Memelihara hewan di rumah selalu membawa suasana hangat dan menyenangkan. Dari sekian banyak pilihan anabul, kelinci hias kini populer karena tingkah menggemaskan dan penampilannya unik. Sebelum kamu memutuskan untuk membawanya pulang, memahami berbagai fakta kelinci hias sangat penting agar kamu dapat memberikan perawatan terbaik sesuai karakteristiknya.
Setiap ras kelinci memiliki keunikan tersendiri, mulai dari bentuk telinga, pola warna bulu, hingga sifat alami saat berinteraksi dengan manusia. Mengenali karakternya sejak awal akan membantu kamu menciptakan lingkungan tinggal yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Lantas, apa jenis dan bagaimana fakta kelinci hias yang paling diminati saat ini?
Jenis dan Fakta Kelinci Hias

1. English Lop
Jenis dan fakta kelinci hias pertama datang dari spesies gemoy ini. Kelinci English Lop terkenal dengan telinga panjang dan terkulai.
Menurut Pet Keen, spesies ini merupakan salah satu spesies kelinci tertua yang dikembangkan sebagai hewan hias. Dengan rentang usia 5-8 tahun, English Lop termasuk spesies kelinci besar dengan berat yang bisa mencapai 4-8 kilogram.
English Lop juga senang bermain, cocok buat kamu yang suka berinteraksi dengan hewan peliharaan. Menurut Pet Guide, kelinci ini punya temperamen ramah dan enerjik, serta pas untuk dijadikan kelinci rumahan.
Namun, kamu harus rajin merawat atau menyisir bulu-bulunya. Hati-hati, jangan memandikan English Lop karena bisa memicu masalah kardiak. Plus, anak-anak biasanya menyukai kelinci gemas ini.
FYI, telinga kelinci bisa sangat panjang dan menjuntai hingga menyentuh lantai. Kondisi demikian menyebabkan telinganya rentan kotor, lembap, atau terinfeksi tungau maupun bakteri.
Maka, kamu harus rajin memeriksa kebersihan bagian dalam telinga secara berkala. Pastikan juga area lantai rumah atau kandang aman dari benda tajam.
2. Angora
Bukan cuma kucing yang punya spesies angora, kelinci juga punya! Bahkan, dari kelinci angora kita bisa punya kain wol angora. Seperti yang bisa ditebak, kelinci ini terkenal karena bulunya yang fluffy.
Menurut The Spruce Pets, ada lima spesies kelinci angora populer, yaitu English Angora, French Angora, Satin Angora, Giant Angora, dan German Angora. Semuanya benar-benar fluff ball yang menggemaskan!
Meskipun begitu kamu perlu berhati-hati. Pasalnya, bulu angora bisa tertelan saat ia sedang merawat diri. Bulu itu bisa menyumbat saluran pencernaan dan memicu wool block atau stasis pencernaan. Apalagi, kelinci tidak bisa muntah seperti kucing.
Karena fakta kelinci hias angora di atas, kebutuhan grooming-nya pun menjadi lebih tinggi. Berdasarkan saran dari The Cape Coop, kamu perlu menyisihkan 20-30 menit untuk menyisir bulu kelinci angora. Lakukan setidaknya 3–4 kali seminggu dengan sisir khusus.
Lalu, berikan asupan serat kasar melimpah dan pastikan pasokan air minum bersih selalu tersedia 24 jam supaya ususnya tetap bergerak aktif. Walaupun kelinci angora tak begitu cocok dengan anak-anak, kelinci ini terbilang mandiri dan nggak membutuhkan berinteraksi banyak dengan kita.
3. Netherland Dwarf
Ingin anabul yang super imut? Netherland dwarf bisa jadi spesies pilihan kamu. Sesuai namanya, ukuran kecil jadi salah satu fakta kelinci hias ini.
Menurut La Feber, kelinci ini memiliki berat rata-rata 1,1 kilogram saja dan merupakan kelinci kerdil sejati. Wih! Mungil banget! Dengan kepalanya yang besar, telinga pendek, dan mata belo, kelinci ini bakalan bikin kamu greget dengan penampilannya.
Dilansir dari Animal Corner, Netherland dwarf awalnya tampak malu dan penakut. Namun, setelah dekat dengan kamu, ia akan jadi kelinci ramah dan senang berada di dekatmu. Kelinci ini juga senang melompat dan berlarian. Jadi, sediakan ruang luas dengan banyak mainan supaya dia nggak bosan.
Sebagai catatan, kelinci Netherland dwarf punya metabolisme tubuh tinggi. Kamu perlu mengendalikan porsi pelet agar ia tidak mengalami obesitas.
Selain itu, struktur tengkorak dan wajah cenderung pendek membuat ras ini rentan mengalami masalah gigi berlebih. Sediakan kayu gigitan khusus kelinci dan rumput kering bertekstur kasar untuk menjaga giginya tetap terasah. Dengan rentang usia 10-12 tahun, kelinci ini memang menggemaskan untuk jadi teman bermain, bukan?
4. Himalaya
Jenis dan fakta kelinci hias yang berikutnya datang dari kelinci Himalaya. Spesies satu ini punya penampilan khas banget. Seperti kucing Himalaya, kelinci ini punya pola warna bulu serupa.
Namun, warna putih mendominasi penampakan kelinci ini. Bulu di telinga, kaki, dan hidungnya berwarna gelap, dan matanya berwarna merah. Unik banget, kan? Hewan ini juga cocok jadi kelinci rumahan.
Menurut Wikipedia, kelinci Himalaya merupakan salah satu ras tertua. Bobotnya berkisar 1-2 kilogram saja. Rentang usianya mencapai 7-10 tahun. Secara temperamen, spesies ini punya karakter yang kalem dan ramah. Namun, hewan ini bisa menggigit kamu sesekali.
Fakta menarik lain adalah warna titik gelap (points) pada bulunya dipengaruhi suhu lingkungan sekitar. Pada cuaca yang lebih dingin, warna gelap pada telinga dan kakinya akan tampak lebih pekat.
Secara umum kelinci Himalaya cukup jinak dan cocok dengan anak-anak. Meskipun Himalaya tidak begitu aktif, kamu tetap harus menyediakan mainan, terutama mainan kunyah. Sediakan pula kandang yang bersih dengan alas kayu atau kain lembut agar kakinya terhindar dari penyakit sore hocks (luka atau peradangan pada telapak kaki kelinci).
5. Lionhead
Kelinci, kucing, atau singa mini? Ya, kelinci Lionhead adalah jenis kelinci hias dengan penampilan unik. Dengan bulu yang lebih lebat pada bagian kepala, dan pendek di bagian tubuh, kelinci ini tampak seperti singa.
Zooplus menyebutkan kemungkinan kelinci ini hasil perkawinan kelinci Netherland Dwarf dan kelinci Swiss Fox berbulu panjang. Itu sebabnya, berat rata-rata tubuhnya cuma 1,5 kg dan tergolong kelinci kerdil.
Nyaris semua warna khas kelinci ada pada ras Lionhead. Dari putih, hitam, hingga pola kotak-kotak. Penampilannya memang sangat beragam, tetapi kerah menyerupai surai dan telinga pendek tegak menjadi ciri khas Lionhead.
Nah, saat memelihara Lionhead, kamu juga harus rajin menyisir bulunya, terutama di sekitar mata dan telinga. Pasalnya, debu dari makanan atau alas kandang dapat tersangkut di bulu kepala dan memicu iritasi mata. Kalau dibiarkan, bulunya bisa menggumpal dan kusut. Jadi, sisir kepalanya dua hari sekali.
Lionhead senang berinteraksi dan bermanja-manja. Jika kamu rutin membelai dan mengajaknya bermain setiap hari, ia akan terikat dan setia pada pemiliknya.
6. Polish
Kelinci Polish adalah jenis dan fakta kelinci hias selanjutnya. Alih-alih di Polandia sesuai namanya, menurut Animal Corner kelinci ini justru “besar” di Inggris. Konon, spesies ini merupakan hasil persilangan kelinci Dutch dengan kelinci Himalaya.
Termasuk spesies kelinci kecil, kelinci Polish memiliki berat berkisar 1,1 hingga 1,5 kilogram saja. Mungil banget, 'kan? Selain itu, kelinci Polish punya bulu pendek dan halus. Tak heran kalau kebutuhan grooming ras ini relatif simpel. Pas buat kamu yang nggak mau ribet.
Karena ukuran yang mungil dan tulang cenderung rapuh, kamu harus ekstra hati-hati saat memegang atau menggendong kelinci Polish. Pastikan kamu selalu menopang bagian punggung dan kaki belakangnya dengan lembut agar ia tidak terkejut dan melompat dari pelukanmu.
Namun, kamu harus berhati-hati. Kalau takut atau merasa terancam, kelinci Polish bisa menggigit! Dengan rentang usia 5-6 tahun, lingkungan indoor yang tenang adalah rumah sempurna bagi kelinci ini. Kalau kamu mau memeliharanya di dalam kamar atau ruang keluarga, kelinci ini jawabannya.
7. Dutch
Jenis dan fakta kelinci hias terakhir adalah kelinci Dutch. Memiliki berat sekitar 1,6-2,5 kilogram, kelinci ini terkenal dengan pola warna bulu khas. Sepintas, kelinci Dutch terlihat seperti zebra karena pola bulu belang dua warna. Namun, warna gelap hanya ada pada bulu di bagian belakang tubuh dan kepala.
Menurut Pet Keen, kelinci ini punya rentang usia 5-10 tahun. Dengan temperamen yang chill dan ramah, kelinci Dutch senang berinteraksi dengan manusia, terutama anak-anak.
Saat sedang senang, kelinci ini bisa melompat-lompat. Bahkan, kelinci Dutch punya tingkat kecerdasan tinggi sehingga kamu bisa melatihnya buang air di tempat khusus (litter box training). Namun, kelinci Dutch tidak boleh didiamkan terlalu lama di kandang karena bisa merasa bosan.
Jadi, kamu perlu secara berkala mengeluarkannya dari kandang agar bisa bermain. Jangan lupa sediakan area bermain luar kandang yang aman dari kabel listrik atau tanaman hias beracun.
Baca Juga
- Yuk Ngopi Bareng Hewan Peliharaanmu di 7 Pet Friendly Cafe Jakarta Ini!
- Unik dan Menawan, Ini Dia 10 Hewan Langka Khas Indonesia
- Arti Suara Tokek: Berbeda Tergantung Kapan dan Berapa Kali!
- 5 Rekomendasi Kebun Binatang Bandung Terbaik untuk Liburan Keluarga
Refreshing Dulu Bareng Bobobox

Usai mengurus anabul alias anak berbulu, waktunya refreshing nih. Nggak perlu jauh-jauh, cukup cari Bobopod terdekat untuk staycation sejenak di hotel kapsul nan estetik ini. Desain minimalis dan futuristik menghadirkan suasana berbeda yang bikin kamu lupa sejenak dari rutinitas harian.
Apalagi, Bobopod menawarkan banyak fasilitas keren. Bluetooth Speaker dan akses Wi-fi cepat jadi andalan buat streaming video atau memantau kelinci kesayangan lewat CCTV rumah. Mood Lamp memberimu kebebasan membangun suasana dalam pod agar tidur lebih nyenyak.
Kalau lapar, tinggal delivery makanan favorit dan menikmatinya di Communal Space. Makanan kurang hangat? Tenang, ada microwave di pantry yang bisa kamu pakai. Sebelum tidur, mandi air panas di shared bathroom supaya tubuh lebih rileks.
Dapatkan promo untuk pemesanan Bobopod, Bobocabin, dan CriB (S&K berlaku). Langsung agenda staycation buat me-time, yuk.
Demi kenyamanan saat berlibur, unduh juga aplikasi Bobobox untuk cek lokasi, ketersediaan kamar, dan aneka promo menarik lainnya. Siap me-time santai di Bobobox?
Header image by: Peter Bryan via Unsplash




