Google Maps bukan lagi sekadar aplikasi untuk mencari alamat atau menentukan rute. Ada banyak fitur Google Maps tersembunyi yang bisa membantu kamu menemukan tempat, memahami lingkungan sekitar, menjaga privasi, hingga mendapatkan rekomendasi dengan bantuan AI. Sejak pertama kali rilis pada 2005, Google Maps terus berkembang dan kini sudah jauh lebih dari sekadar peta digital.
Beberapa fitur lama juga masih berguna, tetapi sudah mengalami banyak pembaruan. Di sisi lain, Google mulai menghadirkan fitur berbasis Gemini yang membuat pencarian tempat dan navigasi terasa lebih interaktif. Berikut beberapa fitur Google Maps tersembunyi yang layak kamu coba pada 2026.
7 Fitur Google Maps Tersembunyi, Traveler Perlu Tau!

Google Maps bukan hanya aplikasi untuk mencari alamat atau menentukan rute perjalanan. Fitur Google Maps tersembunyi juga bisa membantu kamu menemukan arah, mengenali tempat di sekitar, hingga mendapatkan rekomendasi berdasarkan kebutuhan tertentu.
Beberapa fitur bahkan sudah memanfaatkan teknologi augmented reality dan AI sehingga pengalaman menggunakan Google Maps terasa lebih praktis. Yuk, kenali fitur Google Maps tersembunyi yang bisa kamu coba untuk mempermudah perjalanan sehari-hari.
1. Live View, Bantu Cari Arah Saat Jalan Kaki
Pernah merasa bingung menentukan arah meskipun sudah membuka peta? Live View bisa membantu ketika kamu sedang berjalan kaki di kawasan yang belum familiar.
Fitur ini menggunakan kamera ponsel untuk menampilkan petunjuk arah di lingkungan sekitar. Panah dan petunjuk navigasi akan muncul di layar sehingga kamu bisa lebih mudah mengetahui arah yang harus kamu tuju.
Cara menggunakannya cukup mudah:
- Buka Google Maps dan cari tujuan.
- Pilih Directions.
- Pilih mode Walking.
- Pilih opsi Lens di Maps/Live View jika tersedia.
- Arahkan kamera ke lingkungan sekitar dan ikuti petunjuk yang muncul.
Bila kamu bandingkan dengan versi lama yang masih belum stabil, teknologi ini sekarang sudah menjadi bagian dari pengalaman navigasi pejalan kaki Google Maps di area yang didukung. Google menjelaskan bahwa Lens di Maps dapat user gunakan untuk membantu navigasi berjalan kaki dan mengenali tempat atau landmark di sekitar.
Namun, tetap perhatikan lingkungan sekitar saat menggunakan fitur ini. Jangan terus-menerus menatap layar ketika berjalan, terutama saat menyeberang jalan atau berada di kawasan ramai.
2. Incognito Mode untuk Menjaga Privasi
Salah satu masalah yang berkembang dari penggunaan teknologi adalah privasi. Kalau kamu tidak ingin aktivitas pencarian tempat atau navigasi tertentu tersimpan di akun Google, kamu bisa menggunakan Incognito Mode.
Saat mode ini aktif, Google Maps tidak akan menyimpan histori penelusuran dan penjelajahan ke akun, memperbarui Timeline, atau menggunakan aktivitas tersebut untuk mempersonalisasi Maps. Cara mengaktifkannya:
- Buka aplikasi Google Maps.
- Ketuk foto profil di pojok kanan atas.
- Pilih Turn on Incognito mode atau Aktifkan Mode samaran.
Berbeda dari informasi pada artikel lama, fitur ini tidak lagi terbatas untuk Android. Google juga menyediakan panduan penggunaan Incognito Mode di iPhone dan iPad.
Namun, perlu kamu pahami bahwa Incognito Mode bukan berarti aktivitasmu menjadi sepenuhnya anonim. Google menjelaskan bahwa mode ini tidak memengaruhi bagaimana aktivitas dapat digunakan atau disimpan oleh penyedia internet, aplikasi lain, penelusuran suara, maupun layanan Google lainnya.
3. Immersive Navigation, Melihat Rute dalam Tampilan 3D
Kalau dulu Google Maps punya fitur 3D View yang menampilkan bangunan dalam bentuk tiga dimensi, sekarang pengalaman navigasinya berkembang jauh lebih jauh.
Google memperkenalkan Immersive Navigation sebagai bagian dari pembaruan besar Google Maps berbasis Gemini. Fitur ini berfungsi membuat perjalanan lebih mudah untuk kamu pahami melalui tampilan lingkungan dan rute yang lebih realistis.
Dengan teknologi ini, navigasi tidak hanya menunjukkan garis rute di atas peta, tetapi dapat memberikan gambaran visual yang lebih kaya mengenai jalan dan lingkungan di sekitar perjalanan. Hal tersebut sangat berguna ketika kamu menghadapi kawasan perkotaan yang kompleks atau persimpangan yang membingungkan.
Jadi, bagian 3D View pada artikel lama sebaiknya tidak lagi dianggap sebagai fitur utama tersendiri. Google Maps kini mengembangkan pengalaman visual tersebut melalui berbagai fitur Immersive View dan Immersive Navigation.
Ketersediaan fitur tetap bergantung pada wilayah, perangkat, dan pembaruan yang sudah akunmu terima, sehingga jangan heran jika tampilannya berbeda dengan pengguna lain.
4. Ask Maps, Cari Tempat dengan Bantuan AI
Nah, ini salah satu fitur Google Maps tersembunyi yang paling menarik untuk kamu coba pada 2026. Google menghadirkan Ask Maps, fitur berbasis Gemini yang memungkinkan kamu berinteraksi dengan Google Maps menggunakan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari. Google menjelaskan bahwa Ask Maps dirancang untuk menjawab pertanyaan mengenai dunia nyata melalui percakapan.
Jadi, kamu tidak harus selalu mengetik kata kunci pendek seperti “restoran Bandung”. Kamu bisa memberikan pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya:
- “Di mana tempat makan yang cocok untuk makan malam santai?”
- “Cari kafe yang cocok untuk bekerja selama beberapa jam.”
- “Apa saja tempat menarik yang bisa dikunjungi di sekitar sini?”
- “Ada restoran dengan suasana tenang di dekat hotel saya?”
Konsep ini membuat pencarian tempat terasa lebih seperti sedang bertanya kepada asisten perjalanan daripada sekadar menggunakan mesin pencari.
Meski begitu, Ask Maps dan fitur AI lainnya masih dapat mengalami peluncuran bertahap dan tidak selalu tersedia untuk semua pengguna atau wilayah. Karena itu, tampilan serta kemampuan yang kamu lihat bisa berbeda tergantung akun dan lokasi.
5. Lens di Maps, Kenali Tempat Hanya dengan Kamera
Kalau kamu sedang berada di tempat asing dan tidak tahu nama bangunan atau toko yang ada di depanmu, Lens di Maps bisa menjadi fitur yang menarik untuk dicoba.
Dengan Lens di Maps, kamu dapat mengarahkan kamera ke toko, restoran, bangunan, tempat terkenal, atau lokasi lain di sekitar. Google Maps kemudian dapat membantu memberikan informasi mengenai tempat tersebut.
Fitur ini bahkan terintegrasi dengan Gemini. Kamu dapat mengajukan pertanyaan mengenai tempat yang sedang dilihat, misalnya, mengapa suatu tempat populer atau informasi lain yang relevan. Cara menggunakannya pada perangkat yang mendukung:
- Buka Google Maps.
- Ketuk ikon Lens pada kotak pencarian.
- Arahkan kamera ke tempat atau bangunan yang ingin kamu ketahui.
- Gunakan opsi pencarian atau ajukan pertanyaan jika tersedia.
Lens di Maps berbeda dari sekadar melihat Street View. Fitur ini menggabungkan kamera, data lokasi, teknologi pengenalan visual, dan kemampuan AI untuk membantu memahami lingkungan sekitar.
Google juga memberikan catatan bahwa Lens untuk navigasi mereka rancang untuk pejalan kaki dan bukan untuk user gunakan saat kendaraan sedang bergerak.
6. Download Peta untuk Navigasi Offline
Tidak semua fitur Google Maps tersembunyi harus menggunakan koneksi internet. Salah satu fitur praktis yang sudah lama tersedia tetapi sering dilupakan adalah Offline Maps.
Sebelum bepergian, kamu bisa mengunduh area tertentu sehingga peta tersebut tetap dapat kamu gunakan ketika koneksi internet terbatas atau tidak tersedia. Fitur ini sangat berguna ketika traveling ke daerah dengan sinyal yang tidak stabil.
Untuk mengelola peta offline, kamu bisa membuka Google Maps dan masuk ke bagian profil, kemudian mencari menu Offline maps. Google masih menyediakan fitur ini sebagai bagian dari pengaturan Maps.
Namun, fitur offline tentu memiliki keterbatasan daripada penggunaan Google Maps secara online, terutama untuk informasi yang membutuhkan data real-time.
7. Bisa Jadi Local Guide
Kalau kamu senang memberikan ulasan, mengunggah foto, atau membantu memperbarui informasi tempat di Google Maps, kamu juga bisa bergabung sebagai Local Guide.
Program ini memungkinkan pengguna berkontribusi dengan memberikan ulasan, foto, video, serta informasi mengenai tempat yang mereka kunjungi. Google masih menyediakan program Local Guides dan sistem poin serta level bagi kontributor.
Jadi, pengalamanmu saat mengunjungi restoran, hotel, tempat wisata, atau bisnis lokal juga bisa membantu orang lain yang sedang mencari informasi.
Tips Menggunakan Fitur Google Maps dengan Lebih Maksimal
Supaya berbagai fitur Google Maps tersembunyi di atas bisa kamu gunakan dengan lebih optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Perbarui aplikasi Google Maps secara berkala agar mendapatkan fitur terbaru.
- Pastikan GPS dan izin lokasi sudah aktif ketika menggunakan fitur navigasi.
- Gunakan Wi-Fi atau koneksi internet stabil ketika mencoba fitur berbasis AI.
- Download peta offline sebelum bepergian ke daerah dengan koneksi internet terbatas.
- Jangan mengandalkan fitur AI sepenuhnya untuk informasi penting seperti kondisi jalan atau jam operasional.
- Perhatikan ketersediaan fitur berdasarkan lokasi dan perangkat, karena tidak semua fitur bisa user akses secara bersamaan di setiap negara.
- Saat menggunakan fitur berbasis kamera seperti Lens, tetap perhatikan lingkungan sekitar dan jangan menggunakan ponsel sambil berkendara.
Trip Anti-Ribet: Tandai Destinasimu dan Rencanakan Staycation Bersama Bobobox!

Manfaatkan Google Maps untuk mengeksplorasi tempat-tempat seru di sekitar destinasimu, lalu sempurnakan liburanmu dengan menginap bersama Bobobox!
Pilih Bobopod untuk kemudahan akses di tengah kota, atau rehat sejenak di suasana alam yang sejuk bersama Bobocabin. Semuanya menawarkan fitur canggih yang siap bikin waktu istirahatmu maksimal.
Hanya lewat sentuhan jari di aplikasi, kamu bebas mengendalikan pencahayaan mood lamp sesuai suasana hati dan memutar lagu favorit melalui speaker Bluetooth di dalam pod. Khusus di Bobocabin, kamu juga bisa mengatur privasi Smart Window secara digital, sekaligus menikmati kenyamanan kamar mandi berfasilitas air hangat di tengah dinginnya udara pegunungan.
Baca Juga:
- 14 Tips Liburan Keluarga Hemat tapi Tetap Fun
- 7 Cara Booking Hotel Murah untuk Backpacker
- Mau Liburan Hemat? Cek 9 Tips Booking Hotel Murah Berikut!
- 6 Tips Dapat Travel dan Hotel Murah untuk Liburan Akhir Tahun
Sudah pin lokasi liburanmu di peta? Download aplikasi Bobobox di ponselmu sekarang, amankan tempat menginap terdekat, dan manfaatkan penawaran Early Booking sebelum kehabisan!
Header image by: Brett Jordan via Unsplash




