4 Air Terjun Kintamani yang Cocok untuk Wisata Alam

17 Feb 2026

4 Air Terjun Kintamani yang Cocok untuk Wisata Alam

Penulis

Bobobox

Air terjun Kintamani selalu jadi pelengkap sempurna untuk liburan di kawasan pegunungan Bali ini. Wisata ke Kintamani memang tidak lengkap tanpa bermain air di tengah udara sejuk khas dataran tinggi. Sensasi air pegunungan yang dingin, lanskap hijau, dan suasana alami membuat pengalaman ini terasa jauh lebih menyegarkan dibanding wisata air di dataran rendah.

 

Kintamani yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl dikenal sebagai kawasan eco-tourism yang ideal untuk trekking ringan, healing, dan eksplorasi alam. Selain panorama Gunung Batur dan Danau Batur, wilayah ini juga menyimpan banyak spot tersembunyi berupa air terjun yang masih alami, tenang, dan tidak terlalu ramai.

 

Bermain air di tengah hawa sejuk Kintamani bukan hanya menyenangkan, tapi juga memberi pengalaman wisata yang berbeda. Udara dingin, suara alam, dan aliran air jernih pegunungan menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus menyegarkan fisik dan mental.

 

4 Wisata Air Terjun di Kintamani

 

Kintamani bukan hanya tentang gunung dan danau, tetapi juga tentang air terjun yang tersebar di kawasan pegunungan vulkaniknya. Sebagian air terjun benar-benar berada di wilayah administratif Kintamani (Kabupaten Bangli), sementara sebagian lainnya berada di area sekitar seperti Gianyar dan perbatasan Bangli, namun tetap mudah diakses sebagai perjalanan harian dari Kintamani.

 

Keunikan utama air terjun di Kintamani terletak pada sumber airnya yang berasal dari pegunungan vulkanik, menciptakan aliran air yang jernih, dingin, dan segar. Selain sebagai destinasi wisata alam, beberapa air terjun juga memiliki nilai spiritual dan sering digunakan untuk ritual melukat oleh masyarakat Bali.

 

Berikut empat air terjun yang paling cocok untuk melengkapi itinerary wisata alam liburanmu di kawasan Kintamani dan sekitarnya!

 

1. Air Terjun Pelisan

 

Air Terjun Pelisan terletak di Banjar Langgahan Kangin, Desa Langgahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Lokasinya sekitar 20 menit dari pusat Kintamani atau kurang lebih dua jam perjalanan dari Denpasar. Akses menuju kawasan ini relatif mudah dengan kendaraan pribadi, meski jalurnya menanjak khas daerah pegunungan.

 

Daya tarik utama Air Terjun Pelisan adalah aliran air setinggi sekitar 15–20 meter yang jatuh ke kolam alami dangkal. Airnya sangat jernih karena berasal dari sumber mata air pegunungan vulkanik. Tebing hijau, hutan pinus, dan bebatuan alami menciptakan suasana yang tenang dan cocok untuk bersantai, bermain air, atau sekadar duduk menikmati alam.

 

Secara budaya, Air Terjun Pelisan dikenal sebagai lokasi yang memiliki nilai spiritual. Airnya dipercaya suci dan sering digunakan untuk ritual melukat sebagai simbol pembersihan diri. Suasana yang hening membuat tempat ini juga cocok untuk meditasi atau refleksi diri.

 

Harga tiket masuk berkisar Rp10.000–Rp15.000 per orang, sudah termasuk parkir. Jika ingin camping atau menggunakan jasa pemandu lokal, biasanya ada biaya tambahan sekitar Rp50.000–Rp100.000. Dari area parkir, kamu perlu berjalan kaki sekitar 10–15 menit melalui tangga batu dan jalur tanah yang relatif ramah untuk pemula, meski bisa licin saat hujan.

 

2. Air Terjun Kanto Lampo

 

air terjun kanto lampo, air terjun di bali
Photo: Kanto Lampo Official Website

 

Air Terjun Kanto Lampo terletak di Desa Beng, Kecamatan Gianyar, sekitar 40–50 km dari Kintamani. Meskipun tidak berada langsung di wilayah Kintamani, air terjun ini sangat populer sebagai destinasi lanjutan bagi wisatawan yang melakukan perjalanan dari Kintamani menuju Ubud atau Denpasar.

 

Daya tarik utama Kanto Lampo adalah bentuknya yang bertingkat seperti tangga batu alami. Air mengalir melalui bebatuan vulkanik dan menciptakan efek seperti tirai air yang lembut. Kolamnya relatif dangkal dan aman untuk bermain air, sehingga cocok untuk wisata keluarga.

 

Tempat ini terkenal sebagai spot foto instagramable karena cahaya matahari yang menembus kanopi pohon menciptakan efek visual yang cantik. Suasananya sejuk dan asri, dengan lingkungan sawah dan hutan kecil di sekitarnya.

 

Harga tiket masuk sekitar Rp20.000 per orang, sudah termasuk parkir. Trekking menuju lokasi cukup singkat, sekitar 5–10 menit melalui tangga batu yang licin. Karena popularitasnya, Kanto Lampo cenderung ramai saat akhir pekan dan musim liburan.

 

 

Promo Bobocabin Banner

 

3. Air Terjun Langgahan

 

Masih berada di Desa Langgahan, Air Terjun Langgahan berlokasi tidak jauh dari Air Terjun Pelisan. Lokasinya dapat ditempuh sekitar 20 menit dari pusat Kintamani dan sekitar dua jam dari Denpasar. Kedua air terjun ini sering dikunjungi dalam satu perjalanan karena jaraknya berdekatan.

 

Air Terjun Langgahan memiliki karakter yang lebih dramatis, dengan ketinggian sekitar 20–30 meter dan aliran air yang deras. Kabut air yang terbentuk menciptakan suasana sejuk dan lembap, memberikan pengalaman visual yang kuat. Tebing curam dan hutan tropis di sekelilingnya menjadikan lokasi ini cocok untuk kamu yang suka suasana alam liar.

 

Tempat ini juga sering digunakan untuk ritual melukat karena dipercaya sebagai sumber air suci dari pegunungan. Nilai spiritual inilah yang membuat Air Terjun Langgahan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga secara budaya.

 

Tiket masuk biasanya berupa donasi sukarela atau sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang, dengan parkir Rp5.000. Medan menuju air terjun ini sedikit lebih menantang dibanding Pelisan, dengan trekking sekitar 15–20 menit melalui jalur setapak yang cukup curam dan licin. Disarankan menggunakan sepatu dengan grip yang baik dan hindari datang sendirian.

 

4. Air Terjun Tibumana

 

tibumana waterfall ubud
Photo: Florian GIORGIO via Unsplash

 

Air Terjun Tibumana terletak di Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, sekitar 30–40 km dari Kintamani. Lokasinya berada di jalur yang menghubungkan Kintamani, Bangli, dan Ubud, sehingga sangat cocok dijadikan spot singgah dalam perjalanan wisata.

 

Ciri khas Tibumana adalah aliran air tunggal yang lurus dan simetris, membentuk tirai air alami yang sangat estetik. Kolamnya berwarna biru kehijauan dan cukup dalam, sehingga cocok untuk berenang bagi kamu yang terbiasa dengan aktivitas air.

 

Lingkungan sekitarnya masih sangat alami, dengan jalur trekking yang dikelilingi hutan tropis. Beberapa spot seperti Adilla’s Spot menawarkan pemandangan hijau yang indah untuk foto atau bersantai.

 

Harga tiket masuk berkisar Rp15.000–Rp20.000 per orang, dengan parkir sekitar Rp5.000. Akses jalan sudah beraspal baik, dan trekking menuju air terjun relatif mudah, sekitar 10–15 menit melalui tangga beton dan jalur hutan.

 

Liburan ke Air Terjun, Yuk Menginap di Bobocabin Kintamani!

 

Bobocabin Kintamani
Photo: Internal Asset Bobobox

 

Setelah seharian menjelajahi air terjun di Kintamani dan sekitarnya, pengalaman liburanmu akan terasa jauh lebih lengkap jika ditutup dengan menginap di Bobocabin Kintamani. 

 

Berada di kawasan Danau Batur, akomodasi ini menawarkan pengalaman menyatu dengan alam lewat kabin modern berteknologi pintar. Setiap kabin dilengkapi Smart Window untuk mengatur privasi atau menikmati pemandangan danau dan gunung, pencahayaan LED yang bisa disesuaikan dengan mood, kamar mandi pribadi, serta akses Wi-Fi. 

 

Saat malam tiba, kamu juga bisa bersantai di area komunal dan fire pit, menikmati udara dingin pegunungan dan suasana sunyi khas Kintamani.

 

Baca Juga:

 

Ingin mengatur liburan ke Kintamani dengan lebih praktis? Unduh aplikasi Bobobox untuk melihat ketersediaan kabin, menikmati berbagai promo, dan merencanakan pengalaman menginap yang nyaman setelah menjelajahi air terjun Kintamani seharian penuh. Semua bisa kamu atur langsung dari satu aplikasi!

 

 

Featured Photo: Kanto Lampo Official Website