Bermain ke suatu daerah nggak akan lengkap tanpa membawa buah tangan khas daerah tersebut, termasuk di Purwokerto. Dengan membeli oleh-oleh khas Purwokerto, kamu bisa memperkenalkan kekayaan budaya dan ceritamu saat berlibur di sana.
Purwokerto sendiri terkenal dengan kulinernya yang sangat kaya dan legendaris. Kota ini meramu bumbu tradisional dengan cara masak yang diwariskan turun-temurun, menghasilkan cita rasa autentik yang sulit kamu temukan di tempat lain.
Menjelajahi ragam kuliner di sini bukan cuma soal memanjakan lidah, tapi juga seni menikmati sejarah di setiap gigitannya, mulai dari manisnya gula kelapa murni hingga kudapan jadul yang tetap eksis sampai sekarang.
Nggak heran kalau berburu oleh-oleh Purwokerto selalu jadi agenda wajib yang ditunggu-tunggu para pelancong. Variasi pilihannya yang lengkap menjamin ada sesuatu yang pas untuk setiap selera, baik itu pencinta jajanan manis tradisional maupun kolektor cinderamata seni budaya bernilai tinggi.
Apa saja oleh-oleh Purwokerto yang bisa kamu bawa pulang buat orang-orang tercinta di rumah? Ini dia beberapa di antaranya yang paling oke sekaligus unik!
Rekomendasi Oleh-Oleh Purwokerto Wajib Dibawa Pulang
1. Getuk Goreng

Getuk goreng merupakan salah satu oleh-oleh wajib yang mudah kamu jumpai di kawasan Purwokerto. Deretan tokonya terutama banyak bertebaran di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Sokaraja yang menjadi sentra produksinya.
Memiliki cita rasa manis gurih, oleh-oleh Purwokerto ini terbuat dari campuran singkong dan gula Jawa. Penjual terlebih dulu merebus singkong lalu menumbuk dan memberinya tambahan gula Jawa. Setelah tercampur, penjual akan membentuk adonan getuk menjadi bulat-bulat lalu menggorengnya. Setelah matang, getuk masuk ke dalam kemasan besek atau anyaman bambu.
Penemuan getuk goreng sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan. Pada tahun 1918, ada seorang pria penjual nasi rames keliling bernama Sanpringad yang juga menjual getuk basah. Sayangnya, getuk tersebut tidak laku terjual. Alhasil, Sanpringad menggoreng getuk tersebut agar tidak basi. Setelah menjualnya kembali, rupanya banyak orang menggemari oleh-oleh Purwokerto ini.
Kini, getuk goreng bukan lagi makanan tidak laku. Getuk goreng justru menjadi salah satu penganan favorit yang menjadi incaran para wisatawan. Karena banyaknya penggemar, oleh-oleh Purwokerto ini pun telah banyak berinovasi. Selain rasa autentik gula Jawa, getuk goreng juga hadir dalam berapa varian rasa lain, seperti cokelat, durian, nanas, dan nangka.
Baca Juga: Mistis dan Penuh Misteri, 5 Destinasi Wisata Purwokerto Ini Dikenal Misterius!
2. Tempe Mendoan

Meski bisa kamu jumpai di berbagai tempat di Indonesia, menikmati tempe mendoan langsung di Purwokerto tidak akan mengurangi kelezatannya. Oleh-oleh Purwokerto ini memang terkenal sebagai gorengan tradisional kawasan tersebut.
Seperti yang kamu tahu, bahan dan pembuatan tempe mendoan ini cukup sederhana. Penjual akan memasukkan irisan tempe tipis ke dalam adonan tepung lalu menggorengnya hingga setengah matang alias mendo (dalam bahasa Jawa).
Jika membeli langsung di Purwokerto, warna tempe mendoannya cenderung pucat, tidak kuning seperti di kota-kota lain, sebab adonan tempe mendoan Purwokerto memang tidak menambahkan pewarna seperti kunyit.
Kamu bisa meminta pada penjual untuk menggoreng setengah matang ataupun sampai kering. Selain itu, ada juga pilihan untuk membeli tempe mentah. Kamu bisa memilih sendiri tanggal matangnya sehingga tidak basi saat sampai rumah.
Jangan lupa membeli paket lengkap yang biasanya berisi tempe berbungkus daun, kecap (ada pilihan pedas), dan tepung. Kamu bisa menambahkan daun bawang sendiri di rumah agar semakin mantap.
Selain mendoan biasa, kamu juga akan menjumpai inovasi lain dari tempe mendoan, seperti mendoan jumbo dan mendoan kriuk. Tempe mendoan kriuk sama-sama merupakan olahan tempe setengah matang. Namun, penjual biasanya menambahkan kremesan dari adonan tepung di atasnya.
3. Keripik Tempe

Selain tempe mendoan, Purwokerto juga memiliki oleh-oleh khas lain berbahan dasar tempe, yaitu keripik tempe. Sesuai namanya, oleh-oleh Purwokerto ini memiliki tekstur renyah dan garing tentu dengan rasa gurih yang nikmat.
Kawasan Purwokerto dan sekitarnya memang memiliki banyak sentra pengolahan tempe. Karena itu, jangan heran jika kamu menjumpai banyak toko yang menjual berbagai olahan tempe, termasuk keripik.
Pembuatannya tidak begitu berbeda dengan tempe mendoan, yaitu pencelupan ke dalam tepung dan penggorengan. Bedanya, irisan tempe kripik biasanya lebih tipis dari mendoan dan irisan tempe tersebut kemudian digoreng kering.
Kamu bisa menyantapnya sebagai lauk pengganti kerupuk atau sebagai camilan sambil minum teh atau kopi. Jika ingin yang fresh, sebaiknya kamu membeli keripik tempe yang baru saja digoreng.
4. Klanting

Satu lagi oleh-oleh Purwokerto yang terbuat dari singkong. Klanting bisa kamu jumpai di kawasan Sawangan, Jalan Pramuka, Jalan Situmpur, dan lainnya. Berbeda dengan getuk goreng, klanting termasuk camilan gurih dan renyah. Camilan ini biasanya berbentuk lingkaran seperti anting atau juga menyerupai angka delapan.
Bahan dasar klanting adalah campuran parutan singkong halus dan tepung, serta bumbu bawang putih, ketumbar, dan garam.
Seperti getuk, klanting juga hadir dalam beragam varian rasa, mulai dari asin, pedas, keju hingga jagung manis. Selain menjadi camilan, oleh-oleh Purwokerto ini bisa kamu gunakan sebagai pelengkap saat menyantap bakso atau soto.
Di kawasan Purwokerto, warung-warung bakso dan soto biasanya selalu menyediakan camilan ini di dalam kemasan plastik kecil agar pembeli bisa melengkapi santapan mereka dengan tambahan klanting.
5. Nopia dan Mino
Nopia merupakan salah satu oleh-oleh Purwokerto yang tidak boleh kamu lewatkan. Camilan satu ini berbentuk seperti ular dengan kulit luar berwarna putih dan di dalamnya terdapat isian dari campuran tepung dan gula merah.
Bagian luarnya sendiri biasanya terbuat dari campuran terigu, gula pasir, air dan minyak sayur. Adonan kemudian akan dipanggang di atas tungku khusus dari bahan tanah liat dengan menggunakan kayu bakar dari pelepah pohon kelapa.
Dulu, nopia hanya menawarkan dua jenis rasa, yaitu rasa manis gula merah dan rasa bawang goreng. Sementara itu, sekarang ini, kamu bisa memilih banyak varian rasa menarik, termasuk rasa cokelat, durian, stroberi, nagka, keju dan pandan.
Selain nopia, Purwokerto juga memiliki oleh-oleh bernama mino alias mini nopia. Sesuai namanya, mino ini merupakan versi kecil nopia. Rasa mino sama seperti nopia biasa, juga sama-sama bulat dengan isian gula merah yang menempel di dinding dalam kulitnya. Camilan satu ini juga hadir dengan beragam varian rasa.
Baca Juga: Menginap di Bobocabin Baturraden? Saatnya Cobain 7 Aktivitas-Aktivitas Seru Ini!
6. Kerajinan Batok Kelapa

Purwokerto juga terkenal sebagai salah satu wilayah usaha kerajinan batok kelapa. Oleh karena itu, tak lengkap rasanya berkunjung ke Purwokerto tanpa membawa pulang kerajinan tersebut.
Sesuai dengan namanya, pengrajin memanfaatkan limbah batok kelapa yang sudah tidak terpakai sebagai bahan dasarnya.
Dengan ide kreatif mereka, pengrajin mengubah limbah tersebut menjadi berbagai produk baru. Sebut saja mangkuk, gelas, asbak, tempat tisu, hiasan teko dan cangkir, lampu hias, dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut bisa kamu temukan dengan mudah di berbagai pusat oleh-oleh Purwokerto.

7. Sandal Bandol
Tidak jauh berbeda dengan kerajinan batok kelapa, sandal bandol juga termasuk oleh-oleh Purwokerto yang memanfaatkan limbah, yaitu limbah ban bekas motor atau mobil.
Nama bandol sendiri merupakan singkatan dari ban bodol yang dalam bahasa Banyumas berarti ban rusak atau ban bekas. Sentra produksinya bisa kamu jumpai di kawasan Banaran, Pasir Kidul, Purwokerto.
Sandal bandol ini biasanya berbentuk sandal jepit atau selop yang bisa kamu gunakan untuk kegiatan sehari-hari. Selain menjadi sandal, pengrajin juga bisa menyulap ban bekas menjadi tempat sampah, asbak, vas bunga, ayunan, karpet, dan aneka suvenir lainnya.
8. Lupis

Siapa sih, yang bisa menolak lupis? Camilan manis khas Jawa Tengah ini terbuat dari ketan putih yang dimasak, lalu dibentuk segitiga atau bulat dan dibungkus daun pisang. Setelah matang, lupis biasanya dipotong-potong, ditaburi kelapa parut, lalu disiram gula merah cair yang kental.
Rasanya legit dengan perpaduan gurih kelapa dan manis gula jawa, sementara teksturnya kenyal-kenyal bikin nagih. Kalau disimpan di suhu ruang, lupis cuma tahan sehari. Namun, kalau masuk kulkas dan dipanaskan lagi, bisa tahan selama 2-3 hari.
Makanya, oleh-oleh Purwokerto ini cocok banget dijadikan buah tangan untuk teman yang suka jajanan tradisional atau buat keluarga yang doyan camilan manis sebagai teman ngeteh.
9. Sagon Bakar
Kalau kamu lebih suka camilan kering, sagon bakar jawabannya. Bahannya terbuat dari kelapa parut, tepung sagu, gula pasir, dan sedikit garam, lalu dipanggang sampai harum. Hasilnya berupa kue kering bertekstur renyah di luar tapi agak lembut di dalam.
Rasanya gurih manis dengan aroma kelapa yang khas. Karena sifatnya kering, sagon bakar bisa tahan lama, bahkan sampai 2 minggu kalau disimpan di wadah kedap udara. Jadi, ini adalah oleh-oleh khas Purwokerto yang bisa dibagi-bagi ke teman kantor atau saudara jauh tanpa takut cepat basi.
10. Tempe Dage
Tahukah kamu kalau tempe dage khas Purwokerto beda dengan tempe yang selama ini kita kenal? Perbedaannya terletak dari bahannya dan penampilannya.
Tempe satu ini terbuat dari ampas tahu yang difermentasi mirip dengan tempe kedelai. Warnanya biasanya putih keabu-abuan dengan tekstur lebih padat. Setelah digoreng, rasanya gurih dan sedikit asam dengan aroma khas fermentasi yang unik.
Tempe dage biasanya tahan 2-3 hari di suhu ruang, tapi kalau dimasukkan ke kulkas bisa lebih awet. Buat orang tua atau kerabat yang suka eksplorasi rasa tradisional, tempe dage ini cocok banget dijadikan oleh-oleh.

11. Lumpia Boom
Siapa bilang lumpia cuma ada di Semarang? Justru, Purwokerto juga punya versinya sendiri yang nggak kalah kekinian dari toko Lumpia Boom!
Lumpia Boom memiliki isi yang cukup bervariasi, mulai dari sayuran, daging ayam, ati ayam, bakso, sampai jamur. Kulitnya renyah banget setelah digoreng, sementara dalamnya juicy dan gurih. Ukurannya lebih besar daripada lumpia biasa, bahkan bisa sampai selengan, jadi sudah pasti mengenyangkan.
Biasanya, orang Purwokerto menyantap lumpia ini dengan atau tanpa nasi. Namun, satu hal pasti, mereka selalu mencocolnya ke sambal pedas.
Kalau sudah digoreng matang, lumpianya bisa tahan 1-2 hari di suhu ruang. Namun, kini Lumpia Boom menawarkan versi beku yang lebih tahan banting buat perjalanan jauh, alias tetap awet sampai seminggu kalau disimpan di suhu minus derajat.
Oleh-oleh khas Purwokerto ini pas buat anak muda, saudara, atau teman yang suka makanan praktis dan kekinian. Kamu bisa mendapatkannya di outlet pusatnya atau berbagai cabangnya yang terletak di sepanjang jalan raya Purwokerto.
12. Lembutan
Mungkin kamu belum terlalu familiar dengan nama lembutan. Camilan ini mirip dodol, terbuat dari singkong yang diparut halus, dicampur gula, santan, dan sedikit tepung, lalu dimasak sampai mengental. Setelah itu dibentuk memanjang atau kotak kecil-kecil.
Rasanya manis lembut dengan sedikit rasa gurih dari santan. Teksturnya agak lengket tapi kenyal, jadi bikin nagih waktu dikunyah. Lembutan bisa tahan sekitar 5-7 hari kalau disimpan di suhu ruang. Oleh-oleh Purwokerto yang satu ini cocok banget buat kamu kasih ke orang yang suka makanan manis tradisional dan unik.
13. Jenang Jaket
Jenang jaket adalah versi lokal dari jenang, tapi dibungkus daun jati sehingga punya aroma khas yang bikin beda. Bahan dasarnya berupa tepung ketan, gula jawa, santan, dan kadang ditambah kacang atau wijen.
Rasanya manis legit dengan tekstur kenyal agak lengket, mirip dodol tapi lebih wangi karena bungkus daun jati tadi. Kalau disimpan dengan baik, jenang jaket bisa tahan sampai 1 minggu. Oleh-oleh ini cocok buat oleh-oleh keluarga besar karena bisa dipotong-potong jadi kecil-kecil dan dibagi rata.
14. Roti GO
Roti GO menawarkan cita rasa jadul yang khas dengan tekstur roti cenderung padat, tidak terlalu milky, dan less buttery dengan tingkat kemanisan yang pas. Keunggulan utamanya terletak pada aroma panggangan alami yang sangat nostalgik. Roti ini terbuat dari bahan-bahan alami berkualitas tinggi tanpa tambahan zat kimia, pengawet, pemanis buatan, ataupun pengembang.
Proses pembuatannya pun dipertahankan secara tradisional menggunakan oven batu bata kuno (tungku) yang dipanaskan dengan kayu bakar, di mana para pembuat roti memanggangnya dengan insting tanpa termometer dan mengambil roti matang memakai galah bambu.
Toko ini didirikan sejak tahun 1898 oleh pasangan suami istri keturunan Tionghoa, Oei Pak Ke Nio dan Go Kwen Ka, menjadikannya sebagai toko roti tertua di Indonesia yang masih eksis.
Roti GO juga menjadi saksi sejarah masa kemerdekaan karena sempat dibakar hancur saat Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948, hingga hanya menyisakan tungku batu bata kuno yang sampai sekarang masih digunakan untuk menghasilkan oleh-oleh khas Purwokerto kekinian yang tetap terasa legendaris.
15. Es Brasil
Es Brasil menawarkan kesegaran rasa manis alami yang legit, padat, dan gurih tanpa rasa serik di tenggorokan dengan berbagai varian rasa autentik seperti kopyor, kacang hijau, ketan hitam, hingga durian.
Kudapan segar ini terbuat dari perasan santan segar murni, buah asli, serta gula tanpa pemanis buatan, dengan proses pembungkusan plastik metode manual untuk menjaga kualitasnya. Proses pembekuannya tergolong unik karena bungkusan es dimasukkan ke dalam bak berisi air garam bersuhu ekstrem (-15 hingga -20 derajat Celcius) agar es membeku cepat dengan kepadatan rasa yang terjaga.
Didirikan pertama kali pada tahun 1968 di kawasan Kebon Dalem, usaha ini awalnya berawal dari salon kecantikan milik generasi pertama yang membutuhkan daya listrik besar untuk alat pengeriting rambut tradisional.
Atas saran PLN agar kelebihan daya listriknya tidak terbuang sia-sia, mulailah dibuat industri rumahan es mambo ini, sementara nama "Brasil" sendiri diambil dari plesetan logat lokal untuk kata "Berhasil" agar usahanya selalu sukses. Tenang saja, toko biasanya menyediakan kemasan boks styrofoam dan dry ice agar es tetap aman dibawa pulang selama perjalanan.
16. Gula Jawa Banyumas

Gula Jawa Banyumas memiliki cita rasa manis yang sangat pekat, legit murni, gurih, dan beraroma harum tanpa ada jejak rasa asam. Pemanis tradisional ini terbuat 100% dari air nira kelapa murni berkualitas tinggi (sering disebut badheg oleh warga lokal) tanpa campuran bahan kimia.
Pembuatan Gula Jawa di Banyumas merupakan industri rumah tangga berbasis kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun, salah satunya berpusat di Desa Pageraji. Profesi penderes nira kelapa telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Banyumas sejak zaman kolonial, sehingga bentuknya yang praktis sangat pas digunakan untuk bumbu masakan rumah atau kado untuk kerabat yang hobi memasak.
17. Batik Banyumasan
Berbeda dengan batik Solo atau Jogja yang bernuansa halus kraton, Batik Banyumasan menonjolkan visual tegas, lugas, terkesan gagah, dan didominasi oleh warna dasar cokelat kehitaman yang dikenal dengan warna banyumasan. Motif yang digambar melambangkan kebebasan serta kedekatan masyarakat dengan alam sekitar, seperti motif Jonasan, Ayam Puger, atau Jahe Puger.
Sejarah seni batik ini berkembang pesat di wilayah Banyumas sejak abad ke-19 setelah Perang Diponegoro (1825–1830). Banyak pengikut Pangeran Diponegoro yang mengungsi ke wilayah Banyumas, menetap, dan membaur dengan warga lokal.
Selanjutnya, mereka mengajarkan teknik membatik dengan memadukan unsur keraton dan karakter masyarakat Banyumas yang blak-blakan (Banyumasan), menjadikannya cinderamata eksklusif yang bernilai seni tinggi.
18. Kraca
Kraca menghasilkan perpaduan rasa kuah yang sangat gurih, hangat, pedas menggigit, dan segar berkat limpahan bumbu rempah alami yang meresap sempurna ke dalam daging keong. Bahan utama kuliner ini adalah keong sawah atau tutut kecil yang direndam terlebih dahulu selama satu hari agar bersih dari lumpur.
Sebelum dimasak, bagian ujung cangkang (buntutnya) dipotong agar bumbu bisa masuk, lalu keong direbus dan ditumis bersama bumbu halus melimpah yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, serai, daun salam, jahe, kunyit, lengkuas, serta bumbu utama berupa merica dan pala.
Kraca awalnya merupakan makanan tradisional masyarakat agraris (petani) di pedesaan Banyumas yang memanfaatkan keong sawah sebagai sumber protein gratis setelah masa panen.
Seiring berjalannya waktu, kuliner merakyat ini naik kelas menjadi komoditas oleh-oleh khas yang memberikan sensasi menyedot daging keong langsung dari cangkangnya. Menariknya, kraca selalu menjadi buruan nomor satu dan hidangan takjil paling ikonik bagi warga Purwokerto setiap kali memasuki bulan suci Ramadhan.
Tempat Beli Oleh-Oleh di Purwokerto
Agar agenda belanja kamu makin praktis dan seru, langsung saja arahkan kendaraanmu menuju beberapa pilihan tempat oleh-oleh di Purwokerto paling populer berikut ini:
- NGAPAK: Menjadi salah satu pusat oleh-oleh Purwokerto paling modern yang menyediakan aneka camilan, kaus berdesain unik khas dialek ngapak, hingga kerajinan tangan lokal yang lengkap dalam satu tempat.
- Pusat Oleh-Oleh Ny. Sutrisno: Tempat andalan berburu getuk goreng, mendoan hangat, keripik tempe, dan berbagai jajanan tradisional Banyumasan berkualitas prima.
- Toko Roti GO: Berlokasi di kawasan kota, mampirlah ke gerai aslinya langsung untuk menikmati atmosfer tempo dulu sekaligus memborong roti legendaris yang baru matang dari oven batu.
- Eco 21: Toko pusat buah tangan yang strategis dan nyaman, sangat pas untuk kamu yang mau memborong camilan dalam jumlah banyak untuk rekan kantor atau keluarga besar.
- Batik Martadiredja: Pusatnya kain dan pakaian Batik Banyumasan autentik dengan kualitas premium serta motif terlengkap di Purwokerto.
Nikmati Waktu Rehat yang Benar-Benar Berkualitas di Bobocabin

Puas keliling kota berburu kuliner legendaris dan belanja cendera mata eksklusif, saatnya kamu mengistirahatkan tubuh di tengah sejuknya alam. Kamu bisa menikmati pengalaman glamping premium bernuansa modern di Bobocabin Baturraden, Purwokerto. Dikelilingi hutan pinus yang asri dan pemandangan Gunung Slamet yang megah, Bobocabin siap menyempurnakan petualangan serumu di Banyumas.
Baca Juga
- Mistis dan Penuh Misteri! 5 Destinasi Wisata Purwokerto Ini Dikenal Misterius!
- Tempe Mendoan, Ikon Kuliner Purwokerto yang Selalu Bikin Rindu
- Liburan ke Baturraden? Kunjungi Berbagai Destinasi Wisata Baturraden Berikut Ini!
- Selain Taman Langit Purwokerto, Berikut 5 Wisata Menarik Lainnya di Kota Purwokerto!
Langsung saja persiapkan liburan serumu! Download aplikasi Bobobox sekarang untuk pesan cabin favorit sebelum kehabisan. Jangan lewatkan juga kesempatan mencoba Personality Test DMDU secara gratis untuk mengetahui rekomendasi liburan unikmu sekaligus mendapatkan rekomendasi itinerary perjalanan yang paling pas dan sesuai dengan karaktermu!




