Dunia memang kaya akan segala misteri, termasuk beragam hewan keramat di dunia yang dipercaya masyarakat memiliki makna khusus dalam budaya maupun agama tertentu.
Kepercayaan tersebut membuat masyarakat tidak lagi memandang hewan-hewan ini sekadar sebagai bagian dari alam. Mereka juga memaknai hewan tersebut sebagai simbol kesucian, keberuntungan, hingga sosok pelindung yang mereka hormati.
Hal ini terbilang wajar karena dunia memiliki jutaan spesies hewan dengan karakteristik unik dan bentuk yang beragam. Kita dapat menemukan hewan berukuran kecil, sedang, hingga besar, serta hewan dengan karakter yang jinak maupun liar.
Lantas, hewan apa saja yang masyarakat anggap “keramat” di berbagai belahan dunia? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini!
9 Hewan Keramat di Dunia dari Berbagai Negara
Hewan keramat di dunia memiliki latar belakang dan makna yang berbeda-beda, tergantung pada budaya serta kepercayaan masyarakat yang menghormatinya. Berikut beberapa di antaranya.
Gajah (India dan Thailand)

Berbagai kuil di selatan India memuja dan menganggap gajah sebagai hewan keramat. Dalam mitologi Hindu, gajah bahkan diyakini sebagai reinkarnasi Dewa Ganesha.
Siapa itu? Dewa Ganesha merupakan putra sulung Dewa Siwa (Shiva) dan Dewi Parwati (Parvati). Masyarakat menggambarkannya sebagai sosok manusia berkepala gajah yang menunggangi seekor tikus bandicoot.
Di berbagai kuil, para peziarah kerap memanjatkan doa kepada Dewa Ganesha dan memohon keberkahan darinya. Karena itu, masyarakat India memandang gajah sebagai hewan yang sangat istimewa karena mengaitkannya dengan Dewa Ganesha yang mereka percaya sebagai “vighnaharta” atau penghapus segala rintangan.
Tak heran jika masyarakat India merayakan Ganesh Chaturthi dengan meriah setiap tahun, terutama di Maharashtra, salah satu negara bagian di India.
Kembali ke gajah, masyarakat tidak hanya menghormati hewan ini dalam kehidupan spiritual. Mereka juga menjadikan gajah sebagai simbol ketenangan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kerajaan yang telah melekat dalam budaya selama berabad-abad.
Namun, India bukan satu-satunya negara yang menganggap gajah sebagai hewan keramat. Masyarakat Thailand juga memuliakan gajah, khususnya gajah putih. Hubungannya dengan kerajaan dan kemakmuran membuat masyarakat menghormati hewan ini selama ribuan tahun.
Alhasil, Thailand menjadikan gajah putih sebagai simbol nasional. Bahkan, negara tersebut pernah menampilkan siluet gajah putih pada benderanya hingga 1917.
Sapi (India)

Di India, khususnya dalam agama Hindu, Jainisme, dan Zoroastrianisme, masyarakat sangat menghormati sapi hingga menggolongkannya sebagai hewan keramat. Hal ini membuat daging sapi menjadi sulit kamu jumpai di sana.
Dalam agama Hindu, misalnya, sapi sampai dibuatkan patung sebagai bentuk penghormatan dan bahkan kerap digambarkan tengah menemani Krishna. Kendati demikian, masyarakat tidak menganggapnya sebagai dewa sehingga mereka tidak memujanya.
Mereka hanya menganggap sapi sebagai simbol kehidupan yang suci sehingga harus dilindungi dan dihormati. Maka dari itu, masyarakat mengadakan acara tahunan untuk memandikan serta menghias sapi di berbagai kuil.
Pemandangan sapi-sapi yang berkeliaran di jalan atau pasar India pun merupakan hal yang biasa. Sebab, para sapi tersebut mendapat kehormatan layaknya seorang ibu. Penganut agama Hindu bahkan tidak akan menyantap daging sapi, meski dalam keadaan lapar sekalipun. Alhasil, mayoritas masyarakat di sini pun menjadi vegetarian.
Terlebih lagi, negara-negara bagian di India juga menerapkan aturan tentang penjagalan sapi. Beberapa bahkan menjadikannya kejahatan yang perlu dihukum, dan penganut konservatif Hindu sampai menganggap bahwa penjagalan sapi adalah dosa.
Kucing (Mesir)

Sering kali menjadi favorit manusia karena kelucuan dan tingkah polahnya, siapa sangka kucing ternyata termasuk hewan keramat bagi orang Mesir kuno. Orang-orang di zaman Mesir kuno memuja kemampuan kucing dalam mengendalikan tikus dan ular berbisa. Berkat kucing, rumah-rumah di kota pun bebas dari kedua hama tersebut.
Dengan kemampuannya, masyarakat memandang kucing sebagai simbol keanggunan dan ketenangan. Membunuh seekor kucing bahkan bisa berujung hukuman mati, lho. Selain itu, orang Mesir kuno juga percaya bahwa kucing adalah hewan pembawa keberuntungan bagi mereka yang memeliharanya di rumah.
Untuk mengagungkan hewan yang satu ini, para keluarga kaya umumnya menghiasi kucing dengan perhiasan dan memberi mereka makanan yang layak bak keluarga kerajaan. Saat kucing-kucing itu mati, masyarakat Mesir kuno bahkan memumifikasikannya seperti manusia.
Anjing (Nepal)

Tak hanya kucing, anjing si sahabat manusia juga menjadi hewan keramat di beberapa wilayah di Nepal. Dalam festival Hindu Kukur Tihar yang berlangsung selama lima hari, anjing akan dipuja dan diperlakukan dengan lembut.
Masyarakat bahkan menghormati para anjing dengan memakaikan kalung bunga marigold, tilak, serta batang dupa yang menyala. Dalam budaya Hindu sendiri, Dewa Dattatreya pun digambarkan bersama empat anjing yang mewakili empat Veda (Rig-Veda, Sama-Veda, Yajur-Veda dan Atharva-Veda) serta Ibu Bumi.
Jaguar (Meksiko)

Dalam budaya Mesoamerika, ada tiga hewan keramat yang bisa kamu lihat di sisa-sisa reruntuhan kuil Aztec, yaitu ular, elang, dan jaguar. Hewan pertama berhubungan dengan kesuburan, hewan kedua dengan pejuang, dan hewan yang ketiga dengan pegunungan, kekuatan, serta kekuasaan.
Peradaban tersebut juga mengasosiasikan jaguar dengan malam dan kegelapan (karena sifat nokturnalnya) serta kasih ibu (karena pengabdian sang betina dalam merawat anaknya).
Warga Meksiko sangat menyegani dan menakuti hewan ini. Tak hanya karena keagresifannya, tetapi juga karena kekuatan yang dimilikinya.
Ular (India dan Amerika Utara)

Lagi-lagi di India, ular memiliki tempat khusus dalam budaya negara ini. Masyarakat India bahkan memiliki festival bernama Nag Panchami untuk merayakan ular dan dewa Hindu yang berhubungan dengan hewan tersebut.
Sebut saja Dewa Wishnu yang kerap digambarkan duduk di atas Shesanaga (raja para naga) dan Dewa Shiwa yang mengalungkan kobra di lehernya. Dalam festival tersebut, masyarakat akan memberikan doa dan juga susu hangat.
Selain itu, ada juga suku Hopi di Amerika Utara yang juga menganggap ular sebagai hewan keramat. Mereka biasanya menyelenggarakan acara tarin ular tahunan untuk menyatukan sepasang jiwa ular dan memperbarui kesuburan alam.
Harimau (Cina dan Korea)

Di China, harimau tidak hanya menjadi bagian dalam zodiak. Bersama dengan kura-kura, naga, dan phoenix, hewan keramat ini merupakan salah satu dari empat dewa kayangan yang kuat. Dewa tersebut bernama Byakko yang bertugas menjaga pengajaran kemanusiaan serta merupakan raja para hewan dan penguasa gunung.
Bukan hanya itu, mereka juga mengasosiasikan harimau dengan elemen logam, keadilan, dan musim gugur. Dalam beberapa kasus, harimau pun berkaitan dengan perang. Oleh karena itu, para tentara yang membela kekaisaran di masa lalu menggunakan harimau sebagai simbol.
Sementara itu, di Korea, hewan keramat ini menjadi penjaga wilayah barat. Harimau juga menjadi simbol kekuatan serta keberanian serta diyakini dapat menghalau kejahatan sekaligus membawa keberuntungan.
Babi Hutan (Eropa)

Siapa sangka jika babi hutan ternyata menjadi hewan keramat di kalangan bangsa Celtic. Hewan satu ini menggambarkan keberanian, kekuatan, hingga sihir. Sementara itu, di Eropa Barat, babi hutan menjadi simbol kekayaan dan perlindungan. Alhasil, mereka pun akan menjadikan babi hutan sebagai jamuan makan bagi para prajurit sebelum melaju ke medan perang.
Jika berjenis kelamin betina, babi hutan menjadi lambang sensualitas. Selain itu, mereka juga menjadi peliharaan bagi para penyihir wanita dan Dewi Arduinna yang merupakan pemburu sekaligus pendahulu Dewi Romawi, Diana.
Sementara itu, di kawasan Eropa timur, babi hutan biasanya digunakan sebagai jimat atau totem. Benda-benda ini biasanya disimpan di rumah atau di bawah pakaian.
Monyet (India dan Nepal)

Monyet merupakan salah satu hewan yang dianggap keramat dalam agama Hindu. Selain dipandang sebagai bagian dari warisan budaya, monyet juga dikaitkan dengan Hanoman, sosok yang sangat dihormati dan dipuja oleh umat Hindu di berbagai wilayah India.
Sementara itu, di kawasan Kathmandu, tepatnya di Lembah Nepal, kamu akan menjumpai sebuah kuil bernama Monkey Temple. Di kuil ini, monyet memiliki status tinggi sebagai hewan keramat.
Baca Juga
- Ini Dia Fakta Bunga Marigold, Bunga Kelahiran Bulan Oktober
- 12 Museum Terbesar di Dunia yang Wajib Dikunjungi
- Biodiversity Camp Bobocabin: Serunya Belajar Tentang Alam Lewat Pengalaman Langsung
- Kenalan dengan Bob’s Club, Community Buat Kamu yang Suka Traveling & Cari Experience Seru
Menyatu dengan Alam Bersama Bobocabin

Keindahan alam dan berbagai satwa memang selalu punya daya tarik tersendiri untuk kamu jelajahi. Setelah mengenal berbagai hewan keramat di dunia, lengkapi pengalaman tersebut dengan menikmati suasana alam secara lebih dekat.
Nah, Bobocabin oleh Bobobox bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin beristirahat di tengah alam sambil menikmati fasilitas modern dan nyaman.
Bobocabin siap menemani kamu merasakan tenangnya alam berbalut teknologi canggih lengkap dengan teknologi Internet of Things. Teknologi ini bisa kamu gunakan untuk mengatur lampu, pintu, jendela, dan Bluetooth speaker. Tempat tidurnya juga nyaman dengan jendela besar yang memudahkan kamu untuk benar-benar bisa meresapi keindahan alam di depan mata.
Meski berada di tengah alam, jangan khawatir soal masalah internet. Fasilitas Wi-Fi akan setia menemani ketenangan kamu di tengah sejuknya alam. Nah, untuk informasi lebih lanjut, yuk, download aplikasi Bobobox sekarang!
Header image by: Matt Benson via Unsplash




