8 Jamu untuk Daya Tahan Tubuh: Kunyit Asam sampai Pahitan

30 Aug 2026

8 Jamu untuk Daya Tahan Tubuh: Kunyit Asam sampai Pahitan

Penulis

Bobobox

Jamu merupakan ramuan tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan herbal dan kaya manfaat. Ada yang berguna untuk menghilangkan nyeri haid, mengatasi pegal linu, meningkatkan nafsu makan, hingga jamu untuk daya tahan tubuh. Khasiat yang terakhir menjadi kunci utama dalam upaya menangkal serangan penyakit.

 

Bagi kamu yang belum tahu, Indonesia kaya sekali akan tanaman obat yang dapat diolah menjadi jamu penambah imunitas tubuh, lho. Ada jamu kunyit asam, beras kencur, hingga pahitan yang terbuat dari bahan berbeda-beda. Yuk, cari tahu aneka jamunya dari daftar berikut dan siap-siap mencobanya!

 

8 Jamu untuk Daya Tahan Tubuh Lebih Baik

 

Jamu-Kunyit-Jahe-Herbal-Minuman
Photo: Jakub Żerdzicki via Unsplash

 

1. Jamu Kunyit Asam

 

Banyak kaum hawa yang merasakan nyeri dan kram di awal periode datang bulan, lalu mengonsumsi jamu kunyit asam untuk meredakannya. Padahal, khasiat jamu ini tidak hanya untuk nyeri haid. Racikannya sendiri terbuat dari kombinasi rimpang kunyit (Curcuma longa), buah asam jawa (Tamarindus indica), dan gula merah sebagai pemanis alami.

 

Mengonsumsi jamu kunyit asam secara rutin dapat merangsang sistem kekebalan tubuh berkat sifat antimikroba alami di dalamnya. Inilah yang membuat tubuh tidak mudah terserang infeksi bakteri maupun virus, terutama saat musim pancaroba. Pastinya, jamu ini juga boleh dikonsumsi laki-laki, ya!

 

2. Jamu Jahe

 

Jamu untuk daya tahan tubuh berikutnya terbuat dari bahan dasar jahe. Kamu bisa merebusnya lalu menambah sedikit gula jadi wedang jahe, atau mengonsumsi wedang uwuh yang menggunakan jahe dalam racikannya. Minuman yang terbuat dari jahe terkenal memiliki aroma yang harum dan segar.

 

Jamu dari jahe juga mampu melancarkan peredaran darah, merangsang pembuangan keringat, serta mengoptimalkan kerja sel darah putih melawan mikroorganisme patogen. Hasilnya, daya tahan tubuh kamu akan meningkat pesat dan terhindar dari beragam penyakit—terutama flu, batuk, serta masuk angin.

 

3. Jamu Beras Kencur

 

Jamu ini sama populernya dengan jamu kunyit asam—bahkan jadi primadona di penjual keliling atau toko herbal tradisional. Ramuan tradisional ini terbuat dari kombinasi ekstrak rimpang kencur, beras, asam jawa, gula kelapa murni, dan sedikit ekstrak jahe. Kombinasi ini menghasilkan jamu yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. 

 

Banyak orang tua yang memberikan jamu ini pada anak-anak sebagai penambah nafsu makan alami. Ketika mereka makan dengan teratur, sistem metabolisme akan bekerja dengan baik sehingga daya tahan juga meningkat. Anak-anak jadi tidak mudah terserang flu, kembung, mual, dan lainnya.

 

Khasiat itu tidak hanya bekerja pada anak-anak, tapi juga orang dewasa. Itu sebabnya konsumsi jamu beras kencur untuk segala usia sangat direkomendasikan. Rasanya cenderung manis dan gurih dengan sedikit sensasi hangat. Paling cocok kamu konsumsi saat cuaca dingin atau baru pulang setelah beraktivitas di luar.

 

4. Jamu Temulawak

 

Jamu untuk daya tahan tubuh berikutnya adalah yang terbuat dari bahan dasar temulawak. Temulawak merupakan tanaman rimpang yang cukup populer di Indonesia dan memiliki nama latin Curcuma xanthorrhiza Roxb. Sejak zaman leluhur terkenal memiliki banyak khasiat sehingga selalu menjadi pilihan olahan herbal tradisional khas Indonesia.

 

Sama halnya dengan jamu beras kencur, jamu ini dapat menambah nafsu makan yang berpengaruh besar terhadap imunitas tubuh. Selain itu, kandungan kurkuminoid dan xantorizol di dalamnya mampu mengobati gangguan pencernaan, iritasi usus, mengatasi nyeri haid, hingga masuk angin. 

 

Khasiat temulawak tidak berhenti di situ saja. Rutin mengonsumsinya dapat menjadikan jamu temulawak sebagai hepatoprotektor, yaitu pelindung organ hati (liver) dari akumulasi racun dan zat kimia berbahaya. Hal itu dapat berpengaruh ke kinerja organ lain dalam mencegah sel kanker, menjaga kadar kolesterol stabil, serta mengurangi peradangan sendi. pada radang sendi. 

 

5. Jamu Brotowali

 

Jamu yang satu ini tersohor sebagai “jamu pahit”.  Namun, justru cita rasa pahit yang luar biasa itulah kunci utama khasiat brotowali sebagai benteng utama kesehatan tubuh (imun). Sifat brotowali sebagai imunomodulator dapat merangsang keaktifan sel-sel imun dalam membasmi bakteri patogen.

 

Kandungan zat aktif dalam jamu brotowali sendiri adalah alkaloid, flavonoid dan senyawa pikroretin yang mengontrol gula darah dan kadar kolesterol dalam tubuh. Gula darah yang stabil meminimalisir potensi terserang diabetes, sedangkan kolesterol yang terkontrol mencegah obesitas. 

 

Selain itu, jamu brotowali juga baik untuk pengidap tekanan darah tinggi karena khasiat vasodilatasinya dapat membantu merelaksasi pembuluh darah. Selain menjadi ramuan herbal, brotowali juga bisa kamu pakai sebagai obat luar untuk penyakit kulit seperti gatal, korek, dan kudis. Paket lengkap sekali ya, tanaman herbal satu ini!

 

6. Jamu Cabe Puyang

 

Cabai (cabe) bisa jadi jamu untuk daya tahan tubuh? Yup, kamu tidak salah membaca! Jamu cabe puyang terbuat dari campuran buah cabe jawa (Piper retrofractum), kunyit, merica hitam, dan sedikit gula.  Ramuan ini terkenal sebagai jamu pegal linu alami di masyarakat.

 

Memang, khasiat utama dari jamu ini adalah menghilangkan pegal-pegal, rasa kaku pada otot, lelah fisik, hingga rasa nyeri akibat sakit pinggang dan encok. Cocok untuk dikonsumsi para pekerja keras, atlet, atau siapapun yang membutuhkan pemulihan tenaga dengan cepat.

 

Selain itu, cabe puyang juga bermanfaat menghilangkan gejala kesemutan dan kebas pada kaki maupun tangan akibat peredaran darah kurang lancar. Terakhir, kandungan senyawa piperin pada cabe jawa memberikan efek hangat pada tubuh serta membantu mempercepat penyerapan nutrisi makanan. Tubuh jadi terasa lebih segar dan ringan untuk beraktivitas.

 

7. Jamu Uyup-uyup

 

Bagi banyak orang, nama “uyup-uyup” mungkin terdengar asing, karena jamu ini memang lebih populer dengan nama jamu gepyokan. Jamu ini sangat legendaris, terutama di kalangan masyarakat pedesaan dan telah dikonsumsi turun temurun. Biasanya yang meminumnya adalah para ibu yang baru melahirkan untuk melancarkan produksi ASI.

 

Beberapa rempah-rempah untuk membuat jamu ini di antaranya kencur, jahe, lengkuas, daun katuk, cabe puyang, temugiring, bangle dan juga kunyit. Masing-masing rempah terebut memiliki khasiat berbeda-beda untuk tubuh, tapi saling melengkapi untuk kesehatan tubuh. Jadi, tidak hanya cocok untuk ibu menyusui, tapi kelompok umum. 

 

Selain daun katuk yang kaya asam folat untuk melancarkan ASI, ada perpaduan kencur, temugiring, dan bangle yang efektif untuk:

 

  • Menghilangkan bau badan tidak sedap.
  • Meredakan kram perut.
  • Mengembalikan stamina.
  • Meningkatkan imunitas tubuh.

 

8. Jamu Pahitan

 

Jamu terakhir dalam daftar ini bernama “pahitan” karena memiliki rasa pahit yang khas—lebih dari jamu brotowali. Jamu ini memiliki bahan dasar daun sambiloto (Andrographis paniculata), dengan tambahan tanaman pahit lainnya seperti brotowali, meniran, atau bidara laut. Pantas saja rasa pahitnya berlipat ganda, ya!

 

Sambiloto sendiri mengandung senyawa bioaktif utama bernama andrografolida, yang terkenal sebagai stimulan potensial sistem kekebalan tubuh. Selain itu, jamu pahitan juga baik untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit dari dalam. Secara alami, jamu ini bekerja sebagai “pembersih darah kotor”, yang bertugas: 

 

  • Membendung akumulasi racun dalam darah.
  • Mencegah timbulnya jerawat parah.
  • Mengobati gatal-gatal.

 

Jamu ini juga mampu menurunkan kolesterol tinggi dan kadar gula darah, serta meredakan demam. Meskipun minum jamu pahitan membutuhkan keberanian karena rasa pahitnya yang luar biasa, tapi khasiat yang tubuhmu peroleh sangat sepadan dengan rasa pahitnya!

 

Baca Juga: 

 

 

Habis Minum Jamu untuk Daya Tahan Tubuh, Yuk Menginap di Bobopod

 

Kamar tidur Bobopod Airport CBC - hotel kapsul di indonesia
Photo: Bobobox Internal Asset

 

Meminum jamu merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan imun tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Namun, jamu tidak dapat menghalau stres yang juga rentan jadi penyebab kesehatan tubuh drop. Kamu butuh senjata yang lebih ampuh untuk mencegah—atau mengatasi stres sebelum membuat kesehatanmu terganggu.

 

Caranya? Tentu saja staycation di Bobopod! Hotel futuristik ini nggak hanya memanjakan mata lewat desain dan banyak spot estetiknya, tapi juga bisa merelaksasi tubuh dan pikiranmu. Kelengkapan fasilitas untuk tamu di Bobopod jelas mampu mewujudkannya.

 

Mulai dari WiFi kencang yang bisa untuk streaming musik, maraton drakor, sampai scrolling media sosial sepuasnya. Kasur untukmu rebahan juga pastinya empuk dan bersih, bikin aktivitas “relaksasi” di dalam pod jadi makin nyaman. Ada Mood Lamp yang bisa kamu sesuaikan dengan suasana hati. Mantap, ‘kan?

 

Ingin coba menginap di Bobopod biar nggak stres? Jangan lupa download aplikasi Bobobox di HP, baru lakukan pemesanan. Prosesnya nggak ribet, kok. Pilih lokasi Bobopod terdekat, tentukan tanggal, cuss bayar, dan kamu siap stay di pod favoritmu!

 

Header image by: TeaCora Rooibos via Unsplash