Berburu Makanan Khas Bukittinggi yang Unik dan Kaya Rempah

16 May 2026

Berburu Makanan Khas Bukittinggi yang Unik dan Kaya Rempah

Penulis

Bobobox

Bicara soal liburan ke Sumatra Barat, kota sejuk yang satu ini pasti langsung terlintas di pikiranmu. Yup, Bukittinggi selalu sukses bikin rindu dengan pemandangan Jam Gadang yang ikonis. Akan tetapi, tahukah kamu kalau daya tarik utama kota ini sebenarnya terletak pada petualangan rasanya? 

 

Menyantap makanan khas Bukittinggi bukan sekadar mengisi perut kosong, melainkan sebuah petualangan budaya yang kaya rasa. Mulai dari kombinasi bumbu rempah yang berani, kuah gulai yang kental, hingga deretan camilan manis nan legendaris, setiap gigitannya menyimpan cerita tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.

 

Mengapa Kuliner Bukittinggi Begitu Kaya?

 

Makanan khas Kota Bukittinggi memiliki karakter rasa yang cenderung lebih berani, pedas, dan kaya rempah dibandingkan wilayah pesisir Sumatra Barat. Secara historis, daerah dataran tinggi Minangkabau (Darek) memanfaatkan hasil agrikultur segar, sayuran, dan hewan ternak secara maksimal. 

 

Proses memasak lambat (slow cooking) dengan kuali tanah liat tradisional juga menjadi inti makanan khas Bukittinggi, yang menghasilkan cita rasa bumbu meresap sempurna hingga ke serat terdalam.

 

Makanan Khas Bukittinggi Wajib Dicoba

 

Agar agenda kulineran kamu makin lengkap dan memuaskan, pastikan kamu tidak melewatkan sembilan rekomendasi kuliner legendaris berikut ini.

 

1. Cindua Langkok yang Menyegarkan

 

dawet cendol - lod chong, makanan luar negeri yang mirip makanan indonesia
Photo: Dewi Ambarwati via Freepik

 

Cindua langkok berasal dari bahasa Minang di mana cindua berarti cendol dan langkok berarti lengkap. Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, cindua langkok ini berarti, cendol yang lengkap. Kira-kira apa bedanya sih dengan cendol yang biasa kita minum di Pulau Jawa?

 

Meskipun mirip-mirip dengan cendol atau dawet yang sering kita temui di Jawa, cindua langkok ini punya keunikan tersendiri. Kuliner ini memiliki tekstur yang sangat lembut, lebih lembut daripada es cendol biasa.

 

Tekstur cindua langkok yang lembut berasal dari bahan utama cindua, yaitu tepung sagu aren yang dicampur dengan tepung beras. Sedangkan cendol atau dawet yang biasa kamu makan berbahan dasar tepung beras saja, sehingga teksturnya sedikit lebih keras.

 

Sebagaimana es cendol dan dawet lainnya, tampilan cindua langkok ini cukup meriah. Dominasi warna hijau, merah, putih dan cokelat akan mewarnai piring atau gelasmu. Eits, tapi kamu tidak usah khawatir karena warna-warna di dalam sajian kuliner ini sangat alami.

 

Warna hijau di dalam cindua langkok berasal dari pewarna alami daun pandan dan daun suji. Sedangkan warna merah khas cindua langkok berasal dari getah gambir. Warna cokelat cindua langkok sendiri berasal dari gula arennya. Hmm, sudah terbayangkan nikmatnya cindua langkok Bukittinggi ini.

 

Sebagai kuliner kebanggaan Bukittinggi, cindua langkok ternyata mempunyai sejarahnya sendiri. Siapa sangka kuliner ini sudah sangat melegenda, bahkan sudah disajikan sejak zaman awal kemerdekaan. Kesegaran dan keaslian citarasa cindua langkok tetap dipertahankan hingga saat ini.

 

2. Nasi Kapau

 

Banyak orang sering menyamakan hidangan ini dengan nasi padang biasa, padahal makanan khas Bukittinggi adalah nasi kapau yang punya keunikan tersendiri. Berasal dari Nagari Kapau, menu ini menyajikan nasi hangat dengan pilihan lauk khas seperti gulai tambusu (usus sapi berisi adonan telur dan tahu) dan rendang ayam. 

 

Ciri khasnya terletak pada cara penataan lauk dalam wadah besar yang posisinya lebih rendah dari si penjual, sehingga mereka menggunakan sendok panjang berbahan tempurung kelapa untuk mengambil lauk pilihanmu.

 

3. Gulai Itiak Lado Mudo

 

ayam tuturuga
Photo: Sri Widyowati via Freepik

 

Kalau kamu pencinta tantangan pedas, menu satu ini wajib masuk daftar teratas. Kuliner legendaris berbahan dasar daging itik (bebek) muda ini dimasak bersama ulekan cabai hijau (lado mudo) dalam jumlah yang sangat melimpah. 

 

Rahasia kelezatannya ada pada daging bebek muda yang empuk dan sama sekali tidak amis karena diproses dengan cara dibakar sekilas sebelum digulai. Rasanya? Gurih, pedas, dan super nagih!

 

4. Bika Si Batang Api

 

Jangan tertukar dengan bika ambon ya! Kue tradisional berbahan dasar tepung beras, parutan kelapa, dan gula merah ini dimasak dengan cara panggang yang sangat unik. 

 

Adonan bika diletakkan di atas daun waru, lalu dipanggang menggunakan kuali tanah liat dengan sumber panas dari kayu bakar di bawah dan sabut kelapa yang membara di atasnya (batang api). Hasilnya adalah kue bika hangat bertekstur lembut dengan aroma smoky khas yang menggoda selera.

 

5. Kerupuk Sanjai

 

Karupuak Sanjai
Foto: Puty Azmi via Cookpad

 

Bicara soal oleh-oleh makanan khas Bukittinggi, rasanya kurang lengkap tanpa membawa pulang keripik singkong legendaris ini. Nama "Sanjai" diambil dari nama jalan di daerah asal pembuatannya di Bukittinggi. 

 

Keripik singkong bertekstur renyah ini hadir dalam beberapa varian rasa, namun yang paling populer adalah Sanjai Balado yang dilapisi bumbu cabai merah kental berkarakter manis-pedas lengket.

 

6. Lamang Tapai

 

Kombinasi rasa unik yang berpadu harmonis melahirkan menu Lamang Tapai. Hidangan ini terdiri dari dua komponen utama: Lamang (beras ketan yang dimasak di dalam bambu dengan santan) dan Tapai (ketan hitam yang telah melalui proses fermentasi). Rasa gurih asin dari lamang berpadu dengan rasa manis-asam segar dari tapai ketan hitam, menciptakan sensasi rasa tradisional yang khas di lidah.

 

7. Kerupuk Kuah Sate

 

Mau mencoba makanan ringan khas Bukittinggi yang ramah di kantong dan sering dijumpai di sekitar area wisata? Kerupuk Kuah Sate adalah jawabannya. Menggunakan opak singkong berukuran besar, permukaan kerupuk ini diolesi kuah sate padang kuning kental yang kaya rempah, lalu diberi taburan mi bihun goreng. 

 

Jajanan sederhana ini menawarkan tekstur renyah dengan rasa gurih pedas yang asyik dinikmati sambil nongkrong.

 

8. Ampiang Dadiah

 

ampiang dadiah
Photo: Adhmi via commons.wikimedia.org

 

Ini dia salah satu kuliner paling unik dari ranah Minang yang kerap dijuluki sebagai "Yogurt Tradisional Minangkabau". Dadiah merupakan susu kerbau yang difermentasi secara alami di dalam batang bambu selama beberapa hari hingga mengental. 

 

Dalam penyajiannya, dadiah dicampur dengan ampiang (beras ketan pipih), lalu diberi siraman kuah gula merah cair dan parutan kelapa muda. Rasanya merupakan perpaduan asam segar khas fermentasi dan manis legit.

 

9. Ketupek Pical

 

Jika Jawa punya pecel, maka Bukittinggi punya Ketupek Pical. Hidangan sarapan favorit warga lokal ini berisi potongan ketupat, mie kuning, serta sayur-sayuran segar seperti daun singkong, jantung pisang, dan kol. Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan kuah kacang kental yang gurih, pedas, sedikit manis, lalu disajikan bersama remahan kerupuk merah di atasnya.

 

10. Kopi Kawa Daun

 

Pencinta Kopi Wajib Tahu! Ini Dia 10 Jenis Olahan Kopi Beserta Karakteristiknya
Photo: @karolina-grabowska via Pexels

 

Untuk menutup penjelajahan rasa, cobalah menyesap segelas Kawa Daun. Uniknya, minuman hangat ini tidak dibuat dari biji kopi, melainkan dari daun kopi yang dikeringkan lalu diseduh layaknya teh. 

 

Sejarah mencatat minuman ini lahir pada masa kolonial ketika masyarakat lokal dilarang menikmati biji kopi untuk konsumsi pribadi. Kawa daun secara tradisional disajikan menggunakan batok kelapa, memberikan rasa teh-kopi yang ringan, herba, dan sangat menghangatkan tubuh di tengah udara sejuk Bukittinggi.

 

Puas Menjelajahi Bukittinggi? Saatnya Petualangan Berlanjut ke Keindahan Danau Toba!

 

bobocabin patra parapat
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Menjelajahi ragam kuliner legendaris dan berburu oleh-oleh makanan khas Bukittinggi memang selalu sukses memanjakan lidah. Akan tetapi, keindahan Pulau Sumatra tidak berhenti di ranah Minang saja! Kalau kamu ingin melanjutkan petualangan seru menyaksikan lanskap alam dengan suasana menenangkan, kawasan Danau Toba di Sumatra Utara wajib jadi destinasi berikutnya.

 

Agar liburan kamu makin berkesan dan menyatu dengan alam, kamu bisa mencoba pengalaman menginap modern di Bobocabin Patra Parapat atau Bobocabin Kaldera, Toba

 

Baca Juga

 

 

Di dalam cabin, kamu bakal menemukan fasilitas canggih seperti Smart Glass Window yang bisa diatur tingkat transparansinya, tablet pintar B-Pad untuk mengontrol mood lamp dan Bluetooth speaker, kasur King Size empuk, serta kamar mandi dalam yang dilengkapi water heater

 

Yuk, segera download aplikasi Bobobox sekarang untuk kemudahan pesan cabin dan cek promo terbaiknya!