Menguak Sejarah Villa Isola Bandung & Fakta Uniknya!

06 Aug 2026

Menguak Sejarah Villa Isola Bandung & Fakta Uniknya!

Penulis

Bobobox

Mengulik sejarah Villa Isola Bandung selalu memberi pengalaman menarik karena Kota Kembang menyimpan kekayaan nilai historis yang luar biasa. Selain menyandang julukan Paris van Java, pesona Bandung juga terlihat pada taman-taman asri serta deretan bangunan bergaya arsitektur Eropa modern abad ke-20.

 

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus melindungi warisan historis tersebut melalui pelestarian cagar budaya. Berdasarkan Perda Kota Bandung No. 7 Tahun 2018, pemerintah setempat mencatat 1.771 bangunan bersejarah. Dari daftar tersebut, salah satu bangunan ikonik yang menempati status Cagar Budaya Golongan A adalah gedung yang menyimpan sejarah Villa Isola Bandung atau Bumi Siliwangi.

 

6 Fakta & Sejarah Villa Isola Bandung yang Perlu Kamu Tahu

 

Buat kamu yang sering melintasi Jalan Setiabudhi menuju Lembang, bangunan berarsitektur Art Deco di kompleks Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini pasti sudah tidak asing lagi. Nah, mari kita ulas fakta menarik serta sejarah Villa Isola Bandung secara lengkap di sini!

 

1. Awal Sejarah Villa Isola Bandung: Hunian Mewah "Raja Media"

 

Dalam rekam sejarah Villa Isola Bandung, vila megah ini awalnya bukanlah fasilitas pendidikan atau gedung pemerintahan. Melainkan, ini adalah sebuah hunian pribadi yang sangat mewah milik Dominique Willem Berretty. 

 

Sosok Berretty merupakan pria keturunan Italia-Jawa yang terkenal sebagai konglomerat media pers di era Hindia-Belanda. Pada tahun 1917, Berretty mendirikan kantor berita ANETA (Algemeen Nieuws- en Telegraaf-Agentschap) yang berhasil memegang monopoli informasi masa itu. 

 

Namun sayangnya, persaingan bisnis yang ketat dan tekanan politik membuat Berretty mengalami stres berat. Ia pun lantas memutuskan untuk membangun sebuah vila peristirahatan di kawasan utara Bandung yang sejuk demi menenangkan diri.

 

Menariknya, nama "Isola" sendiri berasal dari frasa bahasa Italia "M’Isolo E Vivo" yang bermakna "Saya mengasingkan diri dan hidup". 

 

Berretty bahkan sempat mengukir frasa tersebut di dalam gedung sebagai simbol bahwa tempat ini adalah persembunyiannya dari hiruk-pikuk dunia luar. Alasan personal inilah yang menjadi tonggak awal sejarah Villa Isola Bandung.

 

2. Pembangunan Super Cepat oleh Arsitek Ternama

 

Selain latar belakang pemiliknya, proses perancangan dan pembangunan vila ini juga sukses mencetak rekor arsitektur terhebat pada masanya. Pengerjaannya mulai berjalan pada Oktober 1932 dan selesai pada Maret 1933, sehingga prosesnya hanya memakan waktu 6 bulan.

 

Untuk mewujudkan hunian impiannya, Berretty lalu menunjuk arsitek legendaris Charles Prosper Wolff Schoemaker. Dia merupakan sosok hebat yang merancang berbagai bangunan ikonik di Bandung seperti Gedung Merdeka dan Hotel Preanger. 

 

Schoemaker memadukan gaya Art Deco modern rancangan Eropa dengan kearifan lokal kosmologi Sunda. Ia juga sengaja menyelaraskan tata letak bangunan pada poros lurus utara-selatan agar menghadap langsung ke Gunung Tangkuban Parahu di utara dan Kota Bandung di selatan.

 

Kecepatan konstruksi tersebut bukanlah satu-satunya fakta sejarah Villa Isola Bandung yang mengejutkan, karena biaya pembangunannya pun sangat fantastis. Mengutip Borobudur Writers, proyek ini menelan dana sekitar 500 ribu gulden atau setara dengan 70 miliar rupiah jika kita konversikan ke kurs saat ini. 

 

Tidak heran jika salah satu artikel di Indische4ever sampai menjuluki Berretty sebagai Great Gatsby-nya Hindia-Belanda.

 

3. Fasilitas Super Mewah

 

Dari tampilan luarnya saja, bangunan ini sudah memancarkan aura kemewahan yang luar biasa. Berbagai fasilitas premium di dalamnya menjadi fakta sejarah Villa Isola Bandung yang mungkin belum banyak orang ketahui. 

 

Masih dari laporan Borobudur Writers, vila ini berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare dengan luas bangunan mencapai 12 ribu meter persegi. 

Semua furnitur dan perlengkapan rumah ini bahkan berasal dari Paris, Prancis. Demi membangun vila semegah ini dan menikmati semua kemewahannya, Berretty bahkan hampir bangkrut, lho!

 

Berdasarkan catatan Wikipedia, Villa Isola juga memiliki ruang penerimaan tamu yang besar, ruang biliar, dan ruang keluarga dengan balkon besar. Hunian ini juga memiliki bar yang menyediakan proyektor film. 

 

Lukisan-lukisan karya pelukis Hindia Belanda dan negara-negara Barat pun menghiasi interior Villa Isola yang menjadi simbol modernisasi. 

Rumah mewah kurang lengkap rasanya tanpa kolam renang. Villa Isola pun memiliki kolam renang dengan pemandangan alam yang cantik. Nggak hanya itu! Ada fakta sejarah Villa Isola Bandung yang unik lagi nih, terutama soal tamannya. 

 

Menurut The Heritage Opera, ada dua taman yang mempercantik vila ini. Nggak tanggung-tanggung. Berretty sampai mengimpor lima ekor angsa hitam untuk kolamnya! Sebagai fasilitas olahraga tambahan, Villa Isola juga punya lapangan tenis. Paket lengkap!

 

4. Akhir Tragis D.W. Berretty

 

Sayangnya, meski telah merogoh kocek sangat dalam, Berretty tidak sempat menikmati kemewahan vila impiannya dalam waktu lama. Sekitar 1,5 tahun setelah bangunan selesai, Berretty meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat KLM Uiver di Gurun Suriah pada Desember 1934. 

 

Sepeninggal Berretty, kepemilikan bangunan ini sempat berganti-ganti fungsi hingga sempat beroperasi sebagai hotel. 

 

5. Beralih Fungsi Menjadi Gedung Rektorat UPI

 

Perjalanan panjang sejarah Villa Isola Bandung terus berlanjut hingga masa kemerdekaan Indonesia. Pada era pendudukan Jepang, tentara sempat menggunakan gedung ini sebagai markas militer. Barulah pada tahun 1954, Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG)—yang menjadi cikal bakal Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)—membeli bangunan bersejarah ini.

 

Kini, masyarakat sekitar juga mengenal bangunan tersebut dengan nama Bumi Siliwangi yang berfungsi sebagai Gedung Rektorat UPI. Karena pemerintah menetapkannya sebagai Cagar Budaya Golongan A, bentuk fisik luar dan dalam bangunan ini dilindungi secara ketat serta tidak boleh mengalami perubahan.

 

6. Pesona Taman dan Lanskap yang Menawan

 

Selain menawarkan arsitektur yang ikonik, area sekitar vila juga menyuguhkan pemandangan indah ke arah Kota Bandung di sebelah selatan. Pada bagian depan dan belakang vila, kamu bisa melihat taman berundak (terracotta garden) serta kolam hias yang asri. 

 

Pesona lanskap inilah yang membuat kompleks tersebut kerap menjadi spot foto favorit bagi para mahasiswa maupun wisatawan.

 

Kisah Horor dalam Sejarah Villa Isola Bandung

 

Villa Isola West Java, Indonesia
Photo: Walyudin via Unsplash

 

Seperti halnya bangunan-bangunan peninggalan era kolonial di Bandung, Villa Isola pun nggak luput dari kisah horor. Ada banyak cerita yang bikin bulu kuduk merinding tentang bangunan ini. Untuk kamu yang kuliah di UPI, mungkin pernah dengar beberapa ceritanya. 

 

Mengutip Hipwee, terkadang alunan piano terdengar dari arah vila di malam hari. Beberapa orang mengaku pernah melihat bayangan orang yang berdansa di jendela lantai atas Villa Isola.

 

Nggak hanya itu. Menurut laman Tour Bandung, beberapa orang pernah melihat hantu wanita di sini. Konon, wanita tersebut adalah anak perempuan Berretty yang mati akibat bunuh diri. Hantu pria Eropa pun, katanya, pernah terlihat oleh beberapa orang. 

 

Seperti yang bisa kamu tebak, warga sekitar meyakini kalau hantu pria ini adalah hantu Berretty yang kesepian. Di malam hari, bangunan Villa Isola sendiri tampak agak menakutkan, tetapi juga cantik untuk kita eksplor.

 

Ingin Berkunjung ke Villa Isola?

 

Setelah membaca informasi tentang fakta sejarah Villa Isola Bandung dan kemegahannya, kamu mungkin tertarik untuk berkunjung. Villa Isola berada di kompleks Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. 

 

Lebih tepatnya, bangunan ini berada tidak jauh dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra dan Museum Pendidikan Indonesia. Nah, sambil ke sini, kamu bisa menyambangi Museum Pendidikan Indonesia. Lumayan, ‘kan?

 

Akan tetapi, perlu kamu ingat bahwa Villa Isola merupakan kantor rektorat kampus. Oleh karena itu, bangunan ini nggak bisa diakses sembarangan orang. Meskipun demikian, kamu masih bisa menikmati kecantikan Villa Isola dari luar. 

 

Eksplor Wisata Sejarah Bandung dan Menginap Nyaman di Bobopod

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Menjelajahi keindahan arsitektur dan sejarah Villa Isola Bandung tentu terasa makin berkesan jika kamu padukan dengan pengalaman menginap yang praktis dan modern. Jika kamu sedang merencanakan liburan atau staycation di kawasan Bandung Utara dan Setiabudhi, Bobopod Cipaganti adalah pilihan akomodasi paling strategis.

 

Hanya berjarak sekitar 10–15 menit perjalanan dari Villa Isola, Bobopod menawarkan konsep hotel kapsul berbasis teknologi canggih yang siap membuat istirahatmu makin berkualitas. 

 

Baca Juga

 

 

Di sini, kamu bisa menikmati pengalaman menginap berbasis teknologi IoT modern—mulai dari akses masuk pod menggunakan QR code lewat aplikasi Bobobox, hingga kebebasan mengatur warna Mood Lamp dan BGM (Background Music) untuk suasana istirahat yang maksimal.

 

Tidak perlu ragu! Segera rencanakan lebih awal perjalanan menjelajahi pesona bersejarah Kota Bandung dan nikmati penawaran spesial Up to 20% off for Early Bookings dari Bobobox.  

 

Mau lebih hemat lagi? Segera unduh aplikasi Bobobox sekarang untuk memesan pod pilihanmu dengan promo terbaik!

 

Header image by: Walyudin via Unsplash