

 

Dompet-Uang-Duit-Rupiah
Photo: Bady Abbas via Unsplash

 

Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah membuat rincian ke mana uang kamu akan dialokasikan. Misalnya, dari penghasilan sebesar Rp5.000.000, kamu perlu mengeluarkan Rp1.000.000 untuk tabungan menikah, Rp500.000 untuk tabungan rumah, dan lain sebagainya.

 

Untuk lebih memudahkan, kamu bisa menggunakan cara yang disarankan oleh Elizabeth Warren, seorang perencana keuangan asal Amerika. Cara yang ia rekomendasikan yaitu konsep 50/30/20. Artinya, gunakan 50% untuk pengeluaran rutin kamu, seperti makan, cicilan, belanja bulanan, dan lain-lain.

 

Selanjutnya, gunakan 30% penghasilan kamu untuk biaya tambahan. Biaya ini biasanya berkaitan dengan kegiatan hiburan, seperti nonton di bioskop, makan di restoran, belanja buku, belanja pakaian, dan masih banyak lagi.

 

Terakhir, Elizabeth menyarankan untuk menggunakan 20% dari penghasilanmu untuk investasi. Hal inilah yang nantinya akan membantu kamu mencapai tujuan keuanganmu.

 

Mereview Perkembangan Pencapaian Target secara Berkala

 

Setiap setahun sekali, kamu bisa melakukan pengecekan perkembangan rencana keuangan yang telah kamu buat sebelumnya, apakah sudah sesuai jalur atau belum. Sebab selama proses menabung dan berinvestasi, kamu tentunya akan menemukan sejumlah kendala tertentu.

 

Misalnya, saat kamu harus menggunakan uang tabungan dan investasi yang telah kamu kelola dengan baik di saat-saat tak terduga. Ya, hal-hal seperti ini seringnya memang tidak bisa diprediksi. Contohnya, biaya rumah sakit, servis kendaraan, perbaikan bagian rumah yang rusak, dan lain-lain.

 

Nah, setelah melakukan review, ke depannya kamu dengan sendirinya pasti akan bisa “beradaptasi” dan melakukan perencanaan yang jauh lebih baik dan matang.

 

Jenis-Jenis Investasi dan Perencanaan Keuangan untuk Karyawan

 

Setelah kamu memiliki perencanaan yang matang, sekarang saatnya berinvestasi. Jika kamu adalah seorang karyawan dengan upah minimum regional, mungkin sekilas akan terlihat sulit untuk melakukan investasi. Apalagi kalau kamu pun perantau yang harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal.

 

Terkait hal ini, Budi Raharjo, perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning, mengatakan bahwa setidaknya seorang karyawan harus memiliki tabungan sebesar tiga bulan gaji pokok untuk bisa memulai investasi.

 

Jadi, jika kamu memiliki penghasilan sebesar Rp5.000.000 per bulan, setidaknya kamu harus menabung sebanyak Rp15.000.000 terlebih dahulu. Sebab, apabila kamu nekat berinvestasi dengan modal yang minim, kamu pasti akan kesulitan mengoptimalkan uang yang kamu miliki.

 

Nah, berikut beberapa jenis investasi menarik yang bisa kamu coba sebagai seorang karyawan:

 

Emas

 

emas, investasi untuk karyawan
Photo: Robert Lens via Pexels

 

Emas adalah jenis investasi yang stabil dari masa ke masa. Meskipun terjadi inflasi, deflasi, atau resesi, nilai emas cenderung sama. Ini menjadikan emas sebagai salah satu jenis investasi yang paling diminati.

 

Kamu bisa memilih jenis emas yang ingin kamu gunakan sebagai investasi. Bisa berupa emas Antam yang bersertifikat, UBS, emas pasar, emas koin (dinar), atau tabungan emas di Pegadaian.

 

Reksa Dana

 

reksa dana saham, investasi karyawan
Photo: AlphaTradeZone via Pexels

 

Kalau kamu belum mengerti tentang saham, tetapi tetap ingin mencobanya, maka kamu bisa mulai dari investasi reksa dana. Cara kerja reksa dana adalah kamu menjadi investor bersama orang lain yang juga berinvestasi untuk mereka yang membutuhkan modal. Dengan kata lain, sistemnya seperti patungan untuk membantu orang lain berbisnis.

 

Jadi, kamu tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak uang sebagai modal. Terlebih, keuntungannya pun bisa lumayan besar jika kamu menemukan reksa dana yang tepat.

 

Waralaba

 

Sebagai seorang karyawan, tentunya kamu memiliki waktu yang terbatas, padahal mungkin saja kamu punya keinginan untuk berbisnis. Jika situasimu seperti ini, maka salah satu jenis investasi yang bisa kamu pilih adalah waralaba.

 

Waralaba meminimalisir banyak faktor yang diperlukan untuk memulai bisnis, seperti riset produk, marketing, dan membangun brand awareness. Jadi, kamu hanya perlu menjalankannya saja.

 

Properti

 

properti, investasi untuk karyawan
Photo: Kindel Media via Pexels

 

Meski bagus, jenis investasi yang satu ini cenderung memakan waktu yang lama dan sulit dilakukan oleh pemula. Apalagi kalau kamu baru saja menyelesaikan tabungan tiga bulan gaji kamu. Memang betul nilai properti dari tahun ke tahun semakin naik. Akan tetapi, untuk memulainya pun dibutuhkan modal yang besar.

 

Selain itu, tingkat kesulitan menjual properti juga lebih tinggi, sehingga lebih cocok untuk kamu jadikan sebagai investasi jangka panjang bila tertarik mencobanya.

 

Tabungan

 

Investasi yang satu ini bisa dibilang yang paling tradisional. Sebab, kamu cukup menyisihkan sebagian penghasilanmu untuk disimpan sebagai tabungan. Bagi kebanyakan orang, cara ini bisa berhasil dengan mudah sehingga cocok untuk diterapkan oleh siapa saja. Terutama bagi kamu yang masih takut dengan model investasi yang lain.

 

Kendati demikian, ada kelemahan dari mengandalkan investasi jenis tabungan, yaitu inflasi. Sebab setiap tahun nilai sebuah mata uang selalu punya risiko melemah. Maka dari itu, jumlah yang kamu simpan sekarang bisa jadi tidak akan sama dengan jumlahnya 10 tahun kemudian.

 

Baca Juga:

 

 

Yuk, Investasi Tenaga dan Energi Bareng Bobobox!

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC - hotel kapsul di indonesia
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Berbicara soal investasi dan perencanaan keuangan, investasi sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan uang. Menjaga kesehatan serta mengelola energi juga merupakan bentuk investasi untuk diri sendiri. 

 

Jadi, di tengah kesibukan bekerja sembari mengatur keuangan, jangan lupa juga memberi tubuh kamu waktu untuk beristirahat dengan cukup.

 

Nah, kalau mulai bosan dengan suasana rumah, sesekali kamu bisa mampir ke rumah Bob dan merasakan sensasi menginap yang berbeda, lho! Bobobox hadir dengan memprioritaskan kenyamanan kamu sebagai hal yang utama lewat Bobopod.

 

Mengusung hotel kapsul, Bobopod oleh Bobobox tetap dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni. Beberapa di antaranya, seperti kasur king size, lampu LED yang bisa kamu atur sesuai keinginan, hingga kunci kamar QR code yang terhubung langsung dengan smartphone milikmu. Keren, kan?

 

Cara memesan kamarnya pun sangat mudah. Kamu bisa mengunjungi situs Bobobox atau mengunduh aplikasinya secara gratis melalui platform Android maupun iOS. Jadi, setelah sibuk bekerja dan merencanakan masa depan, saatnya kamu mengisi kembali tenaga serta energi bareng Bobobox!

 

Featured Photo: Towfiqu Barbhuiya via Pexels