Ini Kelebihan dan Kekurangan Cashless

22 Aug 2026

Ini Kelebihan dan Kekurangan Cashless

Penulis

Bobobox

Kelebihan dan kekurangan cashless perlu kamu pahami sebelum sepenuhnya beralih dari uang tunai. Metode pembayaran tanpa uang fisik kini makin dekat dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari berbelanja, menggunakan transportasi, hingga membayar berbagai. 

 

Di Indonesia, perkembangan transaksi digital juga terus meluas seiring bertambahnya pengguna dan merchant yang menerima pembayaran digital.

 

Terbukti, Bank Indonesia mencatat bahwa hingga Semester I 2025, 57 juta pengguna telah menggunakan QRIS dan 39,3 juta merchant di Indonesia telah menerimanya. Angka tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital makin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari, meski uang tunai tetap memiliki peran penting. 

 

Apa Itu Cashless?

 

debit credit card, tips traveling ke jepang
Photo: Pixabay

 

Lalu, apa sebenarnya arti cashless itu sendiri? Masyarakat menggunakan istilah cashless untuk menerangkan transaksi tanpa uang fisik, baik berupa koin maupun kertas. Dengan menggunakan pembayaran ini, kamu lebih mudah bertransaksi di mana pun dan kapan pun tanpa perlu repot membawa uang tunai dalam jumlah banyak saat bepergian.

 

Nah, setelah itu, muncullah konsep cashless society yang bertujuan menyebarluaskan transaksi cashless ini. Selain itu, berbagai pihak turut mengadopsi konsep ini karena transaksi berbasis digital makin meningkat dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Contohnya, mengirimkan uang, membayar belanjaan dengan e-money, berbelanja online, dan masih banyak kegiatan lain yang dulunya mengharuskan kamu memakai uang fisik.

 

Saat ini, bentuk transaksi cashless juga makin beragam. Selain kartu dan dompet digital, kamu dapat menggunakan QRIS untuk membayar berbagai kebutuhan. Bank Indonesia menetapkan QRIS sebagai standar pembayaran berbasis QR Code. Berbagai aplikasi pembayaran dapat membaca dan memproses satu kode QRIS yang sama.

 

Perkembangan teknologi pembayaran juga tidak berhenti pada metode scan. Pada 2025, Bank Indonesia meluncurkan QRIS TAP. QRIS TAP memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran. Inovasi ini membuat transaksi cashless makin praktis.

 

Walaupun transaksi cashless terus meningkat setiap tahun, tidak semua orang memahami sistem pembayaran ini. Konsep cashless society juga makin tersebar luas. Karena itu, sebagian orang masih ragu untuk mencoba transaksi cashless.

 

Jika kamu salah satunya, pahami kelebihan dan kekurangan cashless terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu dapat menentukan metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhanmu. Yuk, intip penjelasan Bob di bawah ini!

 

Kelebihan Cashless

 

Agar kamu lebih paham soal kelebihan dan kekurangan cashless, mari cari tahu dulu apa sih keunggulan metode pembayaran ini.  

 

Lebih Praktis 

 

Dengan bertransaksi secara cashless, dompetmu tidak akan terasa tebal lagi karena kamu cukup membawa smartphone atau kartu. Lewat teknologi QR code yang tinggal kamu pindai atau kartu bersistem tap, kamu dapat bertransaksi dengan sangat praktis. Kamu bisa membeli barang ataupun membayar jasa angkutan umum dengan lebih mudah.

 

Selain itu, kamu tidak perlu khawatir tentang uang kembalian atau antrean yang relatif lama. Transaksi cashless berjalan lebih cepat sehingga tidak memakan banyak waktumu, apalagi jika kamu orang yang super sibuk.

 

Pembayaran digital juga dapat memudahkanmu saat bepergian ke berbagai tempat. Kamu bisa mengandalkan beberapa metode pembayaran tanpa harus membawa banyak uang tunai. Namun, sebaiknya tetap siapkan alternatif pembayaran untuk berjaga-jaga jika merchant belum menerima transaksi digital. 

 

Banyak Promo dan Diskon

 

Seiring bertambahnya penyedia pembayaran cashless, para merchant juga makin gencar menawarkan promo dan diskon. Penyedia layanan sengaja menggunakan promo dan diskon sebagai strategi untuk menarik perhatian konsumen. Tentu saja, kamu bisa memanfaatkannya untuk meraup keuntungan belanja.

 

Sebagai salah satu keuntungan, kamu bisa menghemat pengeluaran karena mendapatkan potongan harga untuk barang incaranmu. Namun, satu hal yang perlu kamu ingat: perhatikan syarat dan ketentuan dari penyedia cashless yang memberikan promo tersebut. Salah-salah bertransaksi, kamu bukannya untung, malah buntung.

 

Meski begitu, jangan membiarkan promo membuatmu membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kamu perlukan. Potongan harga tetap memakan anggaran jika kamu bertransaksi hanya karena tergoda oleh penawaran. Karena itu, selalu bandingkan harga akhir, periksa periode berlaku, lalu pastikan kebutuhan tersebut memang sudah masuk ke dalam anggaranmu.

 

Memudahkan Kamu Melacak Keberadaan Dana 

 

Saat kamu kehilangan dompet yang berisikan uang tunai, tentu akan sulit untuk menemukannya, apalagi jika terjadi di transportasi umum. Hal itu tidak akan terjadi jika kamu adalah salah satu pengguna transaksi non-tunai. Jika kamu pengguna tetap uang elektronik, data pribadimu akan terhubung langsung dengan kartu yang kamu gunakan sebagai alat transaksi.

 

Sistem ini sangat membantumu melacak riwayat transaksi dengan mudah jika hal buruk menimpa kartumu. Misalnya, jika kartumu hilang atau seseorang mencoba menyalahgunakan saldomu.

 

Namun, kemampuan melihat riwayat transaksi tidak selalu berarti uang yang hilang pasti dapat kembali. Jika menemukan transaksi yang tidak kamu kenali, segera periksa riwayat transaksi dan hubungi penyedia layanan pembayaran melalui kanal resminya. Dengan begitu, kamu bisa mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan lebih lanjut.

 

Mudah Dalam Meninjau Pengeluaran

 

Mungkin kamu pernah lupa ke mana saja uangmu mengalir sehabis gajian? Jika iya, sistem transaksi cashless bisa membantumu melacak setiap pengeluaran. Melalui sistem online, aplikasi mencatat setiap transaksi sehingga kamu bisa mengeceknya dengan mudah setiap saat. 

 

Kamu juga bisa melihat rincian informasi seperti jumlah, waktu, dan lokasi transaksi. Nah, kamu bisa banget memanfaatkan fitur ini untuk mengontrol keuangan bulananmu agar tidak membengkak di kemudian hari.

 

Agar manfaat ini terasa maksimal, kamu bisa menjadikan riwayat transaksi sebagai bahan evaluasi rutin. Misalnya, cek pengeluaran setiap akhir pekan untuk melihat apakah ada transaksi kecil yang terlalu sering kamu lakukan. Cara tersebut membuat pembayaran digital tidak sekadar praktis, tetapi juga bisa membantu kamu membangun kebiasaan mengelola pengeluaran secara lebih teratur.

 

Dompet-Uang-Duit-Rupiah
Photo: Bady Abbas via Unsplash

 

Kekurangan Cashless

 

Terkait kelebihan dan kekurangan cashless, mari cari tahu juga apa sih kekurangan dari metode pembayaran nontunai. 

 

Cenderung Membuatmu Lebih Boros

 

Jika kamu tidak terampil dalam mengelola pengeluaran bulanan, bisa jadi sistem pembayaran cashless akan membuatmu jauh lebih boros daripada sebelumnya. Saat bertransaksi dengan uang fisik, kamu tentu secara sadar memberikannya kepada pedagang atau kasir. 

 

Lain halnya dengan tidak memegang uang fisik, kamu seakan mempunyai uang yang cukup untuk membeli barang yang kamu inginkan. Tapi yang sering kali terlupakan justru saat mengetahui bahwa uang yang kamu miliki habis tanpa kamu sadari.

 

Karena itu, kamu perlu mengimbangi kemudahan pembayaran ini dengan batas pengeluaran yang ketat. Kamu dapat menentukan anggaran mingguan, mematikan notifikasi promosi, atau memisahkan saldo untuk kebutuhan tertentu. Dengan langkah-langkah tersebut, kamu tetap bisa menikmati kepraktisan cashless tanpa kehilangan kendali keuangan.

 

Perlu Pemahaman dan Teknologi yang Memadai

 

Dua hal penting yang dapat memengaruhi transaksi cashless adalah pemahaman dan teknologi yang memadai agar transaksi berjalan dengan lancar. Pemahaman yang kamu harus ketahui tentu saja tentang transaksi digital. Pada dasarnya, sistem pembayaran cashless berkaitan dengan berbagai macam alat yang memerlukan pemahaman yang cukup untuk menggunakannya, baik bagi konsumen maupun pedagang. 

 

Di luar itu, gangguan pada aplikasi dan kestabilan koneksi internet turut memengaruhi seberapa lancar transaksi yang akan kamu lakukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kamu sebaiknya tetap membawa alternatif pembayaran ketika bepergian. 

 

Gangguan jaringan, baterai smartphone habis, aplikasi bermasalah, atau merchant belum menerima metode pembayaran tertentu dapat membuat transaksi digital gagal. Jadi, cashless tidak selalu berarti kamu harus meninggalkan uang tunai sepenuhnya.

 

Rentan Pencurian Data Privasi

 

kelebihan dan kekurangan cashless
Photo: Kampus Production via Pexels

 

Karena menggunakan sistem digital, salah satu hal yang cukup rentan adalah pencurian data privasi masing-masing pengguna. Tentu saja, kamu percaya kepada perusahaan yang menyimpan data privasimu. Tetapi dengan makin canggihnya teknologi, para peretas bisa menyasar informasi pribadimu.

 

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kamu selalu berhati-hati dan menjadi pengguna yang pintar. Dengan demikian, data privasimu tetap terjaga dan tidak mengalami hal yang tidak kamu inginkan terkait informasi pribadimu.

 

Risiko keamanan juga berkembang mengikuti teknologi pembayaran. Bank Indonesia mengingatkan masyarakat mengenai quishing. Ini adalah penipuan yang memanfaatkan QR Code palsu untuk mengarahkan korban ke situs berbahaya, aplikasi mencurigakan, atau rekening penipu. Karena itu, sebelum memindai QR Code, periksa nama merchant yang muncul dan hindari QR Code dari sumber yang tidak jelas.

 

Pun, jangan pernah memberikan PIN, OTP, kata sandi, atau data keamanan lainnya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas layanan pembayaran. Gunakan aplikasi resmi dan segera laporkan transaksi mencurigakan kepada penyedia layanan terkait. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu kamu menggunakan transaksi digital dengan lebih aman.

 

Penyedia Transaksi Cashless Belum Merata

 

Indonesia memiliki wilayah geografis yang sangat luas, sehingga wajar jika konsep cashless society belum menjangkau semua daerah secara merata. Jika kamu tinggal di perkotaan padat penduduk, kamu pasti mudah menemukan toko yang menyediakan pembayaran nontunai. 

 

Namun, kondisinya akan berbeda jika kamu bepergian ke daerah pelosok. Kamu harus bersabar karena belum semua tempat siap memfasilitasi metode ini.

 

Perkembangan QRIS memang terus memperluas penerimaan pembayaran digital, tetapi kebutuhan terhadap uang tunai belum hilang. Bank Indonesia sendiri tetap menjaga ketersediaan uang rupiah dalam bentuk fisik, sehingga kamu tidak perlu menganggap pembayaran digital sebagai pengganti mutlak uang tunai.

 

Baca Juga:

 

 

Sudah Paham Kelebihan dan Kekurangan Cashless? 

 

Bobocabin Ubud Bali
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Nah, setelah membaca penjelasan soal kelebihan dan kekurangan cashless, masih ragukah kamu untuk beralih ke pembayaran nontunai? 

 

Jika sudah yakin untuk mencoba pembayaran nontunai, jangan lupa traktir Bob, ya! Bobobox menghadirkan kemudahan transaksi melalui aplikasi. Saat ingin memesan Bobopod, kamu bisa langsung melakukan reservasi melalui aplikasi Bobobox.

 

Bobopod cocok untuk kamu yang mencari akomodasi praktis saat bepergian dan membutuhkan tempat beristirahat. Selain Bobopod, kamu juga bisa memilih Bobocabin untuk pengalaman menginap dengan suasana alam.

 

Dengan begitu, kamu dapat memilih akomodasi sesuai kebutuhan perjalanan tanpa perlu repot melakukan reservasi secara langsung. Jadi, tunggu apa lagi? Unduh aplikasi Bobobox sekarang juga! 

 

Kalau kamu berencana menginap dalam waktu dekat, Bobobox juga memiliki promo Early Booking dengan potongan hingga 20% untuk pemesanan minimal 21 hari sebelum tanggal menginap. Promo ini berlaku untuk Bobopod, Bobocabin, dan CRiB pada periode serta ketentuan tertentu, jadi pastikan kamu mengecek syarat dan ketentuannya sebelum melakukan pemesanan!

 

Featured Photo:  Anna Tarazevich via Pexels