Hidden gems Indonesia selalu berhasil menarik perhatian para pencinta wisata yang ingin merasakan pengalaman berbeda dari destinasi populer. Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menyimpan banyak tempat indah yang belum ramai wisatawan.
Mulai dari pantai berpasir putih, danau unik, hingga pulau-pulau kecil dengan laut sebening kristal, setiap daerah memiliki pesonanya sendiri yang layak untuk kita jelajahi.
Meski beberapa di antaranya memerlukan perjalanan lebih panjang, pengalaman yang kita dapat sering kali sepadan dengan usaha yang kita keluarkan. Jika kamu sedang mencari referensi destinasi yang menawarkan suasana tenang sekaligus panorama memukau, jawabannya ada di ulasan berikut ini!
10 Hidden Gems Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu

Berikut rekomendasi hidden gems Indonesia yang bisa masuk daftar liburanmu berikutnya.
1. Pulau Kakaban, Kalimantan Timur
Terletak di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Pulau Kakaban menjadi salah satu hidden gems Indonesia yang paling unik. Pulau ini tersohor sebagai surga bagi penyelam dan pencinta snorkeling karena memiliki perairan yang jernih serta ekosistem bawah laut yang masih terjaga.
Daya tarik utamanya adalah Danau Kakaban, sebuah danau purba yang terbentuk dari kombinasi air hujan dan rembesan air laut melalui batuan karst. Kondisi tersebut menciptakan habitat yang sangat khas dan hanya bisa kamu temukan di beberapa tempat di dunia.
Di dalam danau ini hidup empat spesies ubur-ubur, termasuk golden jellyfish dan moon jellyfish, yang telah berevolusi selama ribuan tahun hingga kehilangan kemampuan menyengat. Karena itulah, pengunjung dapat berenang bersama ubur-ubur tersebut dengan tetap mengikuti aturan konservasi yang berlaku.
Selain ubur-ubur tidak menyengat, kawasan Kepulauan Derawan juga memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi, mulai dari penyu hijau, pari manta, hingga terumbu karang yang menjadi habitat ratusan spesies ikan tropis.
Untuk menjaga kelestarian ekosistem, wisatawan sebaiknya tidak menggunakan tabir surya yang mengandung bahan kimia berbahaya saat berenang di Danau Kakaban maupun lokasi snorkeling.
2. Kepulauan Kei, Maluku
Jika membayangkan pantai tropis dengan pasir putih selembut tepung dan laut berwarna biru jernih, Kepulauan Kei di Maluku adalah salah satu destinasi yang patut kamu pertimbangkan. Alih-alih destinasi populer lainnya di Indonesia Timur, kawasan ini masih relatif sepi sehingga suasananya terasa lebih tenang.
Salah satu ikon wisata di sini adalah Pantai Ngurtafur yang terkenal dengan fenomena pasir timbul sepanjang sekitar dua kilometer. Jalur pasir putih tersebut membelah laut dan hanya muncul ketika kondisi air laut sedang surut, sehingga menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.
Pantai ini juga menjadi salah satu lokasi persinggahan burung pelikan Australia yang bermigrasi pada musim tertentu. Selain pantainya, Kepulauan Kei memiliki Goa Hawang di Pulau Kei Kecil. Goa alami ini menawarkan kolam berair sangat jernih dengan stalaktit dan stalagmit yang menghiasi bagian dalamnya.
Tidak jauh dari sana, terdapat Pulau Bair yang sering mendapat julukan sebagai "Raja Ampat mini". Hal tersebut berkat adanya gugusan pulau karst serta air laut berwarna hijau toska yang memanjakan mata.
Masyarakat Kei juga masih memegang teguh tradisi adat Larvul Ngabal, yaitu hukum adat yang mengatur kehidupan sosial masyarakat setempat. Saat berkunjung, wisatawan sebaiknya menghormati aturan adat, menjaga kebersihan pantai, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai agar keindahan kawasan ini tetap lestari.
3. Kepulauan Widi, Maluku Utara
Berikutnya ada Kepulauan Widi yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kawasan ini terdiri dari puluhan pulau kecil yang sebagian besar belum berpenghuni, sehingga menawarkan suasana liburan yang jauh dari keramaian.
Hamparan pasir putih, laut berwarna biru kehijauan, dan terumbu karang yang masih alami membuat Kepulauan Widi menjadi lokasi favorit untuk snorkeling, diving, hingga island hopping.
Tak hanya menawarkan panorama laut yang indah, kawasan ini juga menjadi habitat berbagai satwa liar, seperti burung laut dan beberapa spesies penyu yang sesekali terlihat bertelur di pantainya.
Bagi penggemar memancing, Kepulauan Widi juga menjadi salah satu spot sport fishing di Indonesia. Perairannya menjadi habitat ikan pelagis seperti tuna sirip kuning (yellowfin tuna), tuna gigi anjing (dogtooth tuna), hingga ikan layar.
Meski sempat mendapat sorotan internasional karena rencana pelelangan hak pengelolaan kawasan pada 2022, Kepulauan Widi tetap berstatus sebagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, aktivitas wisata yang berlangsung tetap mengikuti ketentuan pemerintah daerah serta pengelola setempat.
Sebelum berkunjung, sebaiknya cek terlebih dahulu akses transportasi dan ketersediaan operator wisata. Ini karena fasilitas di kawasan ini masih terbatas daripada destinasi populer lainnya.
4. Pulau Weh, Aceh
Pulau Weh merupakan pulau paling barat Indonesia sekaligus lokasi Kota Sabang berada. Selain terkenal dengan Monumen Nol Kilometer Indonesia, pulau vulkanik ini juga menyimpan berbagai pesona alam yang membuatnya layak masuk daftar hidden gems Indonesia.
Karakter tanah vulkaniknya menciptakan bentang alam yang subur dengan hutan tropis yang masih hijau di beberapa kawasan. Di sisi lain, garis pantainya menampilkan batuan vulkanik yang berpadu dengan laut berwarna biru jernih.
Bagi pencinta wisata bahari, Taman Laut Pulau Rubiah menjadi destinasi yang tidak boleh kamu lewatkan. Perairannya menyimpan berbagai jenis terumbu karang, ikan karang berwarna-warni, hingga biota laut lainnya yang dapat kamu nikmati melalui aktivitas snorkeling maupun diving.
Selain keindahan alamnya, Pulau Weh juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Kamu masih dapat menemukan sisa-sisa benteng peninggalan Belanda dan Jepang yang menjadi saksi perjalanan sejarah kawasan ini.
Pulau Weh juga menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Sabang Marine Festival dan berbagai kegiatan wisata bahari yang memperkenalkan kekayaan bawah laut Aceh. Waktu terbaik untuk menikmati aktivitas snorkeling dan diving umumnya berlangsung pada musim kemarau ketika visibilitas bawah laut lebih baik dan ombak cenderung lebih tenang.
5. Pantai Ngetun, Yogyakarta
Yogyakarta memang identik dengan Malioboro atau Pantai Parangtritis. Namun, jika ingin menikmati suasana pantai yang lebih tenang, Pantai Ngetun di Kabupaten Gunungkidul bisa menjadi pilihan.
Pantai ini tersembunyi di balik perbukitan hijau sehingga belum seramai destinasi wisata pantai lainnya. Nama "Ngetun" sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti "mengintip", karena keindahan pantainya baru terlihat setelah melewati perbukitan.
Sesampainya di lokasi, kamu akan menyaksikan hamparan pasir putih yang berpadu dengan tebing karst khas Gunungkidul. Di sisi pantai, juga terdapat sebuah pulau karang kecil yang membuat pemandangannya makin menarik untuk kamu abadikan.
Suasananya yang relatif tenang membuat Pantai Ngetun cocok untuk bersantai, menikmati panorama matahari terbit, atau sekadar mendengarkan deburan ombak.
Karena ombak di pesisir selatan Yogyakarta cukup kuat, wisatawan sebaiknya tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai dan selalu mematuhi arahan petugas setempat. Sebelum berangkat, pastikan juga kondisi cuaca mendukung karena akses menuju Pantai Ngetun melewati jalan perbukitan yang cukup menantang.
Baca Juga
- Diving: Persiapan Penting agar Menyelam Lebih Aman dan Nyaman
- Snorkeling Pangandaran: Aktivitas Seru untuk Liburan Keluarga
- Telaga Sunyi, Hidden Gem Baturraden dengan Air Jernih Memesona
- Gunung Manado Tua, Pulau Vulkanik Eksotis di Bunaken
6. Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur
Jika mencari hidden gems Indonesia yang menawarkan pengalaman berbeda, Danau Labuan Cermin di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, layak masuk daftar perjalananmu. Danau ini terkenal karena kejernihan airnya yang luar biasa hingga dasar danau dapat terlihat dengan jelas, seolah-olah sedang memandang sebuah cermin raksasa.
Keunikan lainnya adalah fenomena air dua rasa atau meromictic lake. Lapisan permukaan danau merupakan air tawar yang berasal dari mata air dan hujan, sedangkan lapisan bawahnya merupakan air asin akibat rembesan dari laut. Perbedaan massa jenis kedua lapisan tersebut membuat air tidak mudah bercampur sehingga menciptakan efek visual yang sangat unik.
Pengunjung biasanya menikmati keindahan danau dengan berenang, snorkeling, atau menaiki perahu kecil yang warga setempat sewakan.
Berhubung ekosistem Danau Labuan Cermin juga cukup sensitif, pengunjung wajib menjaga kejernihan airnya. Hindari membuang sampah maupun memakai sabun dan sampo sewaktu berenang, ya! Ingat, tugas kita bersama adalah menjaga kelestarian danau indah ini demi masa depan generasi berikutnya.
7. Danau Napabale, Sulawesi Tenggara
Masih berbicara tentang danau yang unik, Sulawesi Tenggara memiliki Danau Napabale di Kabupaten Muna. Berbeda dari danau pada umumnya, danau ini terhubung langsung dengan laut melalui sebuah terowongan alami pada tebing batu kapur.
Saat air laut pasang, air mengalir melalui terowongan tersebut dan memenuhi kawasan danau. Sebaliknya, ketika air surut, pengunjung dapat melewati lorong alami tersebut menggunakan perahu kecil atau bahkan berjalan kaki pada kondisi tertentu untuk menuju laut lepas.
Pemandangan tebing karst yang mengelilingi danau berpadu dengan air berwarna hijau kebiruan menciptakan panorama yang sangat memanjakan mata.
Selain menikmati pemandangan, wisatawan juga dapat menjelajahi kawasan sekitar menggunakan perahu milik warga setempat. Datanglah pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu terik sehingga pengalaman menjelajahi danau terasa lebih nyaman sekaligus menghasilkan pencahayaan terbaik untuk berfoto.
8. Air Terjun Sipiso-Piso, Sumatra Utara
Air Terjun Sipiso-Piso merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 120 meter. Lokasinya berada di Kabupaten Karo, tidak jauh dari kawasan Danau Toba, sehingga sering menjadi destinasi tambahan bagi wisatawan yang sedang menjelajahi Geopark Kaldera Toba.
Nama "Sipiso-Piso" berasal dari bentuk aliran airnya yang tampak ramping dan tajam menyerupai pisau. Dari gardu pandang, pengunjung dapat menikmati panorama air terjun dengan latar belakang perbukitan hijau serta sebagian kawasan Danau Toba.
Bagi yang ingin melihat air terjun dari dekat, tersedia jalur trekking berupa anak tangga menuju dasar lembah. Meski cukup menguras tenaga, pemandangan yang tersaji di sepanjang perjalanan membuat usaha tersebut terasa sepadan.
Karena jalur menuju dasar air terjun cukup curam, gunakan alas kaki yang nyaman dan memiliki daya cengkeram yang baik. Hindari trekking saat hujan karena anak tangga dapat menjadi licin. Jangan lupa membawa air minum agar tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan kembali ke atas.
9. Air Terjun Kiti Kiti, Papua Barat
Papua terkenal sebagai rumah bagi berbagai lanskap alam yang masih alami, termasuk Air Terjun Kiti Kiti di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Air terjun ini begitu istimewa karena alirannya langsung bermuara ke laut. Sebuah pemandangan yang sangat jarang kita temukan di Indonesia!
Saat air laut surut, area di sekitar kaki air terjun pun berubah menjadi hamparan pantai yang dapat wisatawan nikmati. Perpaduan air tawar dari tebing dan air laut menciptakan pengalaman wisata yang berbeda daripada air terjun pada umumnya.
Perjalanan menuju Air Terjun Kiti Kiti biasanya menggunakan perahu dari Fakfak sambil menikmati panorama pesisir yang masih alami. Sebelum berkunjung, pastikan untuk mengecek kondisi cuaca dan pasang surut air laut agar perjalanan lebih aman.
Kamu juga sebaiknya menggunakan jasa pemandu atau operator lokal. Alasannya adalah karena mereka lebih memahami kondisi perairan dan tahu kapan waktu terbaik untuk menikmati keindahan air terjun ini.
10. Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
Tak semua hidden gems Indonesia berupa pantai atau danau. Jika ingin melihat satwa liar di habitat aslinya, Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah menawarkan pengalaman yang menakjubkan.
Kawasan konservasi ini menjadi salah satu habitat terbesar orangutan Kalimantan. Selain orangutan, taman nasional ini juga menjadi rumah bagi bekantan, lutung merah, rusa, buaya, burung rangkong, dan berbagai satwa endemik lainnya.
Salah satu cara terbaik menikmati kawasan ini adalah menyusuri Sungai Sekonyer menggunakan kapal tradisional atau klotok. Selama perjalanan, kamu dapat melihat langsung kehidupan satwa liar di sepanjang tepian sungai sekaligus menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih terjaga.
Sebagai kawasan konservasi, pengunjung wajib mematuhi seluruh aturan yang berlaku, seperti tidak memberi makan satwa liar, menjaga jarak aman saat mengamati orangutan, serta tidak berisik yang bisa mengganggu perilaku alami satwa. Wisata yang bertanggung jawab menjadi kunci untuk mendukung upaya pelestarian habitat mereka.
Lengkapi Liburanmu dengan Staycation Nyaman Bersama Bobobox

Menjelajahi berbagai hidden gems Indonesia memang selalu menghadirkan pengalaman baru. Namun, perjalanan akan terasa makin menyenangkan jika kamu juga memilih tempat menginap yang nyaman dan strategis.
Kalau destinasi liburanmu berada di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, atau Surabaya, Bobopod bisa menjadi pilihan untuk beristirahat setelah seharian berkeliling. Hotel kapsul modern dari Bobobox ini menawarkan desain minimalis, fasilitas berbasis teknologi pintar, serta lokasi yang dekat dengan berbagai pusat aktivitas.
Ingin merasakan pengalaman menginap yang lebih dekat dengan alam? Kamu juga bisa memilih Bobocabin yang menawarkan suasana tenang di tengah alam dengan fasilitas modern, cocok untuk healing maupun liburan singkat bersama keluarga dan teman.
Agar liburanmu makin hemat, manfaatkan promo Book Early dari Bobobox dan nikmati potongan harga hingga 20% menggunakan kode promo BOOKEARLY, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Jangan lupa unduh aplikasi Bobobox untuk melihat promo terbaru dan melakukan pemesanan akomodasi dengan lebih praktis, ya.
Header image by: Agniezska Boeske via Unsplash




