Berencana liburan ke Banyuwangi tapi cuma punya waktu sehari? Tenang, Bob sudah menyiapkan guide wisata 24 jam di Banyuwangi khusus untuk kamu.
Lewat guide ini, kamu bisa mengunjungi berbagai tempat wisata di Banyuwangi, mulai dari gunung berapi dengan blue fire-nya yang menakjubkan, pantai dengan air sebening kristal, hingga hutan-hutan ajaib nan mistis.
Banyuwangi, yang juga dikenal dengan sebutan Sunrise of Java, adalah destinasi istimewa yang lebih dari sekadar tempat singgah jika ingin ke Bali. Terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, Banyuwangi merupakan surga bagi para petualang alam. Berikut itinerary lengkapnya:
24 Jam di Banyuwangi, ke Mana Aja?
Kalau hanya punya waktu singkat, bukan berarti kamu nggak bisa menikmati pesona Banyuwangi. Dengan itinerary yang tepat, 24 jam di Banyuwangi sudah cukup untuk mengunjungi destinasi alam yang memukau sekaligus mencicipi kuliner khasnya. Mulai dari keindahan bawah laut, wisata budaya, hingga makanan legendaris, semuanya bisa kamu jelajahi dalam sehari.
1. Pulau Menjangan

Pagi hari adalah waktu terbaik untuk memulai 24 jam di Banyuwangi dengan mengunjungi Pulau Menjangan Banyuwangi. Meski secara administratif termasuk kawasan Taman Nasional Bali Barat, pulau ini mudah dijangkau dari Pantai Bangsring menggunakan speedboat selama sekitar 20–30 menit.
Sesampainya di sana, kamu akan disambut oleh air laut yang sangat jernih dengan terumbu karang yang masih terawat. Aktivitas favorit wisatawan tentu saja snorkeling dan diving. Kalau tidak ingin basah, tersedia juga glass-bottom boat yang memungkinkan kamu menikmati pemandangan bawah laut dari atas perahu.
Selain menikmati kehidupan bawah laut, kamu juga bisa berjalan santai di sekitar pulau sambil menikmati pantai berpasir putih yang tenang.
Tips:
- Paket snorkeling mulai Rp150.000–Rp350.000 per orang, biasanya sudah termasuk peralatan, guide, dan makan siang.
- Datang pukul 07.00–11.00 WIB agar air lebih jernih dan ombak masih tenang.
2. Taman Gandrung Terakota

Setelah puas menikmati laut, lanjutkan perjalanan menuju Taman Gandrung Terakota yang berada di Desa Kemiren, sekitar 30 menit dari pusat kota Banyuwangi. Taman Gandrung Terakota menjadi salah satu destinasi budaya yang paling menarik untuk melengkapi pengalaman 24 jam di Banyuwangi.
Ratusan patung penari Gandrung berdiri megah di tengah area hijau yang asri. Patung-patung tersebut menggambarkan tarian tradisional khas suku Osing sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya Banyuwangi. Suasananya tenang sehingga cocok untuk bersantai maupun berburu foto.
Kalau beruntung, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan Tari Gandrung yang sesekali digelar di kawasan ini.
Tips:
- Tiket masuk sekitar Rp10.000–Rp25.000, tergantung hari kunjungan dan acara yang berlangsung.
- Waktu terbaik berkunjung pukul 10.00–16.00 WIB saat pencahayaan sedang bagus untuk berfoto.
3. Sego Tempong Mbok Nah
Saat makan siang tiba, waktunya menikmati kuliner khas Banyuwangi yang terkenal pedas, yaitu Sego Tempong Mbok Nah.
Warung legendaris ini menyajikan nasi hangat dengan aneka lauk seperti ayam goreng, bebek, tahu, tempe, hingga ikan goreng yang dipadukan dengan sambal tempong khas Banyuwangi. Rasa pedasnya berpadu dengan gurihnya lauk membuat banyak wisatawan rela mengantre.
Tips:
- Harga satu porsi sekitar Rp15.000–Rp30.000 tergantung pilihan lauk.
- Siapkan air minum jika belum terbiasa dengan sambal khas Banyuwangi yang terkenal pedas.
4. Rawon Buk Ati
Kalau ingin menikmati hidangan berkuah, Rawon Buk Ati bisa menjadi pilihan berikutnya.
Rawon legendaris ini memiliki kuah hitam pekat dari kluwek dengan rasa gurih yang kaya rempah. Potongan daging sapinya empuk dan biasanya disajikan bersama tauge, telur asin, serta kerupuk sehingga membuat cita rasanya semakin lengkap.
Rawon Buk Ati menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat lokal maupun wisatawan yang sedang menikmati 24 jam di Banyuwangi.
Tips:
- Harga mulai Rp20.000–Rp35.000 per porsi.
- Cocok dinikmati saat makan siang atau sore hari.
5. Sego Cawuk Bu Mantih
Sebelum perjalanan berakhir, sempatkan mencicipi Sego Cawuk Bu Mantih yang merupakan hidangan khas masyarakat Osing.
Seporsi Sego Cawuk berisi nasi dengan sayuran, lauk tradisional, parutan kelapa, dan kuah gurih yang memberikan perpaduan rasa unik. Menu sederhana ini justru menjadi salah satu kuliner autentik yang wajib dicoba ketika menghabiskan 24 jam di Banyuwangi.
Tips:
- Harga sekitar Rp10.000–Rp25.000 per porsi.
- Sebaiknya datang pagi hingga menjelang siang agar pilihan lauk masih lengkap.
6. Kawah Ijen

Perjalanan akan dimulai pada tengah malam dengan pengalaman paling luar biasa di Banyuwangi: trekking ke Kawah Ijen. Kawah ini terkenal di dunia karena fenomena langka bernama blue fire. Hanya ada dua tempat di dunia yang punya blue fire, dan Kawah Ijen adalah salah satunya. Fenomena ini terjadi karena gas belerang yang terbakar di puncak kawah, menghasilkan nyala api biru elektrik yang sangat indah.
Pendakian dimulai sekitar pukul 12 malam dari Paltuding Basecamp. Jalur pendakian memakan waktu sekitar 2 jam, melewati jalan setapak berbatu dengan pemandangan langit malam yang penuh bintang. Meski cukup menantang, semua lelah akan terbayar saat kamu tiba di puncak kawah.
Saat matahari mulai terbit, blue fire perlahan menghilang, dan danau kawah berwarna biru kehijauan mulai terlihat. Dikelilingi tebing batu yang menjulang, pemandangan ini seperti lukisan hidup. Banyak yang bilang menyaksikan matahari terbit di Kawah Ijen adalah pengalaman sekali seumur hidup.
Tips:
- HTM: Rp20.000–Rp30.000 untuk wisatawan lokal, Rp150.000 untuk wisatawan mancanegara.
- Peralatan: Kenakan sepatu hiking yang nyaman dan masker untuk melindungi dari asap belerang.
- Waktu: Siapkan waktu sekitar 3-4 jam untuk trekking dan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
7. Hutan Purba Alas Purwo

Setelah turun dari Kawah Ijen, kamu bisa sarapan dulu sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Alas Purwo, sekitar 2,5 jam berkendara. Hutan ini dianggap sebagai hutan tertua di Jawa, bahkan ada legenda lokal yang menyebut Alas Purwo memiliki energi spiritual yang kuat.
Masuk ke hutan ini rasanya seperti kembali ke masa purba. Ekosistemnya beragam, mulai dari hutan lebat, bakau, hingga savana luas. Salah satu spot terbaik di sini adalah Savana Sadengan, padang rumput yang dihuni banteng, rusa, dan burung-burung liar.
Bagi pencinta selancar, jangan lewatkan Pantai Plengkung atau G-Land, yang terkenal dengan ombaknya yang mendunia. Kombinasi satwa liar dan pantai eksotis menjadikan Alas Purwo destinasi yang wajib dikunjungi.
Tips:
- Harga Tiket Masuk: Sekitar Rp20.000 – Rp30.000 untuk wisatawan lokal dan Rp150.000 – Rp200.000 untuk wisatawan asing.s
- Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Pagi atau sore hari
- Area taman ini sangat luas, jadi prioritaskan area yang ingin kamu kunjungi sesuai minat dan waktu yang tersedia.
8. De Djawatan

Dari Alas Purwo, lanjutkan perjalanan ke Hutan Djawatan di Benculuk, sekitar satu jam berkendara. Hutan ini terkenal dengan pohon-pohon trembesi raksasa yang berkanopi lebar, menciptakan suasana seperti di negeri dongeng. Banyak yang bilang hutan ini mirip dengan latar film fantasi seperti Lord of the Rings.
Saat sinar matahari menembus sela-sela daun, suasananya begitu magis. Tempat ini sangat cocok untuk foto-foto atau sekadar menikmati ketenangan. Jika kamu suka suasana alam yang damai, Djawatan adalah tempat yang harus masuk dalam daftar kunjunganmu.
- Harga Tiket Masuk: Sekitar Rp6.000 per orang.
- Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Pagi menjelang siang, saat cahaya matahari menembus sela-sela daun, menciptakan suasana yang memukau.
9. Pantai Pulau Merah

Setelah menikmati suasana dongeng di De Djawatan, tujuan kita berikutnya adalah Pantai Pulau Merah, yang terletak di Pesanggaran, sekitar 1,5 jam perjalanan. Pantai ini terkenal dengan sebuah bukit kecil berwarna merah yang terlihat menonjol di dekat garis pantai dan bisa dicapai saat air surut. Warna merah pulau ini, terutama saat matahari terbenam, sangat memikat.
Pulau Merah juga jadi surga bagi para peselancar. Ombaknya cocok untuk pemula hingga peselancar berpengalaman, menarik pengunjung dari berbagai belahan dunia. Di sini ada juga penyewaan papan dan pelajaran selancar dari penduduk setempat, jadi kalau kamu ingin coba selancar, ini saat yang tepat! Bagi yang ingin bersantai, duduk saja di pasir putihnya dan nikmati perubahan warna langit saat matahari tenggelam di ufuk.
- Harga Tiket Masuk: Sekitar Rp10.000 per orang.
- Fasilitas: Ada penyewaan papan selancar dan pelajaran selancar dari penduduk lokal, serta pedagang yang menjual makanan dan minuman.
10. Pantai Watudodol

Dalam perjalanan kembali menuju pusat kota Banyuwangi, mampir sebentar ke Pantai Watudodol yang terletak dekat Pelabuhan Ketapang. Pantai ini unik karena memberikan pemandangan Pulau Bali di seberang.
Watudodol populer untuk snorkeling dan diving, dengan airnya yang jernih dan kehidupan laut yang berwarna-warni. Bahkan jika tidak berenang, keindahan alami pantai ini dan pemandangan Bali di kejauhan tetap layak untuk dikunjungi. Cocok banget buat istirahat sejenak sebelum melanjutkan petualangan.
- Harga Tiket Masuk: Sekitar Rp7.500 – Rp10.000.
- Cocok Untuk: Bersantai dan fotografi pemandangan, terutama di sore hari.
11. Teluk Hijau

Kalau masih ada waktu, coba deh singgah ke Teluk Hijau atau Green Bay. Berada di dalam Taman Nasional Meru Betiri, Teluk Hijau adalah salah satu permata tersembunyi Banyuwangi yang dikenal dengan airnya yang hijau, pasir putihnya yang lembut, dan suasana yang tenang.
Mencapai teluk ini butuh sedikit usaha—kamu bisa trekking selama sekitar satu jam atau naik perahu dari Pantai Rajegwesi. Meski perjalanannya sedikit menantang, pemandangan di sini sungguh sepadan, menawarkan pantai yang masih alami dan jauh dari keramaian.
- Harga Tiket Masuk: Sekitar Rp5.000 – Rp7.500 untuk masuk taman nasional.
- Jika ingin menjelajah dan bersantai, luangkan waktu sekitar 2–3 jam di sini
12. Pantai Sukamade

Bagi pencinta satwa liar, Pantai Sukamade adalah tempat unik untuk melihat penyu bertelur di habitat aslinya. Berada di dalam Taman Nasional Meru Betiri, pantai ini merupakan area konservasi penting bagi penyu yang datang ke pantai untuk bertelur. Akses ke Pantai Sukamade cukup menantang karena harus melalui jalanan off-road sejauh sekitar 18 km.
Namun, pengalaman melihat penyu bertelur pada malam hari adalah sesuatu yang tak terlupakan. Dalam tur malam bersama pemandu, kamu bisa melihat langsung bagaimana penyu bertelur—momen langka yang sangat mengagumkan dan membumi.
- Harga Tiket Masuk: Sekitar Rp150.000 – Rp200.000, sudah termasuk tur dengan pemandu.
- Ini adalah pengalaman yang tepat untuk ecotourism dan mereka yang mencari pengalaman liburan ke tempat terpencil.
13. Air Terjun Jagir

Untuk menutup petualangan 24 jam di Banyuwangi, singgahlah ke Air Terjun Jagir yang berada di Kampung Anyar, dekat dengan pusat kota. Air Terjun Jagir memiliki tiga aliran air yang jernih dan segar. Suara air yang jatuh dan suasana yang sejuk menjadikan tempat ini cocok untuk bersantai.
- Harga Tiket Masuk: Sekitar Rp5.000.
- Cocok Untuk: Relaksasi singkat dan menikmati pemandangan, terutama di sore hari.
Persiapan Liburan ke Banyuwangi

Supaya itinerary 24 jam di Banyuwangi berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu.
Transportasi
Pilihan paling fleksibel adalah menyewa motor atau mobil dengan tarif mulai sekitar Rp100.000–Rp300.000 per hari. Jika ingin lebih hemat, kamu juga bisa memanfaatkan transportasi umum seperti Trans Banyuwangi. Kendaraan pribadi juga menjadi pilihan nyaman karena beberapa destinasi memiliki jarak yang cukup jauh.
Perlengkapan Penting
Kalau berencana menambahkan Kawah Ijen ke dalam itinerary, jangan lupa membawa jaket windbreaker, masker untuk melindungi diri dari asap belerang, sepatu trekking, power bank, serta sunscreen. Untuk aktivitas laut di Pulau Menjangan, Banyuwangi, siapkan pakaian ganti dan dry bag agar barang bawaan tetap aman.
Susun Itinerary dengan Jelas
Agar waktu tidak banyak terbuang di perjalanan, kamu bisa menyusun rute seperti berikut:
- 07.00–11.00 WIB: Pulau Menjangan Banyuwangi
- 12.00 WIB: Makan siang di Sego Tempong Mbok Nah
- 13.30 WIB: Taman Gandrung Terakota
- 16.00 WIB: Rawon Buk Ati atau Sego Cawuk Bu Mantih
- Malam hari: Beristirahat atau melanjutkan trekking menuju Kawah Ijen jika memiliki waktu lebih.
Bobocabin Kawah Ijen, Banyuwangi, Akomodasi Terbaik buat Petualanganmu!

Setelah puas menikmati 24 jam di Banyuwangi, saatnya mengembalikan energi di Bobocabin Kawah Ijen. Lokasinya strategis untuk melanjutkan petualangan menuju Kawah Ijen keesokan harinya sekaligus menikmati suasana alam yang tenang.
Cabin modern ini dilengkapi Smart Window yang memungkinkan kamu mengatur tingkat transparansi kaca sesuai kebutuhan. Saat ingin menikmati pemandangan pegunungan, cukup ubah kaca menjadi transparan. Sebaliknya, ketika ingin beristirahat dengan lebih privat, kamu tinggal mengubahnya menjadi buram melalui tablet pintar B-Pad.
Kalau datang bersama keluarga, teman kantor, atau komunitas, kamu juga bisa mencoba Family Gathering Package yang menghadirkan aktivitas seru seperti trekking, offroad, hingga jeep tour. Jadi, liburan bukan hanya soal menginap, tetapi juga membangun kebersamaan melalui berbagai petualangan di alam Banyuwangi.
Baca Juga:
- Travel Guide Kawah Ijen Banyuwangi: Rute dan Tiket Masuk Terbaru 2024
- 7 Paket Wisata Banyuwangi Seru, Ada Wisata Alam dan Budaya!
- Wisata ke Kawah Ijen: Melihat Eternal Blue Fire Banyuwangi
- 9 Tempat Wisata Banyuwangi Favorit Para Traveler
Masih bingung nentuin gaya liburan yang paling cocok sama kepribadianmu? Coba cek dulu lewat personality test Discover More, Discover You buat cari tahu persona liburanmu sekaligus dapetin rekomendasi itinerary yang paling masuk sama karaktermu.
Nah, kalau gayanya udah ketemu, jangan lupa download aplikasi Bobobox sebelum berangkat, ya! Proses pemesanan kabin dijamin jauh lebih ringkas tanpa drama, plus banyak promo seru yang siap menanti kamu.
Header image by: Sergey Guk via Pexels




