Wisata Jalan Asia Afrika, Ikon Sejarah Paling Hits di Bandung

24 Jul 2026

Wisata Jalan Asia Afrika, Ikon Sejarah Paling Hits di Bandung

Penulis

Bobobox

Kalau lagi jalan-jalan ke Bandung, rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke wisata Jalan Asia Afrika. Kawasan bersejarah ini nggak cuma dikenal sebagai lokasi berlangsungnya Konferensi Asia Afrika 1955, tapi juga punya banyak bangunan heritage, ruang publik yang nyaman, hingga spot foto estetik yang selalu ramai pengunjung.

 

Enaknya lagi, hampir semua destinasi di Jalan Asia Afrika Bandung bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Jadi, kamu bisa sekalian menikmati suasana kota sambil berburu kuliner atau mampir ke kawasan Braga yang lokasinya nggak jauh dari sini.

 

Mengapa Disebut Jalan Asia Afrika?

 

Jalan Asia Afrika di Kota Bandung dinamai demikian karena peristiwa sejarah yang terjadi pada tahun 1955, yaitu Konferensi Asia Afrika. Konferensi ini juga dikenal dengan sebutan Konferensi Bandung, karena lokasi penyelenggaraannya berada di Bandung, Indonesia.

 

Konferensi Asia Afrika diadakan pada tanggal 18 hingga 24 April 1955. Konferensi ini merupakan pertemuan internasional yang dihadiri oleh para pemimpin negara dari benua Asia dan Afrika yang baru saja merdeka atau sedang berjuang untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan kolonial. Konferensi ini menjadi sangat penting karena merupakan momen bersejarah bagi pergerakan politik di kawasan Asia dan Afrika.

 

Tujuan utama dari Konferensi Asia Afrika adalah untuk memperkuat kerja sama antara negara-negara di kawasan Asia dan Afrika, mempromosikan perdamaian, menghormati kedaulatan negara-negara, dan menentang kolonialisme serta imperialisme. Konferensi Bandung juga menandai upaya negara-negara di Asia dan Afrika untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan global.

 

Selama Konferensi Asia Afrika, para delegasi berkumpul di Kota Bandung dan banyak pertemuan penting yang diadakan di sekitar Jalan Asia Afrika. Oleh karena itu, jalan ini kemudian dinamai “Jalan Asia Afrika” sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah tersebut.

 

Tempat Wisata di Jalan Asia Afrika Bandung

 

Jalan Asia Afrika memang terkenal sebagai kawasan bersejarah. Namun, bukan berarti suasananya membosankan, ya. Justru di sepanjang jalan ini, kamu bisa menemukan perpaduan antara sejarah, arsitektur klasik, ruang terbuka hijau, dan tempat nongkrong yang bikin betah seharian.

 

Gedung Merdeka
Photo: badan-penghubung.jabarprov.go.id

 

1. Tugu Titik Nol

 

Berada tepat di depan kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Tugu Titik Nol menandakan awal sejarah berdirinya Bandung. Kabarnya pada tahun 1810, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels menancapkan tongkat di titik tersebut dan memerintahkan Bupati Wiranatakusumah II untuk membuat kota di daerah sekitarnya.

 

Pada 25 September 1810, Bupati Wiranatakusumah II kemudian mendapatkan surat keputusan pemindahan pusat pemerintahan kabupaten ke wilayah tempat Daendels menancapkan tongkatnya. Tanggal surat keputusan tersebut kemudian menandai kelahiran Kota Bandung.

 

Tak jauh dari Tugu Titik Nol, terdapat bangunan-bangunan bersejarah lainnya seperti Hotel Savoy Homann sebagai tempat menginap delegasi yang terlibat di Konferensi Asia Afrika dan Gedung Merdeka. Area ini dianggap sebagai penanda perjuangan warga Indonesia demi mencapai kemerdekaan.

 

2. Museum Konferensi Asia Afrika (KAA)

 

Museum ini menyimpan sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18 – 24 April 1955. KAA dihadiri oleh delegasi bangsa-bangsa Asia Afrika dan bertujuan untuk menyusun pedoman kerja demi mencapai ketertiban dan perdamaian dunia. Jalan Asia Afrika sendiri mendapatkan namanya berkat konferensi tersebut.

 

Sejarah KAA dapat kamu pelajari secara lebih lanjut di Museum KAA. Terdapat koleksi benda-benda tiga dimensi, foto-foto dokumentasi, dan perpustakaan yang berisikan dokumen-dokumen penting sehubungan dengan konferensi. Selain itu, kamu dapat menonton pemutaran film dokumenter tentang KAA di Ruang Audio Visual atau bahkan mengikuti tur museum untuk penjelasan yang lebih detail.

 

3. Alun-Alun Bandung

 

Destinasi wisata Alun-Alun Bandung terkenal sebagai salah satu ruang terbuka favorit bagi warga Bandung maupun wisatawan luar kota. Dilengkapi dengan rumput sintetis anti kotor yang lembut dan nyaman, tempat ini cocok untuk kegiatan santai seperti piknik bersama keluarga atau teman terdekatmu. Selain itu, Alun-Alun Bandung juga menyediakan wahana edukatif seperti ruang baca dan arena permainan anak.

 

Alun-Alun Bandung terbuka untuk umum dan beroperasi 24 jam setiap harinya. Jadi, kamu dapat memilih untuk menjelajahi taman bunga yang indah pada siang hari atau menikmati cuaca sejuk Bandung di malam hari.

 

4. Ruhiyat Wooden Puppet & Mask

 

Ruhiyat Wooden Puppet & Mask adalah sebuah galeri wayang yang sudah melegenda di Bandung. Terletak di Jl. Pangarang yang berada di belakang Hotel Savoy Homann, galeri wayang ini telah berdiri sejak tahun 1958.

 

Di sini, kamu dapat secara aktif mempelajari proses pembuatan wayang golek, termasuk makna dan kisah di balik setiap karakter wayang. Kamu bahkan dapat membeli wayang golek atau hiasan kayu sebagai cenderamata dari kunjunganmu di Bandung.

 

Menariknya, wisatawan yang ingin berkunjung ke Ruhiyat Wooden Puppet & Mask tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.

 

5. Jalan Bragas

 

Untuk kamu yang hobi nongkrong, Jalan Braga adalah salah satu destinasi yang tak boleh kamu lewatkan. Letaknya tidak jauh dari Jalan Asia Afrika, suasana di area ini juga masih terkesan vintage berkat arsitektur lama yang masih dirawat dengan baik hingga kini.

 

Meski bangunan dan jalanannya sudah tua, kamu dapat menemukan banyak toko maupun kafe Bandung di daerah ini. Jalan Braga merupakan perpaduan unik antara unsur modern dan klasik yang wajib kamu kunjungi.

 

6. Warung Nasi Ibu Imas

 

Bagi para pecinta kuliner pedas, Warung Nasi Ibu Imas adalah destinasi wisata selanjutnya yang tak boleh kamu lewatkan. Berlokasi di Jalan Balonggede, warung yang telah berdiri sejak tahun 1980-an ini menawarkan beragam makanan rumahan seperti ayam bakar, ayam goreng, gepuk, hingga beebrapa jenis pepes.

 

Namun, yang menjadi bintang dari Warung Nasi Ibu Imas adalah sambal dadak dengan semburat rasa terasi dan karedok leunca segar. DIsajikan lengkap dengan lalapan, kedua sajian pedas ini dijamin akan bikin nagih!

 

7. Kuliner Malam: Sudirman Street & Cibadak Street Food

 

Kalau kamu ingin mencoba lebih banyak menu di satu tempat, Sudirman Street & Cibadak Street Food adalah dua destinasi yang tepat untuk kamu. Keduanya berada tidak jauh dari satu sama lain, jadi kamu bisa mencoba berbagai kuliner lezat sepuasnya dengan mudah.

 

Kedua destinasi ini telah dikenal sebagai surga kuliner malam di Bandung. Terdapat banyak pilihan makanan dari mulai camilan hingga makanan berat yang menanti kamu di sini.

 

8. Gedung Merdeka

 

Gedung Merdeka menjadi ikon utama di kawasan Jalan Asia Afrika Bandung sekaligus saksi bisu berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada 18–24 April 1955. Sebelum berganti nama, bangunan bergaya Art Deco ini dikenal sebagai Sociëteit Concordia yang berdiri sejak akhir abad ke-19.

 

Kini, Gedung Merdeka difungsikan sebagai Museum Konferensi Asia Afrika yang menyimpan berbagai koleksi foto, dokumen, diorama, hingga ruang sidang asli yang digunakan para delegasi.

 

Menariknya lagi, museum ini bisa kamu kunjungi secara gratis, meski jam operasionalnya mengikuti jadwal tertentu sehingga sebaiknya cek terlebih dahulu sebelum datang.

 

9. Masjid Raya Bandung

 

Hanya beberapa langkah dari Jalan Asia Afrika, kamu sudah bisa menemukan Masjid Raya Bandung yang berdiri megah di kawasan Alun-Alun Bandung. Masjid yang telah mengalami beberapa kali renovasi sejak dibangun pada awal abad ke-19 ini memiliki dua menara setinggi sekitar 81 meter yang menjadi salah satu daya tariknya.

 

Dari atas menara, kamu bisa menikmati panorama Kota Bandung dari ketinggian. Setelah puas berkeliling, jangan lupa mampir ke Alun-Alun Bandung yang berada tepat di depannya untuk duduk santai di hamparan rumput sintetis sambil menikmati suasana pusat kota.

 

10. Plaza Cikapundung River Spot

 

Kalau ingin rehat sejenak dari ramainya kawasan Jalan Asia Afrika, Plaza Cikapundung River Spot bisa jadi pilihan. Ruang publik yang berada di samping Gedung Merdeka ini merupakan hasil revitalisasi kawasan Sungai Cikapundung dan kini menjadi salah satu tempat favorit warga Bandung untuk bersantai.

 

Di sore hingga malam hari, suasananya makin hidup berkat air mancur yang dihiasi lampu LED warna-warni. Banyak juga pengunjung yang datang untuk duduk di bangku-bangku ikonik, menikmati suasana tepi sungai, atau sekadar berburu foto.

 

11. Monumen Asia Afrika

 

Masih berada di kawasan yang sama, Monumen Asia Afrika menjadi destinasi berikutnya yang sayang untuk dilewatkan. Monumen berbentuk bola dunia ini dibangun sebagai simbol persatuan 29 negara peserta Konferensi Asia Afrika 1955.

 

Di bagian bawahnya terdapat nama-nama negara peserta serta kutipan pidato Presiden Soekarno yang berbunyi, "Let a New Asia and New Africa Be Born." Karena lokasinya berada di jalur pedestrian, banyak wisatawan yang berhenti sejenak untuk berfoto sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Asia Afrika.

 

12. Jalan Braga

 

Kalau masih ingin melanjutkan city walk, cukup berjalan beberapa menit dari Jalan Asia Afrika ke Jalan Braga. Kawasan legendaris ini dikenal dengan deretan bangunan kolonial yang masih terawat, galeri seni, toko suvenir, hingga kafe-kafe klasik yang punya suasana khas Bandung tempo dulu.

 

Menjelang sore sampai malam, Braga terasa makin hidup dengan hadirnya musisi jalanan dan lampu-lampu kota yang membuat suasananya makin romantis. Nggak heran kalau banyak wisatawan memilih menutup perjalanan di kawasan ini sambil menikmati secangkir kopi atau berburu foto bergaya vintage.

 

Recharge Setelah City Tour di Bobopod Bandung

 

Bobopod Paskal Bandung
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Setelah puas menjelajahi wisata Jalan Asia Afrika, saatnya istirahat di Bobopod Bandung. Lokasinya strategis di pusat kota, jadi kamu nggak perlu menghabiskan banyak waktu di jalan kalau ingin lanjut eksplor Braga, Alun-Alun, atau destinasi lain di sekitarnya.

 

Buat kamu yang sudah seharian jalan kaki, fitur Mood Lamp bisa membantu menciptakan suasana kamar yang lebih rileks sebelum tidur. Kalau besok masih punya daftar destinasi yang ingin dikunjungi, manfaatkan juga shared pantry untuk menyeduh kopi atau teh hangat sebelum memulai perjalanan berikutnya.

 

Baca Juga:

 

 

Sudah selesai menjelajahi sudut-sudut ikonis Bandung tapi masih penasaran dengan destinasi berikutnya? Coba ikuti DMDU Quiz terlebih dahulu. Kuis ini akan membedah preferensi traveling-mu dan menyusun rekomendasi rute wisata yang paling cocok dengan kepribadianmu.

 

Kalau daftar tujuan impianmu sudah siap, saatnya mengamankan tempat menginap dengan download aplikasi Bobobox. Tinggal pilih akomodasi favoritmu—mulai dari kapsul futuristik Bobopod hingga cabin alam Bobocabin—semuanya bisa dipesan dalam hitungan menit.

 

Persiapkan perjalananmu dan selamat menikmati keindahan serta jejak sejarah Bandung dengan cara yang lebih berkesan!

 

Header image by: Neermana Studio via Unsplash