Mengenal Apa Itu Backpacking dan Tips Menjadi Backpacker

17 Jun 2026

Mengenal Apa Itu Backpacking dan Tips Menjadi Backpacker

Penulis

Bobobox

Pernahkah kamu membayangkan menjelajahi tempat baru hanya dengan satu tas di punggung? Istilah backpackeran adalah cara bepergian secara mandiri dengan bujet minimalis, membawa barang seperlunya, dan mengutamakan fleksibilitas selama perjalanan.

 

Gaya travel ini makin digemari karena memberikan kebebasan penuh bagi kamu untuk mengeksplorasi destinasi impian tanpa terikat jadwal tur yang kaku. Baik merencanakan perjalanan kelompok maupun membutuhkan backpacking solo tips untuk petualangan mandiri, persiapan yang matang tetap menjadi kunci utama agar liburanmu berjalan lancar, aman, dan tetap ramah di kantong.

 

Bagi pemula, memulai perjalanan backpacking mungkin terasa menantang. Kamu harus mengatur semuanya sendiri, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga rute harian. Akan tetapi, di situlah letak keseruannya!

 

Agar perjalanan pertamamu tidak berujung berantakan atau membuat kantong jebol, menerapkan beberapa tips backpacking esensial akan sangat membantu menghemat pengeluaran tanpa mengurangi esensi petualangan itu sendiri. Yuk, simak panduan praktis berikut agar kamu siap menjadi backpacker tangguh!

 

Apa Itu Backpacking?

 

Backpacker_Solo Traveler_Bukit_Mendaki
Photo: Tristan Pineda Via Unsplash

 

Backpacker merujuk pada seseorang yang bepergian dengan barang bawaan ala kadarnya, atau hanya menggunakan backpack alias ransel.

 

Melansir laman Oxford Languages, kata backpacker menggambarkan seseorang yang sedang melakukan perjalanan wisata atau seseorang yang sedang melakukan pendakian gunung dengan membawa tas ransel berisi perlengkapan penting.

 

Perbedaan Backpacker dan Traveler Lainnya

 

perbedaan hiking dan trekking
Photo: jcomp via Freepik

 

Salah satu hal yang jelas membedakan apa itu backpacker dan apa itu wisatawan lainnya adalah perlengkapan yang mereka bawa.

 

Umumnya, seorang backpacker hanya akan membawa perlengkapan esensial saja saat berwisata. Dengan begitu, barang bawaan mereka cukup ringkas untuk dibawa di dalam ransel tanpa memerlukan koper.

 

Mereka pun cukup fleksibel soal harus menginap di mana dan akan makan apa. Seorang backpacker dituntut bisa bertanggung jawab atas diri sendiri karena setiap keputusan akan ditentukan sendiri.

 

Kelebihan dan Kekurangan Backpacking

 

Hotel-Backpacker-Bandung-yang-Recommended-Untuk-Liburan-Memilih.jpg

 

Ada beberapa keuntungan dan kekurangan bagi kamu yang ingin mencoba gaya liburan ala backpacker. Apa sajakah kekurangan dan kelebihan backpacking?

 

1. Keuntungan Backpacking: Hemat Biaya

 

Dengan melakukan gaya liburan ala seorang backpacker, kamu bisa menghemat biaya sebanyak-banyaknya.

 

Mengapa begitu? Sebab, seorang backpacker umumnya tidak akan menggunakan bantuan agen perjalanan dalam agenda liburannya.

 

Backpacker akan mengatur sendiri semua kelengkapan liburan, mulai dari tempat tujuan, durasi liburan, hingga transportasi serta akomodasi yang akan digunakan.

 

Mereka juga cenderung mencari alternatif liburan termurah. Beberapa bahkan akan mencari cara untuk mendapatkan fasilitas gratis, seperti tidur di musala untuk menghemat biaya penginapan.

 

2. Kekurangan Backpacking: Repot

 

Meskipun bisa menghemat banyak biaya, kegiatan backpacking bisa dibilang memiliki satu kekurangan.

JIka pergi berlibur tanpa menggunakan bantuan agen perjalanan, kamu pun harus mau repot-repot mengatur segala hal sendiri.

 

Kamu harus mengatur pembelian tiket perjalanan menuju destinasi tujuan, mencari akomodasi sendiri, dan menentukan alur perjalanan.

 

Berlibur tanpa menggunakan jasa agen perjalanan cenderung lebih repot dan memakan waktu persiapan lebih lama, sebab kamu harus mengatur semuanya sendiri.

 

Selain itu, berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil menggendong tas ransel besar bisa jadi hal yang melelahkan, terutama jika kamu belum terbiasa melakukannya.

 

Namun, bagi mereka yang menyukai tantangan, maka backpacking bisa jadi salah satu opsi gaya liburan yang patut dicoba.

 

Tips Menjadi Backpacker

 

Tips-Backpacker-Ke-Bandung-Naik-Kereta
Photo: veerasak Piyawatanakul via Pexels

 

1. Berburu Promo Wisata

 

Jika kamu ingin mencoba liburan ala backpacker, salah satu tips yang bisa kamu terapkan pertama kali adalah memulai perjalanan dengan berburu promo wisata.

 

Dengan kemajuan teknologi saat ini, kamu dan para backpacker lainnya kini dimudahkan dalam mencari informasi berbagai promo wisata yang menarik.

 

Kamu bisa mencari promo wisata untuk mendapatkan tiket perjalanan, penginapan, maupun destinasi wisata dengan harga miring.

 

Pastikan untuk selalu memeriksa aplikasi maupun situs berbagai agen travel online. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan harga akomodasi dan tiket wisata yang terjangkau.

 

2. Liburan Backpacking dengan Banyak Oran

 

Tips berikutnya adalah memulai pengalaman backpacking bersama banyak orang. Sebab, melakukan liburan ala backpacking bukanlah hal yang mudah.

 

Ada banyak tantangan dan berbagai keputusan yang harus kamu putuskan sendiri. Ini bisa terasa berkali lipat lebih membingungkan bagi pemula.

 

Oleh karena itu, kamu bisa coba menyiasatinya dengan backpacking bersama banyak orang, terutama orang-orang terdekat seperti sahabat atau anggota keluarga.

 

3. Tentukan bujet sejak awal

 

Langkah pertama adalah menyusun anggaran secara rinci. Bagi pos pengeluaran menjadi beberapa kategori utama, seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, dan biaya tidak terduga.

 

Dengan menetapkan batas maksimal pengeluaran harian, kamu bisa menahan keinginan untuk membeli hal-hal yang kurang penting. Jadi, keuangan tetap terkendali hingga akhir perjalanan.

 

4. Buat itinerary jelas

 

Rencana perjalanan atau itinerary yang terstruktur akan membantu menghemat waktu dan biaya. Riset objek wisata yang ingin kamu kunjungi, jam operasionalnya, serta rute terbaik untuk mencapainya. Susun jadwal harian secara realistis agar kamu tidak kelelahan, tetapi tetap fleksibel jika ada perubahan kondisi di lapangan.

 

School Holiday Packages 2026

 

5. Gunakan transportasi umum

 

Hindari taksi daring atau sewa kendaraan pribadi yang terlalu mahal. Manfaatkan bus kota, kereta api, atau angkutan lokal yang tarifnya jauh lebih murah dan memberi kesempatan untuk melihat kehidupan masyarakat setempat dari dekat.

 

Jika kamu menjelajahi area pedalaman yang aman dan minim transportasi, metode hitchhiking atau menumpang kendaraan yang lewat bisa menjadi opsi ekstrem untuk memangkas biaya transportasi hingga nol.

 

Hanya saja, hitchhiking hanya disarankan di negara atau wilayah yang memang memiliki budaya tersebut dan tetap memperhatikan aspek keamanan. Jika ragu, transportasi umum tetap menjadi pilihan terbaik.

 

6. Pilih destinasi sesuai bujet

 

Jangan memaksakan diri untuk pergi ke tempat yang biaya hidupnya sangat tinggi jika anggaranmu terbatas. Cari destinasi yang menawarkan nilai tukar yang menguntungkan atau biaya konsumsi dan tiket masuk wisata yang ramah di kantong traveler. Banyak tempat tersembunyi yang eksotis tetapi belum komersial sehingga biaya transportasi dan akomodasinya jauh lebih murah.

 

7. Bawa barang secukupnya

 

Esensi utama dari tips backpacker yang sukses adalah efisiensi muatan. Terapkan teknik mix and match pakaian dan gulung baju untuk menghemat ruang di dalam ransel. Jangan membawa barang "siapa tahu butuh" yang hanya akan membebani punggungmu sepanjang hari. Muatan ringan juga membuatmu terhindar dari biaya bagasi tambahan di pesawat.

 

8. Manfaatkan diskon dan voucher

 

Sebelum memesan tiket pesawat, kereta, atau tiket masuk wahana, selalu luangkan waktu untuk mencari promo. Gunakan aplikasi travel untuk membandingkan harga dan manfaatkan kode voucher, cashback, atau diskon khusus untuk pengguna baru. Potongan harga sekecil apa pun akan sangat berharga jika dialihkan ke pos pengeluaran lain.

 

9. “Menginap” di bandara

 

Jika kamu mendapatkan jadwal penerbangan transit yang lama atau tiba terlalu larut malam, memanfaatkan fasilitas bandara untuk beristirahat adalah trik yang cerdas. Beberapa bandara internasional menyediakan area istirahat atau lounge yang dapat dimanfaatkan saat transit yang panjang. Namun, pastikan terlebih dahulu aturan bandara yang kamu gunakan karena tidak semua bandara mengizinkan penumpang untuk bermalam.

 

Cara ini efektif untuk memangkas biaya penginapan untuk satu malam, terutama di kota-kota besar dengan tarif hotel yang tinggi.

 

10. Wajib punya asuransi perjalanan

 

Banyak orang menyepelekan hal ini demi menghemat uang, padahal asuransi perjalanan adalah pelindung finansial terbaik saat terjadi situasi darurat. Mulai dari keterlambatan pesawat, kehilangan bagasi, hingga masalah kesehatan mendadak di destinasi tujuan, semuanya bisa tertangani tanpa menguras tabungan pribadi.

 

11. Sisihkan dana darurat

 

Di luar anggaran utama yang sudah kamu susun, kamu wajib memisahkan sejumlah uang tunai maupun saldo digital khusus sebagai dana darurat. Simpan dana ini di tempat yang berbeda dari dompet utama. Dana ini hanya boleh kamu gunakan saat terjadi kondisi mendesak, seperti kehilangan barang, perubahan rute darurat, atau masalah transportasi.

 

12. Cari penginapan ramah kantong

 

Akomodasi sering kali menyedot porsi terbesar dari bujet. Sebagai backpacker, hindari hotel berbintang dan beralihlah ke penginapan berkonsep hostel atau hotel kapsul. Selain harganya jauh lebih terjangkau, tempat menginap jenis ini juga membuka peluang besar bagimu untuk bertemu dan berkenalan dengan sesama traveler dari berbagai daerah maupun negara.

 

Tips Tambahan: Untuk memangkas biaya makan, hindari restoran di area turis yang harganya sengaja dinaikkan. Makanlah di warung lokal atau pasar tradisional tempat warga setempat makan; rasanya sering kali lebih autentik dan harganya jauh lebih murah. Bawa juga botol minum sendiri yang bisa kamu isi ulang di penginapan untuk mengurangi pengeluaran membeli air mineral kemasan sekaligus menekan sampah plastik.

 

Sebelum memulai petualangan besarmu, apakah kamu sudah tahu tipe traveler seperti apa dirimu yang sebenarnya? Mengetahui persona perjalanan bisa membantu menyusun strategi dan memilih destinasi yang paling memuaskan jiwamu.

 

Yuk, coba ikuti Kuis DMDU (Discover More, Discover You)! Ini adalah tes kepribadian seru yang dirancang khusus untuk menemukan persona travel-mu sekaligus memberikan rekomendasi itinerary yang paling sesuai dengan karakter unikmu. 

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Setelah lelah mengeksplorasi destinasi impian seharian penuh, kamu tentu membutuhkan tempat beristirahat tanpa menguras sisa bujet perjalananmu. Bobopod hadir sebagai jawaban paling tepat untuk kebutuhan para backpacker. Mengusung konsep hotel kapsul modern yang futuristik, Bobopod menawarkan pengalaman menginap yang tidak hanya ramah kantong, tetapi juga nyaman dan aman.

 

Baca Juga

 

 

Dengan memilih Bobopod, kamu bisa menikmati berbagai fitur unggulan seperti pod yang privat dan bersih, pendingin ruangan yang pas, serta integrasi teknologi IoT (Internet of Things) yang canggih.  Kamu bisa mengatur warna lampu bayside sesuai suasana hati, mengunci pintu pod secara digital, hingga menikmati ketenangan maksimal di Area Komunal yang aestetik.

 

Jangan biarkan masalah akomodasi yang mahal membatasi langkah petualanganmu. Rasakan langsung pengalaman menginap yang praktis dan efisien. Yuk, langsung unduh aplikasi Bobobox sekarang juga dan amankan pod favoritmu untuk petualangan seru berikutnya!