05 Sept 2026

15 Buku Hari Literasi Dunia yang Wajib Kamu Baca

Penulis

Bobobox

Setiap 8 September, dunia memperingati Hari Literasi Dunia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kemampuan membaca dan menulis. Jika kamu ingin ikut merayakannya dengan cara sederhana, membaca buku Hari Literasi Dunia bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. 

 

Nah, pada 2026 lalu, UNESCO mengangkat tema “Literacy for People, the Planet and Prosperity”, yang menyoroti peran literasi bagi kehidupan manusia, lingkungan, dan kesejahteraan.

 

Maka untuk menemani perayaan tersebut, Bob sudah merangkum 15 buku Hari Literasi Dunia dari berbagai genre. Ada novel Indonesia, fiksi internasional, karya klasik, hingga buku nonfiksi yang bisa menambah wawasan sekaligus memberikan pengalaman membaca yang berbeda. 

 

Daftar Buku Hari Literasi Dunia Mulai dari Fiksi, Klasik hingga Nonfiksi

 

Tentunya, merayakan Hari Literasi Dunia bisa dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan membaca buku yang sesuai dengan minatmu. Dari novel Indonesia, fiksi internasional, karya klasik, hingga buku nonfiksi tentang kreativitas, berikut beberapa pilihan buku Hari Literasi Dunia yang bisa masuk daftar bacaanmu.

 

1. 24 Jam Bersama Gaspar – Sabda Armandio

 

Rayakan Hari Literasi Dunia bersama novel detektif karya Sabda Armandio. 24 Jam Bersama Gaspar menceritakan tentang seorang pemuda bernama Gaspar yang merencanakan pencurian bersama dengan beberapa orang kenalannya.

 

Meskipun bergaya detektif, jangan bayangkan membaca novel ini seperti membaca novel cerita Sherlock Holmes. Daya tarik dari novel ini justru adalah humor nyelenehnya yang akan membuat kamu tertawa sepanjang cerita.

 

Novel ini juga makin populer setelah diadaptasi menjadi film Indonesia yang tayang di Netflix pada 2023. Perpaduan misteri, humor gelap, dan karakter-karakter unik membuat 24 Jam Bersama Gaspar tetap menarik untuk masuk dalam daftar buku Hari Literasi Dunia.

 

2. Amba – Laksmi Pamuntjak

 

Amba adalah novel debut dari Laksmi Pamuntjak. Novel yang harus kamu baca untuk merayakan Hari Literasi Dunia ini bercerita tentang hubungan asmara Amba dan Bhisma.

 

Alkisah pada tahun 1965, hubungan mereka terputus akibat ketegangan dan kekerasan politik setelah Peristiwa G30S di Kediri dan Yogyakarta. Bhisma menghilang dan Amba pun mencarinya hanya untuk menemukan bahwa ia menghabiskan sisa hidupnya di pengasingan.

 

Selain kisah cinta, novel ini membawa pembaca melihat sejarah Indonesia dari sudut pandang personal. Karena itu, Amba bisa menjadi salah satu buku Hari Literasi Dunia bagi kamu yang ingin membaca karya sastra sekaligus mengenal kembali bagian penting dari sejarah Indonesia.

 

3. Orang-orang Oetimu – Felix K. Nesi

 

Novel rekomendasi untuk Hari Literasi Dunia ini menggambarkan keadaan masyarakat Timor Barat dengan segala masalahnya, di mana gereja, negara, dan tentara berperan besar dalam kehidupan sosial.

 

Berhasil memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2018, novel karangan Felix K. Nesi menggunakan kisah masyarakat Oetimu untuk membicarakan kekuasaan, kekerasan, agama, dan kehidupan sosial di Timor. Karya ini juga telah mendapat perhatian pembaca di luar Indonesia melalui penerjemahan ke beberapa bahasa.

 

4. Laut Bercerita – Leila S. Chudori

 

Kalau kamu mencari buku Hari Literasi Dunia yang kuat secara emosional sekaligus memiliki kaitan dengan sejarah Indonesia, Laut Bercerita bisa menjadi pilihan. Novel karya Leila S. Chudori ini mengikuti kisah Biru Laut, seorang mahasiswa sekaligus aktivis yang mengalami penculikan pada masa Orde Baru.

 

Cerita kemudian berkembang melalui sudut pandang orang-orang yang ditinggalkan, termasuk keluarga Biru Laut. Dengan gaya bahasa yang emosional, novel ini mengajak pembaca memahami pengalaman para korban dan keluarga korban penghilangan paksa.

 

5. Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan

 

Novel karya Eka Kurniawan ini cocok bagi pembaca yang ingin mencoba karya sastra Indonesia dengan gaya yang berbeda. Cantik Itu Luka menggabungkan realisme magis, sejarah, humor, dan kritik sosial dalam kisah beberapa generasi sebuah keluarga.

 

Melalui tokoh-tokohnya, pembaca diajak melihat berbagai peristiwa sejarah Indonesia sekaligus persoalan sosial yang membentuk kehidupan mereka. Karya ini juga telah diterjemahkan ke sejumlah bahasa dan membuat nama Eka Kurniawan semakin dikenal di dunia sastra internasional.

 

6. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

 

Tidak lengkap rasanya membahas buku Hari Literasi Dunia tanpa memasukkan salah satu karya sastra Indonesia yang paling berpengaruh. Bumi Manusia merupakan buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

 

Novel ini mengikuti kisah Minke, seorang pemuda pribumi yang hidup pada masa Hindia Belanda. Selain menghadirkan kisah personal dan percintaan, novel ini membahas kolonialisme, pendidikan, kelas sosial, serta pencarian identitas.

 

Bagi kamu yang ingin mengenal sastra Indonesia klasik sekaligus melihat gambaran masyarakat pada masa kolonial, Bumi Manusia layak masuk daftar bacaan Hari Literasi Dunia.

 

7. A Man Called Ove – Fredrik Backman

 

Selanjutnya, novel debut penulis asal Swedia ini layak masuk ke dalam daftar bacaan kamu untuk merayakan Hari Literasi Dunia. A Man Called Ove bercerita tentang seorang pria paruh baya bernama Ove.

 

Ia memiliki perangai yang keras dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain. Namun, hal itu berubah setelah tetangga barunya masuk ke dalam kehidupan Ove. Ringan, menyentuh, dan indah. Itulah novel A Man Called Ove.

 

Di balik karakter Ove yang terlihat pemarah dan kaku, terdapat kisah tentang kehilangan, persahabatan, keluarga, dan kesempatan untuk memulai kembali.

 

8. A Thousand Splendid Suns – Khaled Hosseini

 

A Thousand Splendid Suns merupakan novel kedua dari penulis The Kite Runner. Novel ini bercerita tentang dua orang wanita dengan status sosial yang berbeda, Mariam dan Laila, yang terpaksa harus menikahi satu pria yang sama.

 

Bertempat di Afganistan, novel ini mengangkat sejarah kelam saat masa perang dan dampaknya terhadap kehidupan mereka, terutama keluarga. Buku ini layak kamu baca untuk merayakan Hari Literasi Dunia.

 

Persahabatan yang tumbuh di antara Mariam dan Laila menjadi salah satu kekuatan utama cerita. Novel ini juga memperlihatkan bagaimana perempuan bertahan di tengah perubahan politik dan konflik yang berkepanjangan.

 

9. Flowers for Algernon – Daniel Keyes

 

Buku ini merupakan novel sains fiksi yang bercerita tentang Charlie, seseorang yang memiliki keterbatasan mental. Ia melakukan eksperimen untuk meningkatkan tingkat kejeniusan yang ia uji coba pada seekor tikus bernama Algernon.

 

Ia berhasil melakukannya hingga IQ-nya melampaui ilmuwan. Akan tetapi, perlahan kondisi Algernon semakin memburuk. Akankah hal yang sama terjadi pada Charlie?

 

Selain menawarkan cerita fiksi ilmiah, novel ini mengajak pembaca mempertanyakan kecerdasan, martabat manusia, hubungan sosial, dan arti kebahagiaan. Karena itu, Flowers for Algernon menjadi salah satu buku Hari Literasi Dunia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca berpikir.

 

10. Looking for Alaska – John Green

 

Buku rekomendasi untuk Hari Literasi Dunia ini bercerita tentang Miles Halter, seorang pemuda membosankan yang mencari sesuatu yang lebih menantang di Culver Creek Boarding School. Di sanalah ia bertemu Alaska Young, seorang wanita yang sangat berkebalikan dari Miles.

 

Pertemuan tersebut membawa Miles ke dalam persahabatan, cinta, petualangan, dan pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Novel ini cocok bagi pembaca muda yang menyukai cerita coming-of-age dengan tema persahabatan dan pencarian jati diri.

 

11. Project Hail Mary – Andy Weir

 

Jika kamu ingin membaca buku Hari Literasi Dunia dengan nuansa fiksi ilmiah modern, Project Hail Mary bisa menjadi pilihan. Novel karya Andy Weir ini mengikuti seorang astronaut yang terbangun sendirian di sebuah pesawat luar angkasa tanpa mengingat bagaimana ia bisa sampai di sana.

 

Ia kemudian menyadari bahwa dirinya menjalankan misi penting untuk menyelamatkan umat manusia. Ceritanya memadukan sains, teka-teki, humor, dan ketegangan sehingga cocok untuk pembaca yang ingin menikmati novel dengan tempo cerita yang cepat.

 

12. The Midnight Library – Matt Haig

 

Buku Hari Literasi Dunia berikutnya adalah The Midnight Library karya Matt Haig. Novel ini bercerita tentang Nora Seed yang menemukan sebuah perpustakaan misterius di antara kehidupan dan kematian.

 

Setiap buku di perpustakaan tersebut memberikan kesempatan bagi Nora untuk melihat kehidupan alternatif yang mungkin terjadi jika ia mengambil keputusan berbeda. Dari sana, cerita berkembang menjadi refleksi tentang pilihan, penyesalan, kebahagiaan, dan makna hidup.

 

13. The Catcher in the Rye – J. D. Salinger

 

Buku yang wajib kamu baca untuk merayakan Hari Literasi Dunia ini merupakan salah satu dari 100 novel klasik terbaik. Ceritanya berfokus pada Holden Caulfield, seorang anak remaja yang berontak.

 

Ia meninggalkan sekolahnya di Pennsylvania dan pergi menghilang di New York City selama tiga hari. Ketidakpedulian, identitas, kehilangan, dan depresi menjadi isu yang diangkat dari novel ini.

 

Kisah Holden membuat novel ini tetap relevan karena mengangkat kegelisahan yang sering muncul ketika seseorang berada dalam masa transisi menuju kedewasaan.

 

14. The Green Mile – Stephen King

 

Stephen King adalah seorang penulis horor dengan karya yang sangat banyak. Banyak bukunya yang sudah diadaptasi ke layar lebar seperti IT dan The Shining. The Green Mile juga merupakan salah satunya.

 

Novel ini bercerita tentang penjaga penjara bernama Paul Edgecombe yang bertemu dengan John Coffey, seorang tahanan hukuman mati yang menunjukkan empati dan perubahan untuk menjadi orang yang lebih baik.

 

Meski dikenal sebagai novel Stephen King, The Green Mile tidak hanya mengandalkan unsur horor. Ceritanya juga mengeksplorasi kemanusiaan, keadilan, belas kasih, dan moralitas.

 

15. Big Magic – Elizabeth Gilbert

 

Kreativitas adalah dunia yang penuh misteri. Baik itu menulis buku, membuat lagu, atau melukis, selalu ada tantangan dalam menyelesaikannya.

 

Untuk itulah diperlukan penanganan khusus untuk bisa membuat ide menjadi sesuatu yang nyata. Sebuah keajaiban mungkin. Melalui buku rekomendasi untuk Hari Literasi Dunia ini, Elizabeth Gilbert akan membawa kamu memahami dunia inspirasi yang penuh misteri, bagaimana kamu memahaminya dan menyikapinya.

 

Buku nonfiksi ini cocok bagi kamu yang ingin menjadikan literasi sebagai pintu untuk mengembangkan kreativitas. Gilbert membahas proses kreatif dengan gaya yang ringan dan mendorong pembaca untuk lebih berani mengeksplorasi ide.

 

Rayakan Hari Literasi Dunia Bersama Bobobox!

 

bobopod paskal bandung
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Setelah puas berburu dan membaca rekomendasi buku untuk menyambut Hari Literasi Dunia, tak ada salahnya meluangkan waktu untuk membaca dengan suasana yang lebih tenang.

 

Bobopod dari Bobobox hadir sebagai hotel kapsul modern yang cocok untuk melepas stres. Suasana hening dan privat akan langsung terasa begitu kamu masuk ke dalamnya. Namun, jika kamu ingin menikmati sensasi membaca buku kesayangan ditemani keasrian dan ketenangan alam sejuk, kamu juga bisa memilih menginap di Bobocabin.

 

 

Tak hanya nyaman, akomodasi dari Bobobox juga dibekali teknologi yang canggih. Kamu bisa melakukan pemesanan hingga mengakses kunci kamar menggunakan pemindaian QR code secara praktis.

 

Jadi, selain menjadikan 8 September sebagai momentum untuk membaca lebih banyak, kamu juga bisa memanfaatkan waktu staycation ini untuk menuntaskan reading list impianmu!

 

Yuk, langsung download aplikasi Bobobox di ponselmu sekarang, lalu amankan promo Early Booking agar sesi me-time membacamu makin hemat!