7 Wisata Sejarah Surabaya yang Wajib Dikunjungi

21 Aug 2026

7 Wisata Sejarah Surabaya yang Wajib Dikunjungi

Penulis

Bobobox

Wisata sejarah Surabaya bisa menjadi pilihan buat kamu yang ingin mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengenal perjalanan Kota Pahlawan. Tanggal 10 November memang masih jauh, tetapi kamu tetap bisa mengenang jasa para pahlawan dengan mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Surabaya.

 

Ya, Surabaya memang dikenal sebagai Kota Pahlawan karena semangat perjuangan arek-arek Suroboyo (pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja simak ulasan 7 tempat wisata sejarah di Surabaya berikut ini, yuk!

 

7 Wisata Sejarah Surabaya yang Wajib Kamu Tahu

 

Tugu Pahlawan & Museum Sepuluh Nopember

 

Tugu Pahlawan Surabaya
Photo: Surabaya Tourism

 

Lokasi: Jl. Pahlawan (Alun-Alun Contong), Surabaya

 

Tugu Pahlawan seringkali menjadi tempat yang sering terlintas ketika membicarakan tentang wisata sejarah di Surabaya. Monumen yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1952 ini buka Selasa-Minggu, pukul 08.00-15.00. Biaya masuknya juga sangat murah, yakni Rp8.000 saja. Namun, khusus untuk pelajar dari Surabaya bisa masuk gratis dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa yang masih berlaku.

 

Salah satu ikon Kota Surabaya ini terletak di tengah Taman Kebonrejo, tepat di seberang kantor Gubernur Jawa Timur. Tepat di samping Tugu Pahlawan, kamu juga bisa mengunjungi Museum Sepuluh Nopember. Bangunan ini terbilang unik, karena berbentuk piramida.

 

Museum Sepuluh Nopember juga menjadi wisata sejarah di Surabaya yang menarik karena menyimpan berbagai dokumentasi perjuangan rakyat Surabaya. Kamu bisa menemukan transkrip seruan Bung Tomo ketika menyemangati rakyat Surabaya untuk melawan pasukan Sekutu.

 

Museum ini juga dapat menjadi pilihan jika kamu ingin memahami sejarah Pertempuran Surabaya dengan lebih runtut. Selain melihat koleksi, kamu bisa memanfaatkan kunjungan ini untuk mengenali hubungan antara peristiwa 10 November 1945 dengan berbagai lokasi perjuangan lain yang tersebar di Surabaya. 

 

Dengan begitu, perjalananmu tidak berhenti pada melihat monumen, tetapi juga membantu menghubungkan berbagai cerita sejarah di dalam satu perjalanan.

 

Pemerintah Kota Surabaya juga masih mengembangkan kegiatan edukasi sejarah di kawasan Tugu Pahlawan. Pada Mei 2026, misalnya, kawasan ini menjadi lokasi pertunjukan teatrikal “Senja Terakhir” yang mengangkat kembali kisah perjuangan arek-arek Suroboyo.

 

Hotel Majapahit (Hotel Yamato)

 

Hotel Majapahit Surabaya
Photo: Accor Hotels 

 

Lokasi: Jl. Tunjungan No. 65, Surabaya

 

Ingatkan kamu pada momen sejarah Insiden Bendera? Itu lho, peristiwa penyobekan bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih oleh pejuang Indonesia. Nah, peristiwa heroik tersebut terjadi di atas Hotel Yamato. Hotel ini masih ada sampai sekarang, hanya saja berganti nama menjadi Hotel Majapahit.

 

Hilangkan kesan bangunan tua yang nampak rapuh dan menyeramkan, karena Hotel Majapahit sama sekali jauh dari kesan tersebut. Sebaliknya, salah satu wisata sejarah di Surabaya ini justru menawarkan suasana menginap mewah ala zaman kolonial Belanda.

 

Bahkan, interior kamarnya pun terlihat sangat eksotis dengan nuansa kemewahan yang seakan hanya bisa dinikmati para bangsawan zaman dahulu. Jika tak ingin menginap, kamu tetap bisa mencari tahu mengenai hotel tour yang tersedia untuk pengunjung. 

 

Namun, karena tarif dan ketentuan hotel tour dapat berubah, sebaiknya cek langsung informasi terbaru kepada pihak Hotel Majapahit sebelum berkunjung.

 

Hotel Majapahit sendiri masih menjalankan fungsinya sebagai hotel hingga sekarang. Bangunan ini mulai dibangun pada 1910 oleh keluarga Sarkies dan telah melewati beberapa kali pergantian nama sepanjang sejarahnya. Meski usianya sudah lebih dari satu abad, karakter arsitektur kolonialnya masih terasa melalui bangunan dan area taman yang terawat.

 

Lokasinya yang berada di Jalan Tunjungan juga membuat Hotel Majapahit mudah kamu padukan dengan agenda jalan-jalan di kawasan Tunjungan. 

 

Setelah melihat salah satu bangunan bersejarah di Surabaya, kamu bisa melanjutkan perjalanan untuk menikmati suasana kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas kota tersebut.

 

Kawasan Jembatan Merah

 

Lokasi: Jl. Kembang Jepun, Surabaya

 

Kawasan Jembatan Merah menjadi salah satu wisata sejarah di Surabaya yang sayang untuk dilewatkan. Disebut begitu, karena kawasan ini memiliki sejarah menarik sebagai pos pertahanan rakyat Surabaya saat pertempuran melawan Belanda dan Sekutu.

 

Sebelum itu, Kawasan Jembatan Merah menjadi kawasan tersibuk di Surabaya karena menjadi pusat pemerintahan, perkantoran, serta perdagangan. Jembatan Merah yang ada di sini juga dibangun di atas Sungai Kalimas, untuk menghubungkan wilayah Surabaya Timur dan Barat.

 

Surabaya Barat dikenal sebagai kompleks pemukiman orang Eropa pada zamannya. Sedangkan, wilayah timur dihuni oleh para pedagang dari orang non-Eropa. Saat ini, kamu masih bisa melihat aneka bangunan tua bekas peninggalan zaman kolonial yang dialih fungsikan, seperti Gedung BNI 46 dan Gedung Bank Mandiri.

 

Kini, kawasan Jembatan Merah menjadi salah satu bagian dari kawasan Kota Lama Surabaya. Letaknya yang berdekatan dengan berbagai bangunan dan titik bersejarah membuat kawasan ini cocok kamu jelajahi dengan berjalan kaki. 

 

Sambil menyusuri jalan, kamu bisa melihat bagaimana kawasan perdagangan, permukiman, dan pusat pemerintahan berkembang di sekitar Jembatan Merah sejak masa kolonial.

 

Agar lebih nyaman, kamu bisa datang pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu terik. Namun, tetap perhatikan lalu lintas karena kawasan ini masih menjadi bagian dari aktivitas kota dan tidak seluruhnya memiliki jalur khusus pejalan kaki.

 

Gedung Internatio

 

Lokasi: Jalan Garuda, Surabaya

 

Masih berada di Kawasan Jembatan Merah, ada sebuah gedung yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Surabaya. Bangunan ini bernama Gedung Internatio, atau yang bernama asli Internationale Crediten Handelvereeniging.

 

Gedung Internatio menjadi tempat pertama yang diduduki oleh pasukan Sekutu setelah mereka mendarat di Tanjung Perak. Gedung ini kemudian difungsikan sebagai tempat pengelolaan perdagangan sekaligus markas pasukan Sekutu.

 

Bangunan ini menjadi lokasi terjadinya baku tembak antara rakyat Surabaya dengan tentara Sekutu pada 30 Oktober 1945. Baku tembak tersebutlah yang menjadi cikal bakal terjadinya peristiwa 10 November 1945. Gedung ini juga menjadi lokasi tewasnya pimpinan tentara Inggris, yakni Brigjen A.W.S. Mallaby.

 

Jejak sejarah tersebut membuat Gedung Internatio menarik untuk kamu kunjungi, terlebih lokasinya masih berada di kawasan Jembatan Merah. 

 

Kamu bisa sekaligus menyusuri Jembatan Merah dan area di sekitarnya untuk melihat sejumlah bangunan bersejarah dalam satu rute perjalanan. Dengan begitu, kamu dapat memahami cerita perjuangan Surabaya sambil mengenali kawasan yang menjadi saksi berbagai peristiwa pada masa lalu.

 

Saat mengunjungi Gedung Internatio, pastikan kamu tetap mengikuti aturan akses yang berlaku. Tidak semua bagian bangunan cagar budaya terbuka untuk umum, sehingga kamu cukup menikmati arsitektur dan informasi sejarah dari area yang memang diperbolehkan untuk pengunjung.

 

Museum Surabaya (Gedung Siola)

 

Lokasi: Jl. Tunjungan No. 1, Surabaya

 

Sebelum menjadi Museum Surabaya, bangunan ini dulunya dikenal dengan nama White Laidlaw. Gedung ini merupakan bangunan megah milik sebuah perusahaan komersial yang menjual pakaian dan tekstil asal Inggris.

 

Kemudian, bangunan ini berganti nama menjadi Gedung Siola. Gedung ini pernah dijadikan pusat pertahanan rakyat Indonesia dalam melawan tentara Sekutu. Setelah kemerdekaan, Gedung Siola beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan modern yang ramai dikunjungi masyarakat Surabaya.

 

Atas perjalanan sejarahnya itulah, Gedung Siola dijadikan Museum Surabaya dan diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Mei 2015. Museum Surabaya berisi potret perkembangan Surabaya yang mengesankan dari masa ke masa. Tak heran jika museum ini menjadi rekomendasi salah satu wisata sejarah di Surabaya yang patut kamu kunjungi.

 

Setelah menjalani revitalisasi pada 2024, Museum Surabaya kini menghadirkan lebih dari 1.000 koleksi yang membantu kamu mengenal perkembangan Kota Surabaya. Berbagai koleksi dan informasi di dalamnya mengajak kamu menelusuri perjalanan sejarah sekaligus kebudayaan kota. Jadi, pengalaman berkunjungmu terasa lebih lengkap.

 

Kamu bisa mengunjungi museum ini secara gratis pada Selasa-Minggu pukul 08.00-15.00 WIB, sementara Senin menjadi hari tutup. Dengan koleksi dan penyajian tersebut, Museum Surabaya juga cocok dikunjungi bersama keluarga, terutama jika kamu ingin mengenalkan sejarah kota kepada anak dengan cara yang lebih menarik.

 

Penjara Kalisosok

 

Lokasi: Jl. Kasuari No. 5, Surabaya

 

Pada masa kolonial Belanda, banyak penjara yang menjadi saksi bisu ditangkapnya para pahlawan. Salah satunya adalah Penjara Kalisosok di Surabaya ini. Tercatat bahwa sejumlah pahlawan kemerdekaan seperti K.H. Mas Mansyur, W.R. Supratman, dan H.O.S. Tjokroaminoto pernah ditahan di penjara ini.

 

Masih memiliki kesan menyeramkan dan misterius, penjara ini kabarnya memiliki ruang tahanan bawah tanah. Kamu bisa berkeliling di salah satu wisata sejarah di Surabaya ini dengan bantuan tour guide karena penjara ini sudah resmi ditutup pada tahun 2000.

 

Namun, jika tak berani melihat bagian dalam penjara, ada bagian luar penjara yang keadaannya sangat bertolak belakang. Dinding yang menghadap bagian luar justru dicat dengan mural berwarna-warni yang bisa sangat instagrammable untuk latar berfoto.

 

Karena akses ke bagian dalam Penjara Kalisosok tidak selalu terbuka untuk umum, kamu bisa menikmati kawasan ini dari area yang diperbolehkan sambil melihat bagian luar bangunan yang memiliki nilai sejarah. 

 

Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke sejumlah lokasi bersejarah di sekitar Bubutan dan Kota Lama Surabaya. Dengan begitu, Penjara Kalisosok bisa menjadi salah satu bagian dari rute wisata sejarah Surabaya yang lebih lengkap. 

 

Rumah Sakit Darmo

 

Lokasi: Jl. Raya Darmo No. 90, Surabaya

 

Rumah Sakit Darmo menjadi salah satu rumah sakit tertua di Surabaya. Rumah sakit yang dulunya bernama Soerabajasche Zieken Verpleging (SZV) ini mulai dibangun pada tahun 1921 setelah 

 

Perkumpulan Soerabajasche Zieken Verpleging membeli tanah di Jl. Raya Darmo No. 90. Peletakan batu pertama berlangsung pada 15 Januari 1921, sedangkan arsitek Cornelis Citroen merancang bangunannya.

 

Rumah sakit ini juga sempat dialihfungsikan menjadi markas pertahanan pasukan militer Inggris yang dipimpin oleh Brigjen A.W.S. Mallaby. Saat diambil alih Sekutu, rumah sakit ini dikembalikan lagi pada fungsi asalnya.

 

RS ini juga pernah menjadi saksi bisu pertempuran sengit antara tentara Sekutu dan arek-arek Suroboyo yang terjadi tepat di pelatarannya. 

 

Pada masa pendudukan Jepang, bangunan Rumah Sakit Darmo bahkan sempat berfungsi sebagai bengkel untuk memperbaiki dan menyimpan senjata serta kendaraan perang. Tak hanya itu, tempat ini juga menjadi penampungan anak-anak dan perempuan. 

 

Ketika pasukan Sekutu tiba di Surabaya pada 27 Oktober 1945, kawasan rumah sakit kembali menjadi salah satu titik konflik dalam rangkaian Pertempuran Surabaya.

 

Berbagai peristiwa tersebut membuat Rumah Sakit Darmo memiliki nilai sejarah yang kuat di tengah perkembangan Kota Surabaya. 

 

Namun, berbeda dari museum atau tempat wisata yang memang terbuka untuk kunjungan, rumah sakit ini tetap menjalankan fungsi pelayanan kesehatan. Karena itu, kamu cukup menikmati nilai sejarah bangunannya dari area yang diperbolehkan dan tidak mengganggu aktivitas pasien maupun tenaga medis.

 

Baca Juga:

 

 

Bobopod, Penyelamat di Perjalanan Wisata Sejarah Surabaya!

 

Berkunjung ke Kota Lama Semarang, Wisata Keluarga Sekaligus Nostalgia
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Selain Surabaya, Bandung dan Semarang juga memiliki bangunan yang masih bertahan dari era kolonial Belanda, lho. Sebut saja kawasan Braga di Bandung, serta kawasan Kota Lama di Semarang.

 

Jika kamu berwisata ke Bandung dan Semarang, tak usah bingung mencari penginapan karena kamu bisa menginap di Bobopod dari Bobobox. Bobopod merupakan hotel kapsul yang memiliki desain futuristik dengan beragam fasilitas hi-tech yang menarik di setiap podnya.

 

Tak hanya itu saja, interior Bobopod juga dibuat sangat instagrammable serta adanya communal space untuk bersantai dan mengobrol. Jadi, tunggu apa lagi, pesan kamar via aplikasi Bobobox sekarang, yuk!

 

Dengan begitu, kamu bisa menyusun perjalanan wisata sejarah Surabaya dengan lebih nyaman, mulai dari mengunjungi museum dan bangunan bersejarah hingga menentukan tempat beristirahat setelah seharian menjelajahi Kota Pahlawan.