9 Alasan Mengadopsi Hewan Peliharaan, Jangan Beli!

21 Aug 2026

9 Alasan Mengadopsi Hewan Peliharaan, Jangan Beli!

Penulis

Bobobox

Siap menjadi pawrent atau mau nambah hewan peliharaan di rumah? Bagus, dong! Punya hewan peliharaan, terutama kucing atau anjing, bisa membuat hidupmu jadi lebih berwarna. 

 

Pertanyaannya, mending adopsi atau beli di pet shop atau breeder, ya? Artikel ini akan membahas alasan mengapa mengadopsi hewan peliharaan adalah yang paling worth it!

 

Yang pertama dan utama tentunya adalah kesempatan untuk memberikan rumah baru bagi hewan-hewan di penampungan atau bahkan yang terlantar. Nah, berikut beberapa alasan kenapa mengadopsi bisa menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang beli!

 

9 Alasan Mengadopsi Hewan Peliharaan Daripada Beli

 

Untuk kamu yang belum pernah mengadopsi hewan peliharaan, opsi ini bisa dijadikan pilihan jika kamu membutuhkan teman selama di rumah saja. Tahukah kamu bahwa adopsi hewan peliharaan ternyata banyak manfaatnya?

 

1. Lebih Hemat Mengadopsi Hewan Peliharaan

 

kucing-tidur-tenang.jpg
Photo: Pexels

 

Alasan pertama yang kerap membuat orang-orang setuju untuk mengadopsi hewan peliharaan ketimbang membeli adalah soal biayanya. Biaya adopsi dari penampungan biasanya jauh lebih murah atau bahkan ‘nggak pakai mahar’. 

 

Misalnya, untuk mengadopsi kucing ras di shelter atau penampungan biasanya gratis atau hanya mengganti biaya perawatan saja, kisaran Rp150.000 – Rp500.000. Sementara itu, kalau beli dari breeder atau pet shop, kamu harus membayar harga jual murni yang bisa mencapai jutaan rupiah (tergantung ras, kualitas, dan silsilah). 

 

Selisih biayanya lumayan, kan? Nah, sisa uang yang kamu hemat tadi bisa kamu alokasikan untuk kebutuhan lainnya, seperti makanan, pemeriksaan medis, perawatan, camilan, dan mainan.

 

2. Mengadopsi Hewan Peliharaan Berarti Menyelamatkan Nyawa

 

Alasan mengadopsi hewan peliharaan berikutnya adalah bahwa kamu bisa benar-benar menyelamatkan nyawa. Menurut Humane World for Animals, ada lebih dari 1 juta anjing dan ratusan ribu kucing dibunuh setiap tahun di Indonesia untuk diambil dagingnya. Sebagian di antaranya merupakan hewan peliharaan curian atau hewan liar dari jalanan.

 

Lebih dari 1 juta kucing dan anjing itu kebayang nggak, sih? Setara dengan populasi perkotaan, lho! Di tengah banyaknya hewan yang tunawisma dan butuh rumah, memilih adopsi tentu bisa memberi dampak yang jauh lebih berarti daripada membeli.

 

3. Kamu Menyelamatkan Dua Nyawa

 

anjing golden retriever
Photo: Helena Lopes via Pexels

 

Mengadopsi bukan berarti kamu cuma menyelamatkan hewan yang kamu bawa pulang saja, lho! Saat kamu mengadopsi anjing atau kucing dari penampungan, kamu sebenarnya bisa menyelamatkan dua nyawa sekaligus. 

 

Nyawa pertama adalah hewan yang kamu adopsi. Sementara itu, tempat kosong di penampungan bisa diisi oleh anjing atau kucing tunawisma lainnya. Jadi, satu keputusan adopsi bisa membuka kesempatan bagi hewan lain untuk mendapatkan tempat yang aman.

 

4. Biaya Adopsi Membantu Shelter dan Rescuer

 

Biaya yang kamu bayarkan untuk adopsi tadi ternyata juga bisa membantu operasional penampungan. Ini bisa menjadi alasan untuk mengadopsi hewan peliharaan ketimbang membeli. Dana tersebut nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hewan lainnya selama perawatan mereka.

 

Misalnya, untuk membeli makanan, pasir, obat-obatan, pengadaan alat grooming (sampo, ear cleaner, tisu basah, dll.), membayar biaya transportasi, dan sebagainya. Sebagian biaya juga untuk memenuhi kebutuhan operasional fasilitas, seperti gaji staf, asuransi, biaya sewa, dan utilitas (listrik, air, dll.).

 

Jadi, biaya adopsi yang kamu keluarkan nggak cuma berhenti di satu hewan. Kamu juga ikut membantu penampungan dan perawatan hewan-hewan lainnya.

 

Download Bobobox app and stay at Bobocabin!

 

5. Adopsi Mendukung Kepemilikan Etis

 

Pernah dengar istilah puppy mill atau cat mill? Istilah ini merujuk pada bisnis pembiakan anjing dan kucing dalam jumlah besar. Hewan sengaja atau bahkan dipaksa untuk berkembang biak terus-menerus agar bisa menghasilkan anak sebanyak mungkin untuk dijual.

 

Sayangnya, kondisi hewan di tempat seperti ini sering jauh dari kata layak. Ada yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kandang kawat yang sempit. Belum lagi masalah nutrisi, kesehatan, sampai kelainan genetik akibat perkawinan sedarah. 

 

Jadi, alasan mengadopsi hewan peliharaan bukan cuma soal mendapatkan anabul, tapi kamu juga ikut mengurangi permintaan terhadap hewan hasil pembiakan massal. Semakin sedikit permintaannya, semakin kecil pula peluang breeder atau pabrik-pabrik hewan ilegal tersebut untuk mengembangkan bisnisnya.

 

6. Bonding Lebih Kuat dengan Mengadopsi Hewan Peliharaan

 

Kucing Oren-Cat
Photo: Peter Hoogmoed via Unsplash

 

Setelah menyadari bahwa dirinya sudah adopted dan mendapatkan rumah baru, hewan adopsi sering kali menjadi lebih dekat secara emosional dengan pemiliknya. Seiring mereka mulai terbiasa dengan lingkungan baru, rasa percaya mereka kepada kamu juga akan tumbuh. 

 

Kasih sayang dan perhatian yang kamu berikan akan dibalas dengan rasa setia yang kuat. Bagi para adopter, salah satu alasan mengadopsi hewan peliharaan adalah pengalaman tersebut yang membuat pengalaman tersebut terasa begitu rewarding. 

 

Kamu memberikan mereka kesempatan untuk hidup lebih baik, dan sebagai gantinya, kamu bisa mendapatkan hubungan yang penuh kasih dan kepercayaan.

 

7. Adopsi Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

 

Menurut penelitian, interaksi rutin dengan hewan peliharaan bisa membantu meningkatkan mood sekaligus memberi manfaat fisik, emosional, dan psikologis, lho. Namun, apa alasan mengadopsi hewan peliharaan terasa lebih istimewa?

 

Sebab setiap adopted pet punya cerita hidupnya sendiri. Saat kamu memberinya rumah dan kesempatan kedua, pengalaman ini bisa terasa jauh lebih personal serta menghasilkan kenangan seumur hidup. Ada rasa puas karena kamu tahu keputusanmu ikut mengubah hidup seekor hewan.

 

Selain itu, seperti yang dibahas di poin sebelumnya, hewan yang diadopsi sering kali mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada pemiliknya dan membentuk bonding yang lebih kuat. Mereka menawarkan dukungan emosional, penghiburan, dan cinta tanpa syarat yang semuanya dapat mengurangi kecemasan, kesedihan, dan stres pemiliknya.

 

Seiring waktu, mereka bahkan bisa menjadi lebih dari sekadar hewan peliharaan. Mereka bisa menjadi ‘teman’ yang membawa rasa nyaman dan kebahagiaan dalam keseharianmu.

 

8. Mengadopsi Hewan Peliharaan Bisa Menginspirasi Orang Lain

 

Punya hewan adopsi ternyata nggak cuma berdampak buat kamu dan si hewan. Ketika orang lain melihat kedekatan dan kebahagiaan yang kamu rasakan bersamanya, mereka bisa ikut tertarik untuk memilih adopsi daripada membeli. 

 

Alasan mengadopsi hewan peliharaan dapat mengubah norma sosial menuju perilaku yang lebih manusiawi dengan menjadi contoh empati dan kebaikan. Adopsi juga menunjukkan bahwa memelihara hewan bukan soal gengsi memilih ras tertentu saja. Hal ini juga menunjukkan bahwa semua hewan tetap butuh kasih sayang dan perhatian, apa pun latar belakangnya.

 

9. Hewan Peliharaan Mengajarkanmu Untuk Tidak Egois

 

sifat anjing golden retriever
Photo: Ray Bilcliff via Pexels

 

Sehari-hari mungkin kamu sering terpapar hubungan negatif dengan orang lain yang mau tidak mau akan mempengaruhimu. Namun, dengan adopsi hewan peliharaan, kamu akan belajar tentang arti kesetiaan dan kasih sayang yang sesungguhnya.

 

Hewan peliharaanmu memang bergantung padamu untuk dirawat dan diberi makan. Namun, untuk masalah kesetiaan, mereka tidak ada tandingannya. Kamu akan menemukan indahnya berbagi dengan hewan peliharaanmu.

 

Mengutip pepatah Donald L. Hicks, “Yang mengajarimu tentang kemanusiaan tidak harus selalu manusia.” Ya, hewan peliharaanmu akan mengajarimu bagaimana menjadi manusia seutuhnya.

 

Bagi kamu yang memiliki anak atau adik kecil, ini bisa menjadi alasan mengadopsi hewan peliharaan yang akan membantu mereka untuk mengembangkan rasa empati dan tanggung jawab sedari dini. 

 

Kemampuan-kemampuan tersebut akan sangat berguna saat anak atau adikmu sudah dewasa nanti. Semuanya dimulai dari merawat hewan peliharaan.

 

Pastikan Kamu Sudah Siap Mengadopsi Hewan Peliharaan

 

Pertama dan terpenting, membawa hewan peliharaan, apalagi ke dalam keluarga, adalah keputusan serius. Jadi, selain mempertimbangkan alasan mengadopsi hewan, setidaknya tanyakan pada diri kamu pertanyaan-pertanyaan ini:

 

  • Siapa yang tinggal serumah denganmu? Pertimbangkan anak kecil, lansia, atau hewan peliharaan lain. Pastikan kehadiran anggota keluarga baru tetap harmonis.
  • Seperti apa gaya hidupmu? Kamu aktif dan suka kegiatan outdoor atau lebih senang bersantai di rumah? Pilih hewan yang kebutuhannya sesuai dengan rutinitasmu.
  • Punya cukup waktu? Jadwal kerja yang padat bisa membuat hewan terlalu sering sendirian. Ini perlu dipikirkan, terutama jika kamu memilih hewan yang masih muda atau punya kebutuhan khusus.
  • Mampu menanggung biayanya? Makanan, perlengkapan, dan perawatan medis hewan peliharaan bisa cukup menguras kantong. Sebagai gambaran, biaya per tahun untuk merawat anjing sekitar Rp10 – 15 juta, sedangkan kucing sekitar Rp3,5 – 6 juta, di luar biaya adopsi.
  • Apakah kondisi hidupmu stabil? Kalau kamu sedang mengalami konflik rumah tangga, berencana pindah rumah, atau mengalami perubahan besar lainnya, mungkin sebaiknya tunda dulu alasan untuk mengadopsi hewan peliharaan.

 

Mengadopsi hewan peliharaan bukan sekadar membawa pulang anabul. Kamu juga memberi mereka kesempatan kedua, membantu shelter, dan belajar tentang empati serta tanggung jawab. 

 

Baca juga:

 

10 Kebun Binatang di Indonesia yang Cocok untuk Liburan

Liburan Sambil Edukasi Satwa Lewat Berbagai Aktivitas di Taman Safari Bogor

5 Kafe Kucing dan Kafe Anjing Buat Para Pencinta Hewan

Bobocabin Ubud: Hotel Pet Friendly buat Staycation bareng Anabul

 

Recharge Diri dengan Staycation Nyaman bareng Bobobox

 

Bobocabin Ubud Bali
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Selain hewan peliharaan, kebahagiaan juga bisa kamu dapatkan dengan meluangkan waktu untuk staycation dan recharge diri. Nah, untuk mendapatkan pengalaman staycation yang nyaman dan beda, kamu bisa coba menginap di Bobopod atau Bobocabin dari Bobobox.

 

Bobopod merupakan hotel kapsul pertama di Indonesia yang bernuansa futuristik di mana setiap pod-nya sudah terintegrasi dengan IoT. Selain bisa beristirahat di pod yang comfy dan privat, kualitas tidur pun meningkat berkat B-Pad yang bisa kamu gunakan untuk mengatur mood lamp, bahkan sleep meditation.  

 

best things to do in ubud - bobocabin ubud
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Sementara itu, kalau kamu kepingin suasana menginap yang lebih dekat dengan alam, coba deh booking Bobocabin. Bayangkan tiap bangun tidur ada panorama alam seperti hutan pinus, tepi danau, kebun teh, atau pegunungan yang menyambut dari balik jendela. Sounds refreshing, right?

 

Jadi, kamu tertarik menginap di mana? Bobopod bisa jadi opsi yang pas buat city staycation yang praktis, sedangkan Bobocabin cocok untuk escape dan healing dari rutinitas yang padat. Oh iya, ada satu cabang Bobocabin yang pet-friendly, yakni Bobocabin Ubud di Bali. 

 

Opsi mana pun yang kamu pilih, pastikan untuk mengunduh aplikasi Bobobox ya. Jadi, kamu lebih gampang buat cek lokasi, ketersediaan kamar, booking, sampai berburu promo menarik!

 

Featured photo: Pexels