Hutan Pinus Kintamani: Pesona Alam Menenangkan di Tengah Bali

16 Feb 2026

Hutan Pinus Kintamani: Pesona Alam Menenangkan di Tengah Bali

Penulis

Bobobox

Kintamani dikenal sebagai salah satu kawasan wisata pegunungan paling ikonik di Bali. Selama ini, nama Kintamani hampir selalu dikaitkan dengan Gunung Batur dan Danau Batur yang menawarkan panorama vulkanik dramatis. 

 

Namun, ternyata pesona kawasan ini tidak berhenti di sana. Salah satu destinasi yang kini mulai banyak dilirik wisatawan adalah Hutan Pinus Kintamani, tempat ideal untuk menikmati sisi Bali yang lebih tenang dan alami.

 

Berada di dataran tinggi dengan udara sejuk, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari Bali bagian selatan yang ramai. Deretan pepohonan tinggi, cahaya matahari yang menembus sela-sela daun, serta suasana sunyi menjadikannya tempat yang cocok untuk healing, bersantai, atau sekadar menjauh sejenak dari hiruk pikuk keseharian.

 

Dengan berbagai pesonanya, tak heran jika Hutan Pinus Kintamani semakin populer sebagai alternatif wisata alam di Bali. Destinasi ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati alam tanpa harus melakukan aktivitas berat, namun tetap mendapatkan pengalaman visual dan emosional yang berkesan.

 

Tentang Hutan Pinus Kintamani

 

hutan pinus glagalinggah lestari
Photo: Istvan Gerenyi via Pesels

 

Hutan Pinus Glagalinggah, yang lebih dikenal sebagai Hutan Pinus Kintamani, merupakan kawasan hutan lindung yang terletak di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. 

 

Luas kawasan ini mencapai sekitar 50 hektare dan berada di ketinggian 1.200–1.500 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu area dengan suhu paling sejuk di Bali. Sebelum berkunjung, yuk simak informasi lengkap mengenai hutan pinus ini!

 

Lokasi dan Kondisi Alam

 

Dengan suhu udara berkisar antara 15–25 derajat Celsius, kawasan ini menawarkan udara segar khas pegunungan. Pepohonan pinus merkusii tumbuh menjulang hingga 20–30 meter dan membentuk kanopi hijau alami yang menaungi area hutan. Saat angin berhembus, suara dedaunan pinus menciptakan atmosfer yang menenangkan dan cocok untuk relaksasi.

 

Salah satu keunikan utama Hutan Pinus Glagalinggah adalah adanya jalan raya yang membelah kawasan hutan. Jalur ini kerap disebut sebagai jembatan hutan pinus Kintamani karena menciptakan efek visual seperti terowongan alami dari deretan pohon pinus di kanan dan kiri jalan. Pemandangan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan fotografer.

 

Daya Tarik Wisata dan Aktivitas

 

camping, berkemah, kemah
Photo: Chaewul Kim via Unsplash

 

Sebelum membahas aktivitas secara lebih rinci, penting untuk memahami bahwa daya tarik utama Hutan Pinus Kintamani terletak pada kesederhanaan dan ketenangan suasananya. Tidak ada wahana buatan berskala besar, sehingga pengalaman yang ditawarkan benar-benar menyatu dengan alam. Saat berada di sini, kamu bisa mencoba beragam aktivitas menarik. Apa saja?

 

  • Berfoto dengan latar alam. Cahaya matahari pagi dan sore menciptakan efek dramatis yang membuat hasil foto terlihat aesthetic tanpa perlu banyak properti.
  • Trekking ringan. Tersedia jalur setapak yang ramah untuk pemula, cocok untuk berjalan santai sambil menikmati udara segar.
  • Piknik dan bersantai. Area terbuka di antara pohon pinus sering dimanfaatkan untuk piknik keluarga atau sekadar duduk menikmati suasana.
  • Camping dan api unggun. Dengan izin pengelola, kamu bisa berkemah dan menikmati suasana malam yang dingin dan hening.
  • Meditasi dan refleksi diri. Kawasan ini dipercaya memiliki nilai spiritual karena berkaitan dengan sejarah Kerajaan Singamandawa kuno.

 

Selain itu, kawasan pohon pinus di Kintamani ini juga menjadi habitat berbagai jenis burung dan flora khas pegunungan, termasuk anggrek hutan. Keberadaan ekosistem alami ini membuat pengalaman berada di hutan pinus Kintamani terasa semakin autentik.

 

Book Bobocabin Banner

 

HTM & Cara Menuju Hutan Pinus Glagalinggah

 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Hutan Pinus Glagalinggah, informasi mengenai tiket masuk dan akses perjalanan perlu diperhatikan agar kunjungan berjalan nyaman. Ini juga akan memudahkan kamu merencanakan perjalanan. Simak informasi detailnya berikut ini!

 

Harga Tiket Masuk

 

Harga tiket masuk kawasan ini tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 per orang untuk wisatawan domestik. Biaya parkir kendaraan roda dua maupun roda empat berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000. 

 

Untuk aktivitas tambahan seperti camping atau acara khusus, biasanya dikenakan biaya tambahan sekitar Rp20.000–Rp50.000 per malam, tergantung kebijakan pengelola setempat. Siapkan dana sesuai dengan rencana liburanmu. Jangan lupa juga sediakan uang tunai secukupnya karena beberapa biaya mungkin harus kamu bayar secara tunai.

 

Akses dan Kondisi Jalan

 

hutan pinus pine forest
Photo: Gustav Gullstrand via Unsplash

 

Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, jarak menuju kawasan ini sekitar 56–70 km dengan estimasi waktu tempuh 2–2,5 jam perjalanan darat. Rute yang paling umum digunakan adalah melalui Denpasar menuju Ubud atau Gianyar, lalu melanjutkan perjalanan ke Jalan Raya Denpasar–Kintamani.

 

Jika kamu menginap di sekitar Danau Batur, akses menuju kawasan ini jauh lebih dekat. Dari Bobocabin Kintamani, jarak tempuh hanya sekitar 10–15 km atau sekitar 20–30 menit berkendara. Kondisi jalan sebagian besar sudah beraspal mulus, namun berkelok dan menanjak, sehingga disarankan menggunakan kendaraan dalam kondisi prima.

 

Ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung yakni:

  • Gunakan jaket atau pakaian hangat, terutama saat pagi dan sore hari karena suhu udara cukup dingin.
  • Waspadai kondisi jalan saat musim hujan karena permukaan bisa licin, berkabut, dan jarak pandang terbatas.
  • Bawa air minum dan camilan pribadi untuk berjaga-jaga karena fasilitas di area hutan masih terbatas.
  • Patuhi aturan kebersihan dan larangan sampah plastik demi menjaga kelestarian alam dan Hutan Pinus Kintamani.

 

Bangun Pagi dengan Pemandangan Terbaik Kintamani

 

Bobocabin Kintamani
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Untuk melengkapi pengalaman wisata alam di kawasan Kintamani, menginap di Bobocabin Kintamani bisa menjadi pilihan yang tepat. Terletak di tepi Danau Batur, akomodasi ini menawarkan konsep glamping modern yang memadukan kenyamanan kabin dengan suasana alam pegunungan.

 

Setiap kabin dilengkapi fasilitas seperti kamar mandi lengkap dengan toiletries, Bluetooth Speaker, Mood Lamp, Wi-Fi, dan sebagainya. Dengan suhu udara Kintamani yang bisa turun hingga 15 derajat Celsius di malam hari, fasilitas ini memberikan kenyamanan ekstra bagi para tamu. Semua tipe kabin memiliki view langsung ke Danau Batur. Nggak cuma itu, di communal area juga terdapat pantry lengkap dengan microwave, serta fasilitas BBQ yang memadai.

 

Lokasinya yang strategis membuat Bobocabin Kintamani cocok dijadikan basecamp untuk menjelajahi berbagai destinasi alam di sekitarnya, termasuk Hutan Pinus Kintamani. Bangun pagi dengan panorama gunung dan danau, lalu melanjutkan perjalanan singkat ke kawasan hutan pinus, menjadi kombinasi sempurna untuk liburan yang tenang dan berkesan di Bali.

 

Baca Juga:

 

Ingin menikmati pengalaman menginap yang nyaman di Kintamani dan menjelajahi alam sekitarnya tanpa ribet? Unduh aplikasi Bobobox sekarang untuk cek ketersediaan kabin, dapatkan promo menarik, dan atur perjalananmu dengan lebih mudah langsung dari smartphone-mu!

 

 

Featured photo: Nejc Košir via Pexels