Tahukah kamu kalau gunung tertinggi di Bali adalah Gunung Agung? Tepat berhadapan dengan sang puncak tertinggi, berdiri megah Gunung Abang yang menjadi puncak tertinggi ketiga di Pulau Dewata dengan ketinggian 2.152 meter di atas permukaan laut.
Banyak pendaki lokal juga sering menyebut kawasan asri ini sebagai Bukit Abang. Berada di kawasan Kintamani, Bangli, destinasi ini menyajikan panorama alam Danau Batur dan Gunung Batur yang luar biasa indah tanpa perlu berdesakan dengan kerumunan turis.
Jika kamu mencari tempat hiking di Bali yang menawarkan udara sejuk, jalur hutan pinus yang rindang, serta pemandangan sunrise menakjubkan, Gunung Abang adalah pilihan tepat. Jalurnya yang relatif terawat menjadikan gunung ini favorit para petualang yang menginginkan suasana tenang dan magis.
Mengenal Gunung Abang
Jadi, Gunung Abang di mana, sih? Gunung ini berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, tepat di sisi timur Danau Batur.
Kalau kamu melihat peta topografi kawasan ini, Gunung Abang sebenarnya adalah bagian dari kaldera purba Gunung Batur yang dulu meletus ribuan tahun lalu. Menariknya, dari puncak Gunung Abang kamu bisa menikmati pemandangan Danau Batur di satu sisi dan megahnya Gunung Agung di sisi lain.
Lalu, Gunung Abang berapa mdpl? Tinggi Gunung Abang tercatat sekitar 2.152 mdpl. Jadi kalau kamu bertanya-tanya soal ketinggian Gunung Abang, bisa dibilang cukup menantang. Namun, masih sangat memungkinkan untuk didaki oleh pemula yang ingin keluar dari comfort zone dengan gunung di atas 2.000 mdpl tanpa harus menyiapkan peralatan berat.
Secara geografis, vegetasi di sini sangat lebat dengan pepohonan pinus, bambu, dan tanaman tropis yang membuat suasana pendakian terasa sejuk dan lembap. Udara di jalur pendakiannya pun relatif segar, apalagi kalau kamu mendaki pagi-pagi saat kabut masih menyelimuti hutan.
Berapa Lama Mendaki Gunung Abang?
Untuk durasi spesifik berapa lama mendaki Gunung Abang, jawabannya tergantung dari jalur yang kamu pilih, kondisi cuaca, dan seberapa cepat kamu melangkah. Kalau dirata-rata, waktu tempuh menuju puncak berkisar antara 2,5 hingga 3,5 jam.
Nah, buat kamu yang baru pertama kali naik gunung dan bertanya apakah Gunung Abang cocok untuk pemula, jawabannya iya! Meski jalurnya menanjak terus dari awal sampai puncak tanpa banyak area datar untuk istirahat panjang, tanjakannya nggak ekstrem.
Medan jalurnya pun lebih berupa tanah dan akar pohon, bukan bebatuan curam seperti di gunung-gunung tinggi lain. Sehingga, persiapan stamina dan perlengkapan hiking di awal itu penting.
Jalur Pendakian Gunung Abang

1. Jalur Desa Suter
Jalur Suter adalah jalur pendakian paling populer dan direkomendasikan untuk pemula. Dari basecamp di Desa Suter, jalurnya cukup jelas dan banyak digunakan oleh pendaki lokal maupun wisatawan. Treknya didominasi oleh jalan bertanah dengan pepohonan tinggi di sekeliling, sehingga perjalananmu akan terasa adem dan teduh.
Waktu tempuh dari titik awal ke puncak sekitar 2,5 hingga 3 jam. Sepanjang perjalanan, kamu akan melewati beberapa spot yang terbuka untuk melihat Danau Batur dan Gunung Batur dari kejauhan.
2. Jalur Desa Songan
Kalau kamu percaya diri dengan jam terbang dan kemampuan hiking mahirmu, pilihlah jalur Desa Songan yang bisa memakan waktu 3-4 jam. Jalur ini agak lebih curam dan medannya pun lebih beragam, mulai dari jalan bertanah licin sampai akar-akar pohon besar yang menonjol di jalur.
Karena itulah, suasananya lebih sepi dan nggak banyak hiker yang memilihnya. Namun, sebagai gantinya, kamu akan dimanjakan pemandangan hutan tropis Bali yang masih perawan.
Berapa Harga Tiket Pendakian Gunung Abang?
Untuk bisa menikmati pendakian ini, kamu hanya perlu membayar Rp24.000 per orang. Harga ini sudah termasuk sumbangan pemeliharaan objek wisata sebesar Rp15.000, karcis masuk kawasan hutan lindung seharga Rp6.000, dan Rp3.000 untuk biaya asuransi.
Para pendaki mulai naik pada pukul 3 atau 4 pagi supaya bisa sampai di puncak pas matahari terbit. Kalau kamu berangkat siang atau sore, kamu tetap bisa menikmati suasana tenang hutan. Namun, alangkah baiknya kamu menghindari waktu malam hari kalau kamu belum familiar dengan jalur.
Satu hal penting lagi, warung-warung di sekitar basecamp biasanya buka sampai sore hari saja. Jadi, pastikan kamu sudah menyiapkan bekal dan air minum yang mencukupi sebelum mulai mendaki.
Daya Tarik Gunung Abang Kintamani

Gunung Abang menyimpan pesona istimewa yang membedakannya dari jalur pendakian lain di Bali. Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang membuat kamu wajib memasukkannya ke dalam bucket list:
1. Latar Panorama Caldera Batur yang Spektakuler
Selama melangkah di sepanjang jalur puncaknya, mata kamu akan dimanjakan oleh pemandangan spektakuler Danau Batur yang membiru serta gagahnya Gunung Batur dari ketinggian. Saat cuaca cerah, gumpalan awan tipis di bawah lereng membuat kamu merasa sedang berdiri melayang di atas awan.
2. Jalur Hutan Pinus yang Asri dan Rindang
Berbeda dari Gunung Batur yang didominasi batuan vulkanik terbuka, jalur pendakian Gunung Abang melintasi hutan pinus yang lebat dan hijau. Naungan pepohonan rindang ini menjaga suhu udara tetap sejuk, sehingga kamu tidak mudah merasa kelelahan saat menanjak.
3. Keberadaan Pura Suci yang Mistik dan Syahdu
Masyarakat Bali sangat menyucikan kawasan gunung ini. Di sepanjang jalur hingga puncak, kamu akan menemukan beberapa pura peninggalan sejarah, seperti Pura Puncak Candi Bang. Keberadaan tempat peribadatan ini menghadirkan nuansa spiritual yang tenang, syahdu, dan sakral.
4. Momen Sunrise di Atas Samudra Awan
Memulai pendakian sejak dini hari akan memberikan hadiah berharga berupa pemandangan matahari terbit yang memesona. Sinar keemasan yang perlahan menyapu kawasan Danau Batur menciptakan lanskap foto yang sangat memukau.
Tips Penting Mendaki Gunung Abang
Agar pengalaman pendakian kamu berjalan aman dan menyenangkan, perhatikan beberapa tips penting berikut sebelum melangkah:
- Pilih Waktu Pendakian Terbaik: Mulailah perjalanan sekitar pukul 03.00 WITA jika kamu berniat berburu sunrise di puncak. Durasi mendaki secara normal memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.
- Gunakan Sepatu Trekking Berdaya Cengkeram Baik: Meskipun jalurnya sudah cukup jelas, beberapa titik memiliki tanah yang cukup licin, terutama jika terendam embun pagi atau hujan ringan.
- Gunakan Pakaian Hangat: Suhu Kintamani pada dini hari tergolong dingin. Kenakan jaket penahan angin (windbreaker), sarung tangan, serta bawa headlamp untuk menerangi jalur pendakian malam.
- Hormati Adat dan Aturan Lokal: Karena gunung ini merupakan kawasan suci bagi umat Hindu, jagalah tutur kata dan sikap selama pendakian. Hindari membuang sampah sembarangan dan patuhi semua petunjuk dari pemangku adat setempat.
- Gunakan Jasa Pemandu Lokal: Bagi pendaki pemula, menyewa pemandu lokal sangat disarankan agar perjalanan lebih terarah dan aman.
Wisata Dekat Gunung Abang

Setelah puas menaklukkan puncak, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa destinasi wisata menarik yang berada di sekitar kawasan Kintamani:
1. Danau Batur
Danau vulkanik terbesar di Bali ini menawarkan panorama air tenang yang dikelilingi tebing-tebing kaldera. Kamu bisa bersantai di dermaga lokal, menyewa perahu kayu untuk mengelilingi perairan, atau menyambangi desa-desa bersejarah seperti Desa Trunyan yang berada di seberang danau.
2. Pemandian Air Panas Alami (Natural Hot Springs)
Merelaksasi otot-otot yang tegang setelah berjalan berjam-jam adalah pilihan terbaik. Di sekitar kaki Gunung Batur, terdapat beberapa pemandian air panas alami seperti Toya Devasya dan Batur Natural Hot Spring. Sambil berendam di air hangat kaya mineral, kamu disuguhi pemandangan langsung ke arah Danau Batur yang menenangkan.
3. Desa Pinggan
Berada di ketinggian kaldera Batur, Desa Pinggan merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan kabut pagi (foggy morning). Jika kamu berkunjung menjelang subuh atau pagi hari, kamu bisa menikmati keindahan hamparan desa yang terselimut kabut lembut berlatar belakang Gunung Batur dan Gunung Agung dari kejauhan.
4. Deretan Kafe Kekinian di Penelokan Kintamani
Kintamani sangat terkenal dengan deretan kafe estetik yang menghadap langsung ke arah Gunung dan Danau Batur. Kamu bisa mencicipi kopi khas Kintamani yang terkenal dengan cita Rasa citrussy, menikmati sajian kuliner lezat, sekaligus berfoto dengan latar pemandangan alam spektakuler dari atas tebing.
Bobocabin Kintamani: Tempat Istirahat Terbaik Usai Berpetualang

Setelah seharian menjelajahi trek pendakian dan menikmati keindahan alam Kintamani, tubuhmu tentu membutuhkan tempat istirahat yang nyaman dan tenang. Kamu tidak perlu bingung mencari tempat menginap yang pas dengan suasana alam.
Bobocabin Kintamani, Bali hadir menawarkan pengalaman menginap modern di tengah keasrian alam Kintamani. Dengan konsep glamping canggih, kamu bisa menikmati pemandangan langsung ke arah danau dan gunung melalui fitur Smart Window yang tingkat transparansinya dapat diatur dari tablet pintar B-Pad.
Bikin momen menginapmu makin seru dengan menyewa mini proyektor untuk menikmati movie night di tengah suasana alam. Kalau datang bersama teman atau keluarga, kamu juga bisa memesan aktivitas mini fireworks agar suasana malam terasa makin meriah.
Baca Juga
- 17 Tempat Wisata di Kintamani, View-nya Terkenal Cantik!
- Desa Trunyan: Tempat di Bali dengan Tradisi Pemakaman Unik
- Panduan Wisata ke Danau Batur Kintamani
- Gunung Batur: Jejak Vulkanik dan Budaya di Tengah Kaldera Kintamani
Masih ragu menentukan gaya liburan yang paling sesuai dengan karaktermu? Yuk, cek dulu di Discover More, Discover You quiz untuk tahu best travel recommendations based on your personality!
Siap merasakan sensasi rehat penuh ketenangan di tengah sejuknya Kintamani? Langsung saja download aplikasi Bobobox sekarang untuk pesan cabin impian dengan harga terbaik!
Header image by: Evgenia Basyrova via Pexels




